PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 7. Dimensi Neandertal


__ADS_3

Dia berhenti disebuah lembah , tepatnya disebuah tempat yang pohon pohonnya tiada berdaun, semua pohon ditempat itu gugur daunnya, dan sangat berbeda dengan hutan disekitarnya.


Chiao feng terus melintasi pohon- pohon gundul itu, semakin jauh berjalan dia bertemu  rawa yang tidak memiliki banyak air, banyak  akar pohon yang timbul diatas rawa, sebatang pohon yang sudah tumbang membelah rawa dan kelihatan sebuah gubuk tua didepan.


“ah, mengapa ada rumah ditempat seperti ini.?” Chia feng bertanya- tanya dalam hati


Ia terus mendekati gubuk tua itu, semua terasa begitu misteri.semakn dekat hawa yang dirasakan semakin membuat tidak nyaman, Chiao feng ingin meninggalkan tempat itu tapi seseorang muncul dari gubuk tua tu.


“mau kemana anak kecil” panggil orang tersebut


Chiao feng menatap orang tersebut, dia melihat orang tersebut sudah sangat tua, rambut dan  jeggotnya sudah memutih seperti kapas. Tpi yang paling mengherankan adalah ketika dia berjalan, dia berjalan layaknya seorang yang masih muda, tidak ada tanda- tanda seperti orang tua dalam setiap gerakannya.


“hehehehe, jangan takut anak kecil, aku bukan orang jahat” orang tua itu tersenyum


“aku adalah penjaga ditempat ini, namaku Zhang huo” sambil mendekati Chiao feng


Chiao feng memberanikan diri berkata” maaf kakek, aku tersesat ditempat ini, aku tidak


bermaksud mengganggu kakek”

__ADS_1


“hehehehe, tidak apa- apa nak” jawab kakek Zhang Huo sambil memanggilnya untuk masuk kedalam gubuk tua  itu.


Chiao feng yang tidak punya pilihan mengikuti kakek Zhang huo masuk kedalam, dan alangkah terkejutnya Chiao feng ketika memasuki  gubuk itu pemandangan yang ada didalamnya berbeda sekali dengan yang ada diluar, pepohonan rimbun terlihat begitu indah, padang rumput yang begitu hijau diterpa angin sepoi- sepoi menari layaknya seorang biduan. Kakek zhang huo berhenti dan duduk dibawah sebatang pohon yang seluruh daunnya berwarna merah menyala.


Chiao feng yang merasa takjub tak henti- hentinya memandangi sekelilingnya seakan tak pernah bosan melihatnya.


Kakek Zhang huo mempersilahkan Chia feng duduk disebuah tempat yang berasal dari akar pohon berdaun merah tersebut.


“aku tau kau pasti bingung  dengan semua yang terjadi disini, didalam fikiranmu pasti banyak pertanyaan timbul” Kakek Zhang huo memancing rasa penasaran Chiao feng


“sebenarnya kau tidaklah berada diduniamu lagi, beberapa jam yang lalu kau telah memasuki dunia siluman, ketika kau melewati pintu tadi kau telah memasuki dimensi lain pula yaitu dimensi Neandertal, dunia dimensi tak bertepi tempat para iblis dan dewa dahulu berperang.


Belum selesai pertanyaan – pertanyaan timbul dalah benak Chiao feng , kakek Zhang huo memberikan penjelasan tentang apa yang baru saja dialaminya.


Chiao feng mulai mengerti dengan penjelasan yang cukup lengkap dari kakek Zhang huo.


‘bagaimanamcaranya aku kembali keduniaku lagi kek.?” Tanya Chiao feng


Zhang huo mengerutkan wajahnya, mencoba mencari kata-kata yang bisa difahami oleh anak  seumuran Chiao feng. “sampai saat ini hanya para dewa  yang bisa masuk ke dimensi Neandertal ini, sementara diluar pintu itu” sambil menunjuk pintu masuk mereka tadi “adalah wilayah kekuasan para siluman”, para dewa bisa keluar masuk disebabkan mereka memiliki kemampuan  energi Qi dan tenaga dalam yang tinggi serta tubuh yang tidak bisa rusak walaupun melakukan teleportasi antar dimensi, sementara para siluman tidak bisa memasuki dimensi Neandertal karena dimensi ini adalah tanahnya para dewa sejak  peperangan dimenangkan oleh para dewa lima ribu tahun yang lalu,  kau bisa masuk kedalam dimensi ini karena didalam dirimu ada tersimpan energi dewa disebabkan kau pernah memakan buah dewa yang bentuknya seperti itu” sambil menunjuk sebatang pohon yang berbuah.

__ADS_1


Chiao feng mengingat bahwa beberapa jam yang lalu dia memakan buah yang serupa.


"untuk kembali keduniamu, kau harus memiliki kemampuan yang tinggi, karena para dewa sekalipun tidak diperbolehkan unuk ikut campur secara langsung diduniamu, itu melanggar aturan langit"Zhang huo menjelaskan


“aku juga tidak bisa mengajarimu apa- apa, karena kemampuan tubuhmu masih sangat rendah, walaupun kau


telah memakan buah dewa kau pasti tidak akan mampu, tapi aku akan mengantarkanmu ketempat seorang kultivator yangdimensinya sangat dekat dengan duniamu, dan dia pasti  bisa membantumu meningkatkan kemampuanmu” ucap kakek Zhang huo


Zhang huo mengibaskan tangannya kearah buah dewa yang  sangat rimbun, seketika buah-buah itu lenyap begitu saja, chiao feng terheran-heran melihatnya.


“waktu kita hampir habis, aku akan membawamu menuju kepada orang yang bisa mengajarimu” ucap Zhang huo sambil satu tangannya mememegangi kepala dan  satu lagi memegangi bahu Chiao feng


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2