Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 18 Keputusan mama Damar


__ADS_3

"sayang knp diam saja apa ada yg slh dg tingkah q saat di rmh mu tadi "


"tdk sayang q hny ingin fokus menyetir "


"oh ok "


saat didlm mobil ,Damar hny diam tdk bnyk bicara hatinya begitu berkecamuk mendengarkan jawaban** Renata ,yg terus terngiang** dlm fikiran nya


SDH dpt dipastikan ia harus menerima apa yg akan mamanya lakukan nanti Krn mamanya telah memberikan kesempatan kpd dirinya


"kamu tdk msuk dlu sayang "


"tdk kamu cepat masuk gih SDH Malam "


"ok "


mereka pun berpelukan , Renata melangkah masuk sdg Damar menanjap gas ,dg kecepatan penuh ,jawaban** Renata terus menyakiti nya ,SDH pasti ia harus menuruti mamanya Krn jelas mamanya telah menang dari Damar


"ahhhh *****,,,,, tutittt"


brugksss ,,,


" ah aq menabrak orang aiih "


Damar segera turun dari mobil dan menghampiri korban yg ia tabrak


" mb gk kenapa** "


"Auh (meringis)"


"lah kamu Astutik "


"iiiss pk Damar ternyata org yg kalo naik mobil gk tau arah pdahal ni jalanan sepi pak "


akhirnya setelah berdebat dan tentunya Damar merasa bersalah ingin mengantarkan Rania u/ pulang


" yasudah jgn bnyk ngeyel dimana rmh mu saya antar "


'gk mikir nih dosen motor q taro mana ,dasar'


"mlh bengong aq naik mobil ,motormu tuh titipin bengkel depan lagian kan sepionnya copot itu gk lihat"


ya begitulah Damar SDH memikirkan segala sesuatu dg matang tnp solusi pastinya ,dg langkah gontai akhirnya Rania memasuki mobil dan Damar si dosen judes dan datar menjalankan motor secoopy rania menitipkan nya d bengkel

__ADS_1


hening suasana dimobil hny suara deru mobil berjalan ,tiba** Damar mulai menbuka mulutnya


"msh sakit tangan kamu"


"enggak kok pak ini hanya tergores dikit aja tp gpp ko"


"tunjukkan jln rmh mu"


"setelah pertigaan depan itu belok kiri pak rumah no 4"


"sekali lagi terimakasih pk sdh mengantar saya plg "


"iya sama** maaf tdi sya nambrak kamu "


"iya pk klo bgitu saya masuk dulu"


🍒🍒🍒


07:00 Rania turun dari taksi yg ditumpanginy ,,berjalan dg perlahan memasuki area kampus ,,,


'bdan ku sakit semua perasaan kmrn TDK apa'


"hey kenapa tangan kamu ran ,kamu juga terlihat letoy"


"hih ini kmrn ada yg nabrak aku "


" ya gk lah yg nabrak kan pk damar gila emang q "


"eihhb rupanya ada yg mulai pdkt nih


"pdkt apanya pdkt nyosor aspal tau "


"wkwk lucunya"


"pagi semua SDH siap dg ulangan hari "


"SDH pak "


"good kita mulai sekarang "


12:30 kafe melati


"permisi Rania apa TDK kesini mb sdh sya tunggu ko blm dtg"

__ADS_1


"maap ibu mb ran lagi kurang sehat jd TDK kmri "


"oh iya dia sakit bisa minta alamat rumahny"


"ini ibu alamat mb Rania "


"terimakasih "


"sama** Bu"


entah lah apa yg sedang mama Sekar pikirkan yg jelas ia sangat khwatir mendengar bhw Rania sakit ,,,ia terus saja menyuruh sopir agar cepat sampe ,,,Krn hatinya bgt sangat resah


"sepertinya ini Bu alamt non Rania"


"oh iya saya turun BPK tunggu disini "


"baik Bu"


tok tok


"iya ,eh Tante Sekar ko bisa tau rmh aq"


"iya apa Tante boleh masuk"


"ya Allah silahkan Tante "


"kmu katanya sakit ,sakit ap ran "


" emm ini Tante kmrn keserempet mobil"


"Kok bisa ,SDH lapor polisi ,kamu mana luka ,SDH d bawa kerumah sakit "


Rania gelagepan mendengar pertanyaan mama Rania ,,ia bingung harus menjelaskan dari mana perilah insiden kemarin


"kok malah bengong nak"


"em em Tante ran gpp nih jg udah sehat hnya sedikit pegal aja "


'bisa berabe kan kalo aq cerita bhw yg nabrak anak Tante yg datar itu '


setelah bercanda ria ,dan saling mengolek bnyk pertanyaan dari Rania akhirnya mama Sekar pamit pulang dg perasaan sedih melihat Rania yg hidup serba kesusahan ,sendiri dan harus berjuang demi kehidupan nya


"Bu ibuk ada yg dipikirkan "

__ADS_1


"eh TDK pak percepatan mobilnya saya ingin segera smpai rmh "


"baik Bu "


__ADS_2