
"jgn difikirkan omongan mama tadi ,lagi pula q juga tidak ingin memiliki ank darimu"
perkataan yg diucapkan Damar dg santainya ,,, membuat Rania sakit kala itu ,,, bagaimana mungkin sepasang suami istri tidak menginginkan anak dlm hidupnya
'seberapa jijiknya dirimu pak hingga tak.sudi u/ menyentuh q , sebegitu tak berarti nya aq dihidupmu '
jeritan ** menyakitkan tak dapat diutarakan dg lisan ,,nampak menyakitkan namun ia bisa menyeka nya
dg tidur membelakangi Damar ,Rania mencoba menghilangkan fikiran** buruk yg diucapkan suaminya ,,,
namun Rania memang memiliki sifat tdk gampang melupakan sesuatu ia selalu kepikiran hal** kecil yg diucapkan oleh seseorang
yg namanya sifat memang tidak bisa u/ diubah ,,Rania sering bergerak ** mencari posisi yg nyaman hingga menimbulkan gelombang
"kamu kalo terus gerak ** tidur di sofa saja mengganggu ,,gk bisa ya tidur dg lelaki tampan ,,"
tak menjawab Rania langsung berpindah posisi ke dlm sofa
ππππ
14:00
Rania Dan Damar kembali ke rumah mereka ,,,dg langkah buru ** Damar meninggalkan rumah nya tanpa berpamitan
"sayang kamu jangan sentuh Rania Lo "
"tenang ren q tidak akan menyetuhnya lagi pula q sudah berjanji kepada Reno "
"yaudah kita belanja di mall lalu makan gimana"
"ok apa yg ngak buat pacarku ini"
__ADS_1
Damar dan Renata menghabiskan waktu bersama jarang** mereka bersama karna kesibukan Renata yg harus bolak balik luar kota
u/ menjalani pemotretan ,,,mereka bergandengan dg begitu mesra nya , berfoto ria hingga melupakan waktu
πΏπΏπΏ
sedangkan di rumah Rania memasak makanan u/ suaminya entah lah ia sangat bersemangat u/ memasak ,ia begitu lincah kesana kemari
menata dg rapi dan membersihkan dirinya ,memakai kulot plisket dan kaos dg warna senada ,lipblam pic yg ia gunakan menambah kesan manis
1jam ,2jam 3jam Rania menunggu Damar pulang namun ia juga belum melihat batang hidung suaminya ,bolak balik nonton tv ,celingak celinguk berkali ** namun tak ada yg muncul
hingga Rania tertidur di jam 22:00 ,disofa ruang keluarga ,,ceklek Damar membuka pintu dilihat lah istrinya yg nampak ayu itu
namun ia juga tak berniat membangun kan istrinya ,,,ia berjalan lurus kedepan segera menaiki tangga dan menuju alam mimpi
03:40
"apa pak Damar pulang MLM ini kenapa ia tak membangun kan q "
Gadis itu nampak bersujud bersimpuh memohon ampunan ,mengaji dg suara indah nya. dan dilanjutkan dg bergegas ke dapur
1jam berkutat ia sudah membuat masakan ,,,capcay ,dan ikan goreng segelas coffe dan lainnya
bergegas masuk ke kamar suaminya dilihat lah suaminya tidur dg begitu pulasny , membuat gadis itu bertambah sesak Krn mengharapkan apa yg tidak pernah di dapatkan
menyiapkan baju Damar ,sepatu yg telah ia lap dan memungut pakaian Damar ,,sudah berserakan kemana **
"pak ini udah jam 5 :20 pak silahkan bangun air sudah siap"
"hemm "
__ADS_1
dibawanya pakaian suaminya u/ dicuci di bawah ,namun nampak aneh karna ia tau ada aroma parfum perempuan ,bekas lipstik pun juga ikut menyangkal pikiran buruk Rania
"astagfirullah suamiku telah berbuat serong ,,, bagaimana ini ku ingatkan ,q yg kena semprot tak diingatkan q berdosa"
sebagai seorang istri yg tak dianggap Rania sadar bhwa segala urusan Damar ia tak boleh ikut campur ,,
namun sekarang ia adalah istrinya yg wajib menegur bila ada kesalahan
"baiklah akan kucoba "
setelah mencuci menjemur Rania pun akhirnya mandi dg bersiap pergi ke kampus
saat sarapan pagi Rania pun nmpak sesekali melirik suaminya yg makan dg begitu lahapnya ,di dalam hati bahagia ,namun juga sedikit terkuak mengingat semua nya
"pak boleh q bertanya "
"ya"
"kemana bapak semalam ,kenapa setelah pulang tak membangun kan saya "
"apa urusanmu tiba** kepo "
"pak saya ini istri bapak jadi wajib bagi saya mengingatkan bapak karna saya takut pak saya juga kena dosanya "
"sudah kubilang dari awal kamu adalah istri yg tak dianggap kamu tak memiliki wewenang mengatur saya ,bukan sudah saya katakan bhwa kamu jgn mengurusi kehidupan saya "
"pak tapi sa...."
"jgn membantah ini kan yg kamu inginkan terima sekarang "
brak dg melenggang pergi Damar mengebrak meja "
__ADS_1