Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 46 Hamil


__ADS_3

Sejak saat kejadian kemarin Rania semakin menjauhi Damar baik itu di kls/ dirumah bahkan bicara pun hnya di bls oleh anggukan


dan jika menurut Rania Damar bahagia ia slah besar karna Damar begitu gelisah ,ia merindukan sosok Rania yg dulu


diamnya Rania membuat mbok Jum pun merasa aneh pasalnya ia adalah gadis yg lucu dan asyik


"Rania sdh berangkat mbok"


"sudah tuan ,namun tidak sarapan "


"lah kan biasanya dia gk bisa klo gk sarapan dulu"


"maaf den mb Rania sudah saya tawari ,bahkan saya bawakan bekal namun ia tolak "


08:00 di campus


seminggu ini memang Rania merasa aneh ia benar** tak napsu u/ makan ,,susah tidur dan ditambah mual dan juga pusing ,,,berkali** ia memijit kepalanya dan membawa minyak angin ,,,


terlebih saat pk Damar memasuki ruangan kepalanya dan perutnya sudah tak bisa conek


"hayu kita kumpulin tugas kemarin ran"


"matiij ,,,punyaku ketinggalan di meja kamar"


"lah gimana sih Lo"


"yg belakang hijab navy ayo"


"ma maaf pak punya saya ketinggalan "


"oke sesuai aturan kamu bisa berdiri di lapangan "


"pak Rania lag-"

__ADS_1


"please mil aq gk mau debat aq keluar sekarang"


"what muka mu pucet ran "


"i am fine mil so don't worry please"


Damar melihat Rania tak seperti biasanya gadis itu nampak sayu dan pucat ,ia berdiri di depan lapangan kampus menghadap bendera 1,2-15menit berlalu


matanya sudah berkunang ** pandangannya kabur dan bugs Rania sudah hilang kesadarannya ,,


dan para mahasiswa yg satu kelas Rania pun mengetahui Krn kelasnya memang pas menghadap lapangan


"pak Rania pingsan "


"what Rania ,,,"


"please ran buka mata ran Hua pak Damar bagaimana ini"


setelah sampai Damar langsung membawa Rania ke atas brangkar ,ia pun tak karuan hatinya begitu deg degan pasalnya ia yg membuat Rania seperti itu


"mil apa kamu tau bhwa Rania sakit belakang ini "


"huaaa Rania sering mutah pak ia juga jrg makan saat kami bersqma pak dan Rania juga sekarang Huaaaa"


ceklek dr Hanna menyuruh Damar masuk karna ada hal penting yg ingin ia katakan ,,,Mila yg melihat hal itu pun melonggo


"bagaimana Han "


"tunggu Rania sadar dulu Damar"


"eugh ,,,sakit nya kepala ini "


"masih sakit ,,"

__ADS_1


"dr Hanna ,,,knpa aq ada disini "


"suamimu yg membawamu kesini ,,oh iya ada yg ingin aq tanyakan ran "


"silahkan dr "


"kamu udah berapa lama gk haid "


"udah 1bln blm ini dok biasanya tgl 23 tapi ini udah tgl 27 blm ,,,knpa dr bertanya begitu " ucap Rania bingung


"selamat Rania ,Damar kalian berhasil ,Damar junior akan segera lounching "


"apa ,jgn bercanda Han ,aq-"


"ya ya nanti tanya nya lagi skrg aq yg bertanya "


"dr Hanna a,,q"


"iya betul berati kamu kira** hamil sekitar an 1bln ya ran ,,u/ USG blm saya lakukan karna ini bukan ruangan ibu hamil ,,hemm jadi kalo kamu ingin USG ke ruangan sebelah "


"iya dok "


"Han kamu jgn asal ya aq baru "


"stop kamu jgn ngeyel kamu gk seneng istrimu hamil hah ,,,"


brak mila berjalan kearah Rania memeluk sahabatnya itu dg penuh kasih


"selamat ran "


"thanks Mila "


Rania melihat betapa sakitnya hatinya kala melihat Damar seolah kecewa dg dirinya ,,air mata luruh memenuhi pipi mulusnya

__ADS_1


__ADS_2