
Pagi yg indah udara yg teramat segar ,, walaupun redup karna mungkin akan turun hujan ,mendung membuat suasana pagi begitu nyaman u/ berada diatas kasur beserta selimut
namun tidak dengan Rania sudah rapi pagi ini ,ia memang harus manggung di acara pembuatan butik sebelah
memakai sepatu cat biru muda,celana jeans dan outher biru muda juga menambah kesan anggun
tak lupa ia juga sudah menyiapkan makanan u/ suami nya ,
"pak makanan sudah siap ,saya izin keluar "
"Hem"
memulai aktivitas paginya menstater motornya dg begitu lihai ,30 menit kemudian akhirnya sampai ditempat tujuan
"mb Rania ya "
"iya mb ,"
"mari saya antar bapak Johan sudah menunggu "
"permisi pk johan "
"eh kamu Rania ,ayo duduk dulu saya
pesankan makanan"
setelah berdiskusi panjang lebar akhirnya meeting pagi ini rampung , dilanjutkan dg Rania mengisi acara hari ini ,
setelah usai dg tugasnya diliriklah jam yg melibgkar ditangan nya menunjukkan pukul 15:00
hujan turun dg begitu derasnya membuat gadis cantik itu mengurungkan niatnya u/ pulang
tiba** tangan kekar pak Johan menyentuh bahu Rania. sontak gadis itu terlonjat kaget
"eh bapak ,saya jadi kaget "
tiba** tangan pak Johan sudah memegang dagu Rania ,gadis itu segera mengibas tangan pk Johan begitu kasar
__ADS_1
"bapak jgn kurang ajar "
"haaaa ternyata kau sangat cantik bila dari dekat sayang "
dg senyum menyeringai , membuat siapapun takut melihat ekspresi pak Johan kali ini
"hey cantik kita bisa menghabiskan MLM ini tnpa ada pengganggu "
"apa maksud bapak"
dengan dorongan cukup kuat membuat gadis itu terlentang ,tubuh yg bergetar hebat ,keringat keluar bercucuran menandakan ketakutan luar biasa
air mata mulai membasahi ,berjalan mundur ,dan teriakan ** minta tolong keluar dari bibir mungil gadis itu
"pak kumohon jgn lakukan apapun pak "
"haaa tenanglah manis q hnya ingin. melewati MLM ini bersamamu"
pak Johan mencekal tangan Rania dan memeluk gadis itu outher yg ia kenakan pun sudah berantakan ,hijab yg sudah terlepas dan rambut aacak** an
dg dorongan sekuat tenaga Rania mendorong tubuh pak Johan ,hingga membentur meja ,
mencengkeram dagu Rania ,hingga gadis itu merintih kesakitan
perlahan** si tua Bangka Johan mulai ingin mencium bibir Rania
bugss "ahh" dg langkah sekuat tenaga
gadis itu berlari ketakutan memecah cendela hingga tangannya berdarah
tiba** motor yg ia tumpangi menabrak ,mobil putih Rania tersungkur ke tanah ,
meringis kesakitan ,,dan sipemilik mobilpun keluar , menghampiri orang yg ia tabrak
"apa anda TDK apa** mb"
"hiiih ti tidak KA"
__ADS_1
Rania pun mendongkrak kepalanya melihat sipemilik suara yg orang yg menghampiri nya ,,sekejap mata mereka bertemu ,,,sosok yg sangat begitu familiar
sosok yg kini Rania rindukan u/ membagi keluh kesana ,,,
"Rania kamu ,kenapa bisa seperti ini"
"KA kak Reno "
dengan suara gemetar ,,tanpa hijab dan baju yg sobek terbuka ,,,gadis itu sangat berantakan
Reno pun dg cemas memeluk gadis impian nya itu yg tidak lain adalah Kaka iparnya saat ini , menenangkan Rania dlm pelukannya
mengajak Rania masuk kedalam mobil ,mengajak gadis itu u/ membeli teh manis ,,, menghibur gadis itu
"ada yg terjadi hingga kau seperti ini ran"
"KA a,,,,ku takut KA"
dg suara gemetar tangis pilu ,,,Ranai menceritakan apa yg dialaminya ,,,ia begitu trauma dg semua yg ia alami diusianya yg msih belia
kejadian** pilu yg dialami selama ini tidak seperti yg ia alami saat ini ,
"sudah ayo kuantar pulang ,jgn bersedih ran q selalu melindungi mu "
"KA Reno kenapa bisa tiba** lewat sini "
"q baru pulang tadi sore ,dan tadi abis dari acara ultah temen SMA Kaka ,eh lihat kamu yg acak** an kyk gembel "
"hiih KA Reno "
Rania sudah sedikit terhibur dg celotehan ** Reno ,,,mungkin bnyak yg reques jika Reno dan Rania bersatu
namun apalah daya Damar yg mengikat Rania dalam pernikahan
30menit berlalu akhirnya Reno sudah sampai dikediaman ,Damar , melihat lampu yg masih menyala menandakan Damar masih terjaga
wajah pucat pasi Rania sudah tak bisa dipungkiri ,berjalan gontai masuk ke dlm rumah Damar ,,baru beberapa langkah berjalan suara bariton terdengar di
__ADS_1
telinga Rania dan Reno ,,,tatapan tajam menghunus dari mata Damar . pandangan Damar jatuh ke soso Rania yg sudah tak berhijab lagi
sontak membuat Damar geram , pikiran** aneh mulai memenuhi pikiran nya