
1 Minggu terakhir ini Rania sering menjadi gunjingan para mahasiswa di kampus nya, melihat dari ciri fisik dan kebiasaan Rania muntah semakin memperkuat dugaan para mahasiswa
Rania pun sering diam dan acuh tapi tingkah mereka selalu semakin menjadi ** ,,hingga sampai di telinga para dosen
"disini aq ran yg paling bersalah , melihat mu dihina semakin membuat merasa terbebani"
"sudah lah pak ,,kan emang benar Rania memang hamil ,,ya walau perut belum besar namun,,ciri fisik lain tak bisa ditutupi "
"aq ,,aq harus bagaimana ran,,aq belum siap jika harus menghadapi pertanyaan** lain ,,,dan-!"
"sudah pak jgn dilanjutkan saya paham"
sakit ,,, bagaimana seorang perempuan yg nampak waras secara fisik namun tidak waras dalam psikis berkali** ia coba bertahan , tersenyum dan melupakan semua yg ada
ya Kampus itu adalah milik dari ayah Renata ,,,Damar masuk menjadi dosen pun karena Renata ,, entahlah apa yg ada dipikiran Damar ,,ia juga ada pabrik yg harus diurus namun cita** yg teramat ia dambakan adalah sebagai dosen
dan Renata pun juga sudah mengancam jika Rania masih ingin kuliah di kampus tsb ,,maka Damar harus tutup mulut bahwa ia telah menikah
awalnya Renata tak ambil pusing karena ,,gadis biasa itu tak kan mungkin mengambil hati kekasihnya
__ADS_1
namun ia semakin gusar kala mengetahui perihal kehamilan Rania ,,,Maka ia mengancam akan mengeluarkan Rania dan ia juga akan membuat Rania tak bisa berkuliah dimana pun
karena alasan itulah Damar enggan membocorkan semua nya ,,,tapi disaat ini kondisi yg berbeda Rania hamil ,,,ia sebagai seorang suami akankah membiarkan istrinya dihinaa sebagai perempuan yg hamil tanpa suami
🍇🍇🍇di cafe melati
"lama ya kita gk nongki** Kya gini"
"Hem "
"ada masalah "
"sumpek mil ,,aq bingung aq hamil tapi suami q Engan mengakui hiks**"
"mil kamu pasti tau kan kalo aq udah hamil besar anak** benar** akan membuli q bahkan aq yakin aq akan di DO oleh pihak kampus ,,,aq emang dulu gk berambisi ,,,bahkan aq sering terlambat ,,mil tapi aq mau punya gelar mil aq-"
"semua akan baik** saja "
setelah pulang dari cafe Rania langsung bergegas pulang jam 19:00 ,,Damar yg memainkan laptop di ruang tamu menghentikan aktivitas nya
__ADS_1
"dari mana kamu ,,kenapa gk izin ke saya "
"emang bapak peduli"
"ya jelas lah kamu kan-"
"udah pak saya cape mau istirahat "
brak tiba** pintu kamar yg Rania tutup kembali terbuka ,,Damar menarik tangan Rania dg kasar ,,,
"saya bertanya baik** ya kamu malah gak sopan,jgn ngelunjak kamu"
"ok pak emang saya harus apa ,,ha"
"berani kamu bentak saya ,,hormati suami kamu ran"
"suami bapak bilang memang kemawna pak ketika saya di bully hamil diluar nikah ,,,apa bapak membela saya ,,tidak kan ,,saya tau pak bapak memang tak mengakui ini anak bapak ,,,lebih baik kita hidup sendiri saja pak ,,,saya gk kuat pak saya stress ,,mental sya tiap hari di tekan ,,,berpura** baik** saja tapi aslinya saya gila pak gila ,,,huuuu hiii"
glek Damar begitu tersentak dg pengakuan miris istrinya itu , ternyata mental istrinya benar** tertekan ,,sakit diluar dan dalam namun ia tetap menutupi dg epik ,,,lelah yg sudah tak bisa di tahan ,,,unek ** yg tak bisa ia pendam
__ADS_1
ia begitu kasihan dg luka lahir dan batin yg dirasakan ,, oleh Rania ,, istrinya itu benar ** dalam tahap depresi .
brugks tiba** Rania sudah tak sadarkan diri