Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 29 Pindah rumah


__ADS_3

Di dlm perjalanan gadis itu hnya diam melihat lurus ke arah jalanan ,,Damar yg tidak enak hati kepada Rania pun mencoba membuka suara ,,,walau ia sebenarnya benci dg gadis itu tapi ia pikir tak enak juga ia dicueki


"ehem" Damar berdehem namun gadis itu tak bergeming sama sekali ia nampak ashik dg dirinya


hingga Damar yg kesal pun langsung memulai pembicaraan nya ia tak suka bila ada yg marah kepada dirinya ,,,bhkan ia pun yg seharusnya marah kepada gadis itu


entah lah author pun tak tau jalan pikiran lelaki itu ia selalu ingin menang sendiri ,,,


"hey apa kau marah dg ku "


tidak ada jawaban sama sekali hingga beberapa kali hingga Damar mulai emosi thd gadis itu namun ia tahan Krn ada pak Toni bisa** mamanya akan menyemprotkan lahar panas bila ia berperilaku aneh kepada Rania


akhirnya mereka pun sampai dg dibantu pk Toni menurunkan koper akhirnya mereka pun memasuki rumah baru Damar ,,rumah dg nuansa putih ,,taman yg indah dan gemericik air disebelah rumah membuat aksen rumah itu begitu lengkap


"sudah lama q ingin menyeretmu namun q urungkan "


"ah lepaskan pak bapak menyakiti bergelangan saya "


Damar yg sudah emosi itu menghempaskan tubuh Rania hingga mengenai tempok ,,,gadis itu memekik Krn pelipis nya berdarah ,,,tak menyangka bila Damae bisa sekasar itu


"sekarng kau bisa tau kan bila aq marah maka jgn sekali** kau buat q marah ,"

__ADS_1


gadis itu meringkuk sesenggukan memegangi pelipis nya yg kini sudah mengucur deras ,,,tiba** bayangan mulai kabur,kepala serasa pusing dan brusk


Rania sudah tak sadarkan diri dg tetesan darah yg terus mengalir ,,Damar yg sedang bertelepon ria pun akhirnya mengetahui jika istri nya itu sudah meringkuk


"ran ran bangun ran ,,ah astaga kenapa bisa berdarah apa q tadi ah ,,,"


ia menggendong tubuh Rania ke dlm kamarnya ,, membaringkan dg lembut diatas kamar tidurnya dan sesegera mungkin memangil dokter u/ memeriksa nya


Damar nampak mondar mandir setelah mengusap luka yg terus menetes ia tak cukup tau kenapa gadis itu sampai pingsan


setelah dokter Mega memeriksa ,dan memberi perban pada luka gadis itu ia pun akhirnya bertanya sebab ** kenapa istrinya bisa pingsan thd sahabatnya itu


"ia hnya kelelahan pasti kau mengempurnya habis ** an ya haaaa "


" benar ,,,jadi kalo main jangan ngebut** tuh istrimu jadi tak berdaya ,oh iya ngomong** kenappa ia bisa terluka sepertinya ia terbentur cukup keras ya "


"ah sudahlah jgn bnyk tanya mana resep obatnya sudah cepatlah kau pulang itu tadi ia terpeleset "


"oh yang akur sama istri ,ia istri yg baik bhkan q blm mengenalnya tapi dilihat ** seperti nya istrimu itu jauh lebih baik dari ren"


13:00

__ADS_1


Rania mulai membuka mata perlahan ia mengedarkan pandangannya nya mengingat** kejadian sebelum ia pingsan dg memegang kepalannya yg sakit ia berusaha u/ bangun


"kau sudah bangun Ini ayo makan dulu ,,lalu minum obatmu "


Rania yg masih dongkol dg perlakuan Damar pun tak bergeming ia masih kesusahan u/ bangun ,,dan tiba** tangan kokohnya membantu Rania u/ duduk


"sudah maap kan q tadi sekarang makan dan minum obatnya apa kepalamu msih sakit"


"iya "


"kalo begitu istirahat jgn turun "


"q blm sholat "


" di qodo saja nanti ,,ayo mkn dulu "


"mlm ini tidur seranjang saja kalo kamu sudah sembuh nanti bisa pindah ranjang "


'hihh dasar emang gk tau ya pak kalo suami istri itu harus sekamar ,,'


dalam batin ia pun masih mengumpat kepada suami nya itu

__ADS_1


kehidupan tidaklah ada yg baik** saja semua memiliki problem yg berbeda ** pasti itu entahlah semua sudah diberi skenario yg berbeda** yg tamapaknya heha heha belum tentu senyumann nya mengambar kan kesenangan hatinya ada ,,suatu hal yg ingin diutarakan namun masih ia pendam Krn seseorang tak perlu tau apa yg sedang menimpa kita ,,,


__ADS_2