Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 48 Siasat Renata


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Damar memulai aktifitas nya ,,,bergegas ia ingin segera sarapan pagi namun saat melewati kamar Rania tiba**


''Hoek Hoek ,Hoek " Rania terus saja memuntahkan isi perutnya namun yg keluar hanya cairan kuning


Damar mendengar sendiri saat ini istri yg tak dianggap nya itu sedang tak baik** saja perlahan tangannya mengayun ke depan namun ia urungkan karna gengsi yg begitu besar


saat ia melangkah hendak pergi tiba** pintu kamar Rania di buka , menampakkan tubuhnya yg sedikit tertatih hijab instan dan muka yg sangat pucat


saat Rania melihat Damar ia hanya berjalan sambil berpegangan dg tangga rumahnya ,,mbok Jum yg melihat pun langsung menuntun sang nyonya mudanya itu


" non Rania ,,,maap bibi -"


"tak apa bi Rania hnya ingin air putih dikamar hbis "


saat Damar menarik kursi untuk melakukan sarapan ia melirik istrinya itu yg malah memilih pergi dg diamnya


.Damar yg merasa diacuhkan pun mulai angkat bicara entahnlah ia paling tidak suka jika di acuhkan


"kemana kau pergi wanita j*lang ,,,isi dulu anakmu itu agar dia kuat seperti ayahnya yg bajingan "


Rania ingin sekali menjawab namun tidak u/ kali ini ia benar** ekstra lemah ia pun melangkah pergi menjauh dan kembali mengunci pintu kamarnya


"antar makanan nya kekamar mbok "


"iya den "

__ADS_1


segera mungkin mbok Jum mengantar makanan namun berkali** di ketuk sang pemilik kamar ,namun tak ada jawaban sama sekali akhirnya mbok Jum pun kembali membawa makanan nya


13:00 resto mesraah


"hey baby ada masalah kah kenapa wajahmu murung begitu "


"emm q banyak masalah sayang q bingung"


"why ,,,please telling me sayang"


akhirnya Damar menceritakan semua masalah nya saat ini mulai Rania hamil yg tau** sudah 1 bln dan ia juga menceritakan kejadian MLM itu


"kamu bodoh Damar ,kenapa kau sentuh dia ,,dan apakah kau tau itu adalah tak tiknya agar menjebakmu"


"q berniat menolongnya ren hanya itu saja e mlah kaya gini "


"yaudah aq bisa kok bantu kamu menyelesaikan semua ok please tenang ya "


dg nada manja dan terus mengelendot di tangan Damar beserta terus menciumi Damar Renata terus memberikan rangsangan kepada nya


dan tampak luar biasa godaan ** Renata sunguh membuat jakun Damar naik turun hingga menuntut kearah kamar resto itu


ya resto mesraah adlah milik Renata so jadi bebas mau ngapain,awalnya hanya ciuman namun semakin panas ,,,menjadi pagutan l*matan dan tangan Damar sudah kemana** hingga mereka mulai merasa kan hawa yg panas itu


tangan Damar mengeliar ,terus meremas kepemilikan atas Renata dan ya Renata sibuk menikmati nya dan terus memotret kesenangan itu

__ADS_1


'teruslah sayang kita akan terus bersama ok haaaa '


dan saat** mereka sudah akn melakukan penyatuan tiba** suara dering telepon masuk sekali ,dia kali,dan smpe 4 kali


"shiiit siapa yg menelepon ini"


"jgn diangkat aq sudah gk kuat sayang "


"bntar ya baby please "


",,,,,"


"ya ma tapi -"


",,,,,"


" ya aku pulang"


"sayang maap kita lanjutkan nanti ,q harus pergi skarng please"


"ah aq "


"janji nanti ok"


cuuup satu kecupan mendarat dilanjutkan dg Damar menahan sesuatu nampak tampak wajahnya bersemu merah

__ADS_1


'sial sakit sekali rasanya menahan ini ahh mama mengangu '


__ADS_2