
"bertahan ya mb ran "
"ahhh sakit bi huuu sakit "
"sabar ya mb sebentar lagi kita akan sampai "
dg peluh dan air mata Rania mencoba menahan sakit yg teramat kuat ,,,ceceran darah sudah kemana ** ia benar** takut dan syok u/ hal ini
dieluuslah perut nya dg sayang ,,,rasa sakit itu benar** menjalar ,pikiran** buruk terus menghantuinya ,,,rasa sakit hati yg ia rasakan pun sangat jelas bagaimana bisa Damar malah menolong orang lain namun meninggalkan istrinya yg kesakitan
"aiih sakit bik ,,,"
"Alhamdulillah sampai mb ,,,ayo pak tolong bantu mb Rania "
dg segera Rania di masukkan ke dalam UGD ,,,,inpus di pasang karena Rania kini sudah benar** hilang kesadaran ,,,dokter Hana terus menyuntikkan obat agar kandungan Rania bisa diselamatkan
diluar ruangan nampak bik ni,Reno mama Sekar yg menunggu dg harap** cemas ,,,bik ni pun juga sudah menjelaskan secara detai kejadian ** yg menimpa Rania
"KA Damar benar** brensek ma "
"mama tidak menyangka ren kakamu bisa se b*doh itu "
isakan** mama Sekar begitu menyakitkan ia masih tidak menyangka bahwa anak sulung nya itu tega terhadap Rania
"mama memang tau ren bahwa Damar bukan ayah dari anak itu tapi mama "
"jgn bahas sekarang ma ,,,jika ka
Damar seperti itu maka aq bisa menggantikan posisi nya ma "
ceklek dr Hanna membuka pintu ruangan tsb
"gimana han "
__ADS_1
"kondisi Rania benar** drop ia tidak hanya terguncang fisik namun juga psikis ,,,ia nampak stress dan kandungan nya benar** lemah apa boleh Tante Sekar ,,,Hanna tanya sesuatu ,,,"
"iya han ayo keruangan mu"
"baik ayu Tante"
setelah sampai di ruangan khusus mama Sekar menceritakan masalahnya secara detail dari usia kehamilan Rania , Damar tak mengakuinya ,dan kejadian dorongan yg dilakukan Renata
dr Hanna pun mengangguk** paham akhirnya ia pun juga menghubungi dr Dika u/ mastikan secara pasti
"seperti nya ini salah paham tante"
"apa nya han"
"sya sudah menghubungi dr Dika dan juga menyuruh Damar kemari ,,"
15 menit akhirnya dr Dika dan Damar memasuki ruangan dr Hanna ,,,kini ia pun mulai mengintrogasi semua orang
"dr Dika kpn anda menolong Rania waktu itu "
"apa buktinya ,,,"
"haih hanna tnyakan lah pada si Damar aq hanya menyarankan u/ menolong nya waktu itu"
dr Hanna mulai melirik Damar dan mengintrogasi nya
"Damar kamu melakukan hubungan itu"
"iya aq melakukan nya han lalau ke-?"
"apa anda mengeluarkan ****** di dlm rahim"
"apa **an kau ini han"
__ADS_1
"JAWAB"
"seperti iya sedikit "
"apa kau tau istrimu itu masih bersegel (perawan)"
"sepertinya iya "
"mari semua ikut saya ,,dan dr Dika tolong ,, lakukan tes DNA kepada temanmu yg b*odoh ini "
"what Han kamu "
"please lakukan sesuai perintah saya "
kini dr Hanna ,,pun memasuki ruangan Rania ,,,ia pun memulai memeriksa Rania yg kini terbaring lemah
"ran sya mohon izin u/ sedikit menyuntik di perut mu guna mengambil sedikit air ketubanmu"
"u/ apa dok apa itu tidak berbahayya"
"ini u/ kebaikan mu ,,"
setelah dr Hanna mengambil stok ketuban Rania kini ia serahkan kepada dr Dika u/ menganalisis
dan hasil nya akan keluar hari esok
"sayang mama disini "
"iya ma ran kuat kok ,,,"
"maaf maaaf sudah membuat mu seperti ini "
"semua akan baik** saja mah"
__ADS_1
genggaman yg begitu erat dari mama Sekar membuat Rania makin merasa nyaman ,,,di tambah Reno yg dari tadi tak beranjak pergi membuat dirinya sedikit lega apa lagi Reno yg selalu menyuapinya bubur ,,,walau Rania menolak ia tetap kekeh