Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 56 Terbongkarnya Siasat Renata


__ADS_3

Suasana yg begitu sunyi ,,semua hanya diam,,Damar tertunduk tak berdaya ,,ia lebih memilih diam dan menyetir mobil ,,


"sayang kamu yakin mau tinggal di rumah kamu "


"iya ma ,,yakin "


"ya sudah mbok Jum akn jg menemani mu "


"iya ma "


akhirnya mobil pun berhenti di depan rumah Rania ,,dg sedikit memegangi perutnya ,Rania dg langkah tertatih turun dari mobil


dg digandeng mama Sekar ,,serta mbok Jum yg sudah bersiap jg u/ pindah ke rumah Rania


"skrg kamu duduk dulu di sofa ,mbok ,bik tolong jaga Rania ,mulai makanan, vitamin, istirahat,dan jgn lupa pindahkan kamar tidur nya kebawah jgn biarkan ia naik turun,serta tutup pintu cendela dg benar "


"baik buk "


"sayang mama udah di jemput ,,skrg mama harus ke luar kota nenek mu sakit mama harus mengurus nya ,,maka disini kamu harus jaga baik** calon cucu mama"


"iya ma ,,hati**"


setelah kepergian mama Sekar kini tinggal Damar dan Rania ,, sesekali Rania nampak memejamkan matanya ,,sambil sedikit meringis karna keram perut sering melanda


"maap ran ,,q bersalah ,q"


"bapak bisa keluar sekarang saya butuh istirahat pak"


"istirahat lah ,,"

__ADS_1


secepat kilat Damar membantu Rania u/ bangun,,namun kembali lagi,dan lagi Rania menolak disentuh


sedikit tertatih Rania mulai memasuki kamar barunya,,ia lebih memilih secepatnya tidur karna ia benar** sudah lelah dan lesu ,,


"loh mas Damar tdk pulang "


"knp mbok ,,ini kan rumah istri saya jadi saya bebas dong mau ngapain saja "


"eh iya mas maap"


"siapkan kamar saya ,saya akan tinggal di sini bbrpa hari ,dan siapkan makanan yg sehat ,,saya akan makan MLM disini "


"baik mas "


entahlah tidak ada yg tahu mengapa Damar ,bisa berubah ,,ia yg awalnya tak mengakui anaknya ,ia yg membiarkan calon anaknya hampir keguguran kini malah ,, terlihat lebih peduli


ia yg membiarkan Rania kesakitan ,,lebih memilih Renata dg luka ringan ,,namun saat mendengar detak jantung janin itu ia begitu luluh seketika ,,tidak ada seorang ayah yg tidak bahagia mendengar detak jantung itu


"ad apa "


"sayang ,,kamu kenapa "


"sudah jgn telepon lagi / hubugi aq ,,aq benar ** muak "


tuut tutt telepon terputus


Flass back on


saat Damar membawakan bubur kesukaan Renata ,,tiba** ia mendengar Renata berbicara di telepon nya

__ADS_1


" lucu gk sih ma ,,,Damar malah memilih aq dg luka ringan nya ,,haaa q kan cuma pura** pingsan "


"kamu benar ** smart ren"


"aq gk rela ma jika Rania memiliki Damar ,aq juga udah menghasut nya tentang kehamilan Rania,,aq memfitnah nya ,,"


"kamu harus segera melenyapkan bayi itu "


"mama tenang ,,q akn segera meleyapkan penghalang q ,, yaitu bayi Rania ya kalo perlu Rania sekalian"


brekk ,,


"wanita b*jingan kau ya ,,jadi selama ini benar kata mamaq "


"sa sayang in-"


"aq mau kita putus ,,,dan jgn pernah kau berani menyentuh istri dan anak q "


"haaa kau yg b*jingan ,,,aq seperti ini karna mu Damar ,,kita sudah bertahun** pacaran namun apa waktu q kau sia** kan kau hanya ,menjadi kacung oleh ibumu "


"tutup mulutmu ren"


"aq harus memiliki mu Damar"


"cihh aq sudah tak akan mau melihat wajah mu ,keparat"


brekk


flashback off

__ADS_1


Damar benar ** tak habis pikir ternyata Renata tak sebaik yg ia kira ,,ia juga tak sebaik dan sepolos itu pantas saja mamanya benar** menolak nya menjadi menantu


"ternyata aq yg bodoh ma ,,,Damar menyesal akan semua yg Damar lakukan"


__ADS_2