
Tampak seorang laki** berjalan getir ,mata yg menampakkan kekecewaan ,,rambut kusut dan menyeret gitar memasuki rmh mewah keluarga Atmaja,
hati Reno benar** hancur setelah mendengar semua penuturan dan penjelasan Rania hari ini ia begitu kalut akan rasa sakit itu
"hey kau knp nampak frustasi seperti itu ,,,apa kau tak mendapat temen baru hum? "
goda Damar kpd adiknya itu namun satu huruf pun Damar tak menjawab nya ,lelaki itu hnya bungkam tak ingin bicara
"heh knp dengan nya ,,,ku tanya baik** malah melengos dasar"
Reno menghepaskan badan nya ke kasur empuknya ia juga mengunci pintu rapat** agr tak ad yg mengusiknya
hingga mkn MLM pun tiba namun Reno tak juga menampakkan batang hidungnya,semua yg SDH menunggu menyuruh bibi memanggilnya namun tdk ada sautan kata bibi tadi
"Hay ada apa ank itu ,,,kamu apakan adikmu itu sampai murung seperti itu"
"dari plg tadi sdh begitu ma q bahkan TDK tau apa penyebabnya"
mama Sekar yg bingung pun akhiy mengetuk pintu kamar putra bungsunya itu ,,, setelah mkn MLM usai
"nak apa kamu sakit,nak ayo makan dulu kamu blm mkn sayang "
namun TDK ada jawaban dari Reno akhirnya mama Sekar mengambil kunci duplikat kamar Reno
__ADS_1
ceklek
perlahan mama Sekar masuk ke dalam kamar itu dilihatnya putranya itu meringkuk sambil memeluk gitar wajah yg berantakan , tampilan acak** an semakin membuat mama Sekar bingung
jelas dapat di pastikan bhwa Reno sedang tidak baik** saja di Elus perlahan kepala putranya
"nak jika ada masalah bicara sama mama ,,mama mungkin bisa bantu "
tdk ada sautan / pergerakan sama sekali dari anak nya itu hingga membuat mama Sekar semakin diambang kebingungan
"jika kau diam begini mama TDK akn tau apa masalah mu nak ,coba bicara "
"ma Reno ingin sendiri tolong ma mama jgn membujuk q u/ bercerita apapun sekarang q mau sendiri "
ππππ
setelah bercerita panjang lebar kepada Mila ,Rania sedikit lega rasa bersalah selalu menghantuiku nya apalah daya ia hny pasrah kepada takdir yg diberikan
ia berjalan menuruni tangga kamarnya mulai memasak , membersihkan rumah dll ,,,sesekali ai menanyakan cafenya kepada pelayanan nya ,,,tak terasa hari sudah gelap
waktunya seorang muslim menjalankan kewajiban nya ,,dg begitu khusu Rania menengadah tangan nya ia berharap bhwa ia akan mendapatkan kebaikan dlm hidupnya
tiba ** tung tung jeng suara panggilan masuk ke dlm ponselnya ,,,Krn begitu berisik Rania blm sempat membuka mukena nya
__ADS_1
Dosen medeni
dasar Rania menamai calon suaminya dg hal ** yg aneh ,,,waktu itu memang semua maha siswa harus mengumpulkan tugas lewat ponsel jadi terpaksa ia harus meng save no Damar
"ya pak ada apa "
Damar seakan tertegun melihat pemandangan teduh di depan nya natural dan nampak menyejukkan ,pipi putih bibir mungil,bulu mata yg hitam dan lentik
"mama ingin mengajak mu mkn malam besok di restoran GG "
"baik ,JM "
"jam 7 ku jemput ,,ingat jgn telat semenit pun saya tak suka menunggu "
tut Tut Tut
telepon dimatikan secara sepihak oleh Damar begitu saja ,
"dasar katanya dosen tapi gk punya etika sedikit pun , menyebabkan sekali "
πΏπΏπΏ
'ah kenapa ia begitu sejuk di pandang ,hey Damar masa memikirkan gadis itu hih amit** kekasih mu Sdh lebih dari siapapun'
__ADS_1
gas in lgi dong vote nya masa dikit amat ,komen ,like nya dong biar author semangat