Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 2 harus mandiri


__ADS_3

"assalamualaikum ayah ,mama"


"walaikumslm dduk,ayah sudah menunggu "


"ada yg ingin ayah bicarakan sama Rania tumben ayah menyuruh ran datang"


"umur mu Sdh 19 Thn langsung saja mama potong pembicaraan kalian mama dan papa ingin kamu mandiri ,kamu hrs mandiri mulai sekarang papamu TDK akan menanggung biaya hidupmu kamu harus bisa menghidupi kebutuhan mu "


mama tiri Rania langsung to the point tak ada yg ditutupi Krn baginya Rania. hny beban dlm hidup mereka ,Rania menghela nafas panjang


"baik ayah jadi itu yg ayah ingin bicara kan dengan ran "


" tenang ran ayah akan memberikan mu tabungan satu bln ,dan cafe melati peninggalan ibumu urus lah beserta rmh yg kau tempati ayah serahkan kepadamu"


"baik ayah semua keputusan ayah ran terima ,terimakasih atas semua pengorbanan ayah selama ini doakan Rania agar bisa seperti yg ayah inginkan"

__ADS_1


dengan langkah berat menitihkan air mata membasahi pipi mulus Rania ,iapun pulang kerumah nya dengan rasa kecewa yg dalam ,huhhhhss "berat ya Allah semoga engkau permudah "


20:30


duduk merenung atas apa yg dialami Rania betul ** kacau setelah ibunya pergi ,ayah yg seakan tak peduli dan yaahh ia hanya seorang diri tiba ** ia ingat pesan sang ibu


Flass back


"ran kamu harus kuat ibuk TDK akan terus berada disamping kamu ,hidup itu kejam ran kadang kamu harus melawan arus ,diterba badai ,diombang ambing dilautan ,tp pesan ibu hanya satu jgn berhenti kamu hrs melangkah ,ibu TDK tau sampai kpn ibu akan terus bersama mu jdi kamu harus bisa menjadi bidadari yg tangguh"


"ibuk tolong jgn bicara sprti itu ran yakin ibu kuat ,ibu harus sembuh ibu ibuk ran SDH tak punya siapa** Bu "


saat ibu Rania di makamkan saat itulah Rania hanya pasrah memohon agar Allah menerima semua amal ibunya dan mengampuni dosanya


dengan langkah lemas Rania masuk kedlm rmhnya menangis tersedu** disamping foto ibunya

__ADS_1


"nonn yg sabar nyonya orang baik pasti Allah tempatkan disisi yg terbaik" ucap bi Ema kala itu namun hanya dibls anggukan oleh rania,


Flass back off


'ibuk ran kangen ,sekarang ran harus mandiri tanpa bantuan siapapun andaikan ibu TDK pergi ran TDK akan sperti ini ' keluh Rania namun iapun bangkit perlahan Krn teringat pesan sang ibu bahwa ia harus mandiri


"yakin Rania Maharani kamu bisa ,i can,demi ibuk dan dpat kupastikan mama tiriku itu kalang kabut " dengan langkah semangat iapun menuruni anak tangga ,menstater motornya dan pergi membawa gitar kesayangannya menuju kafe melati


yaa kafe melati itu tdk rame bahkan bisa dikatakan sepi namun Rania begitu yakin Krn ibunya dulu sangat bekerja keras membangun kafe tsb ,Krn ibu Rania telah pergi jadi kafe itu TDK terurus dengan baik


dengan semangat Rania masuk mulai mengedarkan pandangannya kafe melati itu ,sangat krg nyaman memang Krn SDH lama TDK ada sentuhan seni ,ditambah gayanya yg biasa saja,menu yg kurang kekinian pun menjadi sorotan Rania


"non Rania tumben ksini ucap waiters"


"iya sekarang sya yg akan mengurus kafe ini"

__ADS_1


"baik non ,apa non mau minum "


" tidak bawakan laporan keuangan & daftar menu kemari"


__ADS_2