Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 58 Usaha Damar


__ADS_3

Tidak seperti hari** biasanya Rania benar** menikmati posisi nya sebagai bumil muda rasa mual ,kantuk ,pusing dan lemas sering kali melanda tubuhnya


seperti siang ini jam 14:00 ia masih nyaman dg posisi nya ,,,selepas sholat dhuhur ia lebih memilih kembali u/ tidur


"Rania dimana mbok "


"eh mas Damar masih tidur seperti nya mas ,"


"heh masih tidur ,,berati dari pagi cuma tidur"


"iya mas ,,kalo begitu mbok permisi dulu"


ceklek Damar kini membuka pintu kamar Rania ,,,benar kata mbok Jum bahwa Rania masih betah dan masih tidur


"dasar "(sambil geleng** kepala)


Damar pun membersihkan tubuhnya yg seharian ini lengket ,,,ia memakai celana jeans dan kaos oblong


dg perlahan Damar mulai membangun kan Rania ,,berkali ** ia membangun kan istrinya itu namun sama sekali tak mendapat tanda** u/ bangun ,,,


dg sedikit paksaan Damar mulai menyiratkan air dalam wajah Rania


"aa ,,"


"kan bangun sini ayo makan"

__ADS_1


"bisa gk jadi orang itu jgn egois ,jgn otoriter dan jgn suka ngatur** orang "


"eh kok ngegas gitu"


"udah lah ngapain sih bapak ngurusin saya ,urusin pacar bapak sana,,saya muak dengan drama kaya gini"


"kok jadi ngerembet** sih kamu ,,aq itu tulus ya ,bukan ada apa**nya paham jdi orang jgn pecicilan"


"oh iya pak saya paham ,,bapak tulus karena saya lagi mengandung anak bapak kan ya kan ,kalo gk bapak gk mau kan ngangep saya ,,cukup pak pulang saja aq muak aq capek "


tiba** ditengah perdebatan mereka ,,Rania mulai memegangi perutnya ,,,ia benar** tak bisa melanjutkan ocehannya ,,,keram yg begitu sakit


"ahhh "


"alesan kan kamu kalah debat"


kini Rania benar ** sunguh tak kuat ia memilih mencari** obatnya


"jgn ngelawan sama suami dosa ,,tuh tau akibatnya kan ,,ni minum obatnya"


🎀🎀🎀


1 Minggu setelah Damar membujuk Rania ,,kini akhirnya ia pun berhasil ya masih dalam mode yg sama Rania masih begitu cuek dan dingin kepada Damar


jika dulu ia yg begitu cuek kini Rania lah yg cuek,,

__ADS_1


"mau makan dimana malam ini"


"gk kemana ** aq cuma mau besok kuliah aja plus aq juga mau handle cafe aq lagi titik"


"terserah ,,bosen tau bilangin kamu yg psecicilan itu "


"emmm pak apa bapak mau makan di angkringan "


"heh "(melongo)


"ya iya lah gk mau kan seleranya ja model masak mau makan di angkringan ,,gk mungkin lah "


"ok ayam bakar madu pak Slamet "


"what pk -"


"udah hayuk "


kini Rania tengah begitu lahapnya menikmati makanan nya ,,iapun merasa tak mual kali ini ,,beda jika makan di rumah


'maaf ran aq yg selama ini salah ,,aq sadar setelah engkau berada di rumah sakit itu ,,,memang aq masih belum tau apakah aq sudah mencintai mu / belum tapi di dalam rahim mu ada anak q ,,,ia darah daging q dan ,,,aq berjanji aq akan menebus semua dosa ** q ,,aq bahkan siap mengorbankan jiwaku u/ anak q dan dirimu memang ku akui aq belum mencintai mu ,,,dg pesona dan kesederhanaan mu kuyakinn tak butuh waktu lama


melihat dirimu seperti ini semakin membuat q yakin bahwa pilihan mama benar ** tidak meleset ,,q akan berusaha sekuat tenaga u/ melupakan Renata dan mulai kehidupan baru bersama mu dan anak kita '


"bapak ngapain bengong gk mau ayam nya ,,yaudah kalo gk mau buat q aja "

__ADS_1


"what"


__ADS_2