Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 44 Mas


__ADS_3

"kenapa lampunya mati,,,mas kenapa lampunya mati "


tidak biasanya ketika Rania pulang dari cafe lampu rumah Damar mati


dan mobil Damar juga belum nampak


"kemana mas Damar "


ada yg nanya kenapa sekarang Rania memanggil Damar dg sebutan mas


Flass back on


"pak pak tunggu in "


"saya non siap mau beli somay berapa non "


"heh"


Damar yg melihat kejadian itu pun semakin kesal ,,,ya secara itu ditempat umum ,,Rania memanggil nya dg pak


menambah kesan Damar terlihat tua


Rania yg merespon tukang somay pun akhirnya membeli nya ,,,dg tangan ditarik Damar iapun segera mengikuti ke arah mobil


dan terjadilah Omelan panjang dan mulai sejak itu Damar tidak mau dipanggil pak ketika tidak di kampus


Flass back off


dan saat Rania menyalahkan lampu rumah tiba**


"surprise "


nampak semua berkumpul mama ,Papa ,ayah,Mila ,Damar dan Reno


"selamat ultah yg ke 19 sayang mama harap kamu semakin dewasa sehat selalu dan tambah sukses serta tak lupa mama minta seorang cucu dari kamu "

__ADS_1


"terima kasih ma "


"selamat ultah anak ayah ,,doa terbaik dari ayah "


Rania dg erat memeluk ayahnya rasa rindu terhadap ayahnya kian memuncak


"ran doa sendiri nanti aq Aminin dan semoga segera jadi mom "


"jadi ini kamu marah sama aq cuma sandiwara "


"ya kalee"


"selamat ultah Rania dulu aq berharap banget saat ** kamu ultah aq bakal ngelamar kamu eh sekarang udaah jadi Kaka aq ,so i wish you happy "


"thanks for all KA Reno "


pelukan erat Reno sukses membuat seorang Damar panas dingin ,,dan memilih pergi dari tmpat acara


🌿🌿🌿21:00


memakai kaos putih dan celana chinos navy menambah kesan cool u/ seorang Damar Atmaja


"mas udah makan "


tidak ada jawaban


"Ran ambilin ya tak bawa kesini"


tdk ada jawaban


Rania yg merasa dicuekin akhirnya merebut paksa laptop Damar sekilas pandangan bertemu


"ngapain kamu kesini pergi dari kamar q "


"ok Rania bakalan pergi tapi mas harus makan dlu so kalo mas gk makan a,,"

__ADS_1


Damar membungkus tubuhnya dg selimut tanda tidak ingin berdebat dg Rania


"huuuhss"


dg langkah berat wanita itu keluar dari kamarnya ,,,ia pun memasuki kamarnya beberapa kali ia pejamkan mata


namun tak bisa u/ terpejam hingga pukul 23:00 ,,,dan tiba** cleep


lampu rumah tiba** mati entahlah itu mati pusat / karena listrik dirumah nya itu yg bsermasaalah


"lah kan ini apa an ,,,mas jgn bercanda deh aq takut gelap "


"mas ,,mas Damar "


hingga terdapat Sambaran petir yg keras ,, membuat tubuh Rania melonjak kaget


"aaaaaa aaaa ayah ibu "


dan brakk Damar membuka kamar Rania dg paksa ia berjalan dg senter hpnya dilihatnya Rania yg meringkuk ketakutan


"hey kenapa ,,saya disini "


"mas aq takut mas hiii"


dg memeluk erat tubuh Damar Rania begitu ketakutan karena disaat gelap dan petir itu mengingat kan dg kejadian masa lalunya


"listrik nya padam pusat jadi kamu tidurlah "


"gk pak aq takut mas aq gk mau tidur sendiri "


"yaudah sini mas temeni "


akhir nya Damar menemani Rania dg posisi Rania memeluk tubuh Damar erat


maaap ya author lage sakit jadi gk bisa up ,,, doain in semoga lekas baik** saja ya gaiis

__ADS_1


__ADS_2