
Setelah menjalani prosesi melelahkan akhirnya kini waktunya u/ merebahkan diri rasa lelah dan penat setelah sekian pagi hingga MLM mereka berdiri ,kaki yg keju , pinggang linu dan badan yg terasa amat lengket
ceklek
Damar memasuki pintu kamar sesuai yg diarahkan oleh Rania ,bergegas mandi dan berganti pakaian a
"huuh semelelahkan ini ternyata menjadi pengantin"
"permisi pak apa bapak SDH slesai ,saya mau mandi soalnya kran di bawah mati "
tanpa menjawab Damar hnya mengangguk saja ,,, Rania dg lankah jenjang nya memasuki kamar mandi dg membawa baju gantinya
40 menit berlalu rania membuka pintu setelah menyelesaikan pembersih an diri ,,,dg kepala tertunduk Rania berjalan menuju meja rias
guna menggunakan lation MLM nya ,,,dg masih memakai hijab pet nya ,ia sangat begitu gemetar berada dlm satu kamar dg seorang laki**
saat Rania sibuk memoles wajahnya tiba** suara bariton mengagetkan nya
"apa kita akan tidur seranjang "
"eh uh begini pak maap sebelumnya kamar di bawah kasurnya SDH jebol TDK nyaman jika digunakan "
"lalu"
"kalo bapak TDK mau seranjang dg saya ,,saya bisa tidur di sofa pak bapak TDK perlu khawatir Krn saya SDH biasa"
saat Rania ingin mengambil bantal nya tiba ** Damar menatap nya intens ,,sejenak mata mereka bertemu keguguran sangat terpancar dari wajah ke duanya
"tidur lah di sini kau tak perlu berpindah ,,q TDK akan menyentuh dirimu "
__ADS_1
entah mengapa hati Rania begitu sesak mendengar penuturan Damar barusan ,,,sakit bagi seorang perempuan jika di acuhkan oleh suami apalagi ,suami yg TDK mencintai istrinya
dg tatapan sendu akhirnya Rania tidur dg membelakangi Damar ,,,tetesan air mata merembes ,,,dari mata indah gadis itu
'hiks kenapa begitu sakit mendengar itu ya Allah '
namun mau di apa kan lagi ia harus menerima perilaku Damar Krn ia sudah memutuskan menerima Damar beserta konsekuensi yg ia dapatkan
ini mungkin belum seberapa entahlah hari esok kita TDK akan tahu Damar akan berlaku apa Dan bagaimana dg Rania
isakan kecil itu nampak membuat bahu Rania gemetar ,,, ternyata dari Damarpun blm jua memejam kan mata ya begitulah pengantin baru kadang susah u/ tidur cepat
"hentikan tangisan mu q terganggu dg tangisan itu ,jika kau ingin diberlakukan seperti layaknya pengantin baru q TDK akan bisa "
deg deg
suara azan subuh sayup** terdengar dlm telingga Rania ia pun dg sayup** membuka matanya perlahan dan begitu terkejut nya Rania bhwa ia dan Damar sedang berpelukan kala itu
"aaa,,,,aaa,aaa"
dg kagetnya Damar membuka mata ia pun sontak menjauhkan tangan kekarnya dari tubuh sang istri
"hey kenapa kau memelukku haa"
"knp bapak juga memeluk q "
"kau pasti yg memeluk duluan "
"hey bapak pd sekali u/ apa ,dan apa untungnya "
__ADS_1
setelah mengalami berdebatan akhirnya keduanya pun beranjak pergi ,,,dg sesekali Rania melihat sekujur tubuhnya yg masih aman
ia mendengus dg mengelus dada ,,,ia berfikir bhwa Damar akan bermacam** namun ia salah akan hal itu ,,bajunya msih lengkap
"haey cepat kau mandi kenapa mematung disitu kita harus cepat azan sudah selesai dari tadi "
suara Damar yg menggelegar membuat gadis itu terlonjat kaget ia pun memasuki kamar mandi dg terburu**
bugs auu ia merintih karna terpeleset air sisa Damar mandi tadi ,Damar yg melihat hal itu langsung terbahak** betapa bodohnya istrinya itu berjalan tnpa hati**
"dasar b*odoh dirimu itu makanya mata di pake "
'sumpah demi apapun pk Damar adl orang yg paling menyebalkan dari segi apapun ,,,'
07:00
setelah Rania dan Damar usai berkemas ,,mereka pun sudah turun dari lantai 2 karna sopir yg sudah menunggu ,mereka berencana akan pindah ke rumah Damar sendiri
langkah berat ,tetesan air mata pun luruh begitu saja ia masih enggan meninggalkan rumah itu ,rumah saksi perjalanan hidupnya ,,,TMP ia bercerita kpd ibunya ,,, memeluk ibunya kala itu ,,namun kini ia tak ada pilihan lain
ia sudah menjadi seorang istri yg harus patuh dan ikut kemana pun suami pergi ,,,Damar yg menyadari itu langsung mengeluarkan sikap menyebalkan nya guna menghibur
"kau ini cenggeng sekali kau bisa dtg kesini lagi begitu saja mewek dasar "
"bisa gk sih bapak sedikit saja mengerti pak ,bapak tdk tau betapa beratnya hari** saya dan saat ini harus meninggalkan rmh ini "
ia pun melengos memasuki mobil yg sudah disiapkan entah lah ia begitu emosi dg candaan Damar ,yg padahal hnya candaan receh saja
ia menutup pintu dg keras hingga sopir Ter kaget ** Damar yg melihat pun nampak binggung
__ADS_1