
Setelah kejadian kemarin Damar semakin datar pria itu nampak semakin acuh ,,masakan yg dihidangkan tak pernah disentuh ,,apapun yg Rania kerjakan bahkan selalu salah
drrr Rania mengangkat ponselnya ,,
"selamat pagi mb kami dari pihak radio jaya FM ingin mengadakan wawancara dan sekaligus mengundang mb ke studio kami "
"em begitu apa hari ini ya mb acaranya"
"betul mb kami mohon dadakan karna dari kuis yg kami adakan para niitizen mengusung nama mb ,u/ kami undang , bagaimana apa mb biaa "
"heum saya usahakan KA "
tutttt
'haah semoga kejadian** buruk tak kan terulang ,aq akan mengajak mila'
baru melangkah beberapa jangkah ,,tiba** gadis itu dikagetkan dg kedatangan seorang wanita cantik ,sexy dan juga tinggi
tidak lain tidak bukan ia adalah Renata wanita cantik yg pernah bergelendot manja di lengan sang suami ,,sakit bagai disampitt melihat pemandangan yg begitu mengejutkan
"hey gadis kecil kenapa kau begitu kaget ,hooo apa kau sudah tau bahwa q adalah ,,,"
"hey sayang kenapa kau pagi** harus repot kesini "
suara alunan yg begitu indah diucapkan dari seorang damar ,selama hampir 2 bln lamanya tak pernah Rania mendapatkan perlakuan manis dari sang suami
Rania melangkah kedapur membuat minuman hangat u/ kekasih suaminya ,rasa sakit tak gadis itu hiraukan bahkan Rania sadar bahwa ia tak ada apa**nya dibandingkan dg Renata
"silahkan KA teh hangatnya "
menyodorkan pada Renata dan juga Damar ,gadis itu nampak sudah biasa melihat kemesraan 2 insan itu
__ADS_1
Renata kini pun sudah mulai berani berduduk manja diatas paha suaminya mengalungkan tangan dan bahkan kiss pipi
'sadar ran kau ini siapa gadis kecil yg tidak punya ap** ,gadis kecil yg menganggu hubungan orang ,,kamu memang pantas di perlakukan seperti ini '
mengambil tas selempang dan segera melengos pergi dari rumah kejam itu ,,gadis itu sekuat tenaga menahan sesak ,sambil mengintari jalanan yg mulai padat
sampai di cafe sudah nampak Mila menunggu di dalam cafe ,,melambaikan tangan agar sahabatnya itu tau ,bhwa ia sedang dipojokkan
dg langkah gemetar Rania menghampiri Mila ,menulungkupkan wajah manisnya di atas meja cafe
sontak membuat Mila bingung tidak biasanya sahabatnya itu seperti ini
"are you okay best"
tidak ada jawaban
"kalo ada apa** bilang masak kamu gk bilang katanya besti aq ,klo gk bilang ya udah q plg deh "
"mil ,,,sakit mil "
"kehidupan q semakin hancur mil pak Damar ,terang** an selingkuh didepan q ,aq udah gk kuat mil rumah tangga q udah gk bisa q perjuangin huuuu aaaaa"
"eh tunggu ** sejak kapan kamu jadi lemah gini dan sejak kapan kamu ,,, aaa jgn bilang kamu udah cinta sama suami mu itu ran ".
"ya aq gk tau tapi sakit banget dikhianati terang** an mil huuu"
setelah menumpahkan segala asa kini Rania sudah melakukan acara sesi tanya jawab dan juga on air di radio
Mila yg sudah menunggu pun akhirnya dg bangga bertepuk tangan suara sahabat itu memang tak diragukan lagi
setelah mereka pulang Rania mengendarai motor nya ,jam menunjukkan pukul 19:00 gadis itu harus datang kecafe kembali
__ADS_1
ya karna hari ini ada lah laporan bulanan yg harus Rania chek sendiri
,jadi mau tidak mau ia harus turun tangan sendiri
2jam berkutat didepan laptop menghasilkan hasil provit luar biaa pemasukan bersih 20juta membuat gadis itu mengembangkan senyuman nya
"ah jam 9 aq harus segera pulang ,,sepertinya aq juga perlu mengadakan perluasan cafe ini ,,doain ran ibuk ,,Rania bisa "
22:00
dg basah kuyup ,berjalan mengendap ** masuk ke rumah Damar ,lampu yg sudah mati menandakan penghuni rumah telah tertidur
berjalan pelan dg baju basah kuyup ,teek suara saklar Daan jeng** Damar memasang mata elangnya ,,
"dari mana saja kamu "
"itu pak dari on air terus ke cafe "
"kamu tahu ini jam berapa kan bocah"
menjawab dg nada dongkol ,Ranai masih kesal dg Damar yg sudah bermanja** dg wanita lain didepannya
jadi gadis itu pun berani menjawab apapun ,
"tau ,,"
"jangan seenaknya kamu bocah kecil disini ada aturannya dan kamu adalah tanggung jawab q bukan"
"sudah pak jika bapak ingin berdebat besok saja ,saya cape "
baru melangkah bberapa jangkah tiba** suara Damar kembali menggelegar
__ADS_1
"kamu disini hanya numpak jadi kamu harus tau aturan rumah ini ,kamu ini hanya merepotkan saya ,kurang apa ha kamu itu udah enak semua kebutuhan saya yg nanggung jadi jgn seenak nya tinggal disini ,ini bukan hotel"
jlebb suara Damar membuat gadis itu bergetar namun ia tetap melangkah tangisan nya pecah ,,,sesakit ini kah menikah