Pak Dosen Suami

Pak Dosen Suami
bab 55 Darah dagingmu


__ADS_3

kini semua telah harap ** cemas menunggu hasil lab


"bagaimana Dika hasilnya"


"sebentar Tante saya lihat ,dlu dan u/ kalian semua bisa lihat ya ini amplop masih dalam segel "


dr Dika pun membuka hasil lab tersebut ,,,senyum dr Dika pun mengembang sempurna


"hasilnya adalah 99,8% identik Tante bayi yg dikandung Rania adalah anak Damar "


"Alhamdulillah ,,ya Allah akhirnya pa kita punya penerus"


"dan u/ kamu Damar selamat karena hasil dugaan q tak pernah meleset "


setelah semua riuh tiba** dr Hanna pun mulai angkat bicara


"ekhem ,,,mari kita lakukan USG u/ lebih detail memastikan"


kini Rania berbaring lemah dalam brangkar rumah sakit ,,Damar ,mama sekar pun turut ada dalam ruangan tersebut

__ADS_1


dr Hanna mulai melakukan hasilnya dan deg deg deg suara detak jantung mulai terdengar


lalu dr Hanna pun mulai mengarahkan pada layar monitor agar semua dapat melihat ,,si biji ketumbar


"dan kalian bisa lihat ia begitu mungil,sehat dan u/ usia nya baru 29 hari ,,,kalo kamu masih meragukan nya kamu bisa menghitung dari kamu melakukan hub suami istri pak dosen Damar yg b*doh"


"what apa maksud mu Han ,,tapi 1minggu yg lalu kau mengatakan umur bayi it-"


"u/ memastikan kita bisa lewat USG pak dosen Damar ,,tapi u) mengira** kita pake metode terakhir Rania haid dan waktu itu aq juga bilang jika kau bisa membawa istrimu ke ruangan khusus obygn tapi apa kau membawanya tidak bukan kau ini dasar dosen terb*doh yg pernah ku tahu"


"minggir kamu ,,mama benar** kecewa dg dirimu yg t*lol ini "


"nak maafin mama yg-"


"gpp ma ,,ran boleh balik pulang sekarang ngk "


"u) pulang sepertinya sudah boleh tunggu obat dan vitamin yg nanti saya sarankan ya ,,dan ingat don't stres dan tetep istirahat sementara dalam seminggu / 2minggu kamu jgn pergi kuliah ok "


"baik dr Hanna terimakasih"

__ADS_1


setelah dr Hanna dan mama Sekar keluar kini tinggal Damar dan Rania dalam ruangan tsb


suasana canggung pun mulai memenuhi ,,,Damar begitu merasa bersalah bagaimana ia bisa tak mengakui darah dagingnya dan tega membiarkan nya hampir kehilangan janin tersebut


Damar begitu terenyuh kala mendengar detak jantung janin nya ,,,ia sangat merasa bersalah dan tertunduk tak berani mengalihkan pandangannya kepada istrinya itu yg kini berbaring di depannya


bagaimana ia bisa sebo*oh itu memilih membawa Renata ketimbang istrinya yg pendarahan kala itu


"ran aq-"


"bapak kalau mau bicara jgn dg saya ,,saya gk mau dan gk akan pernah maafin bapak ,,saya bisa kok membesar kan anak saya tanpa ,, seorang ayah"


"kumohon ran u/"


"tidak pak saya sudah sabar u) kesekian kalinya bapak lebih memilih wanita itu ketimbang saya yg hampir saja kehilangan ,,janin saya ,,,cukup pak bapak tak perlu mengakui bahwa ini adalah anak bapak ,,saya bisa berdiri sendiri tanpa suami seperti bapak"


bagai tamparan begitu keras ,,,jarum menusuk dada ,,,Damar tertunduk lemas mendengar penuturan istrinya


'oh tuhan kenapa aq baru sadar bahwa aq ini b*doh ,,dan aq hampir saja membunuh janin mungil itu ,,dan yg paling parah aq tak mengakui mu ,,,nak maafin ayahmu yg b*doh ini nak ,,,

__ADS_1


ayah menyesal telah membiarkan mu kesakitan ayah egois nak ,,,'


__ADS_2