
Jika pengantin baru pada umumnya akan senang jika MLM tiba Tdk dengan pasangan yg satu ini keduanya nampak begitu gugup
Damar yg memeriksa materi kuliah besok ,,ia pun juga gusar mondar mandir ingin rasanya ia menyuruh gadis itu u/ tidak se kamar tapi ia pun tak cukup tega bila mengingat kondisinya
tring ** suara bel membuat Damar turun dan membuka pintu ,,,namun ia di kejutkan dg aksi Reno yg mencengkeram erat kaos nya
tatapan menghunus ,,rahang yg mengeras dan nampak jelas aura kemarahan sang adik
"hey ada apa dengan mu lepaskann"
"KA Damar apa maksud KA Damar merebut Rania dari ku ,,asal Kaka tau Rania kekasih q ka "
glek
kaget nya Damar mendengar penuturan sang adik kala itu pantas saja ada hal aneh saat Damar melihat tatapan Rania dg Reno
ia begitu tak habis pikir kenapa mamanya memilih kan istri yg notabene kekasih adinya sendiri
"kenapa Kaka diam ,,apa Kaka ingin merebut semua yg ada padaku KA ,,,aq tak pernah meminta apapun KA tapi kali ini kumohon kembali kan Rania KA ,"
"q tak tahu ren jika yg dijodohkan mama itu adl kekasih mu ,q pun tak pernah mencintai nya ,dan kau juga TDK pernah mengatakan bhw Rania yg kamu maksud adl Rania yg sama ,dan satu lagi kau pun tahu cintaku hny u/ Renata"
__ADS_1
"asal Kaka tau betapa hancur nya aq saat q tau bhwa Rania sedang bersanding dg mu KA ,,q hancur KA q SDH tak memiliki semangat apapun ,rasanya dunia q runtuh KA "
Damar melihat adiknya yg kacau ini ,, rambut berantakan ,mata memerah nampak sangat kasihan ia bisa merasakan apa yg kini adiknya alami
"bangun ren q janji q tak akan menyentuh Rania jika kau menginginkan dirinya ,,,kita bisa bicara kan baik** kepada mama ,"
"ini bkn saatnya KA ,q tau ini pasti akan membuat nya terluka jika ia tahu Kaka ingin menyerahkan dirinya kepada q ,q menyayangi nya KA q tak ingin ia bersedih "
Damar pun paham ia pun akan memikirkan timing yg pas suatu saat nanti ,, kegundahan terus saja melanda hatinya
Rania yg mendengar semua pembicaraan itu nampak sedih kenapa ia dianggap seperti barang
ia pun bergegas memasuki kamar menutup tubuhnya dg selimut ,,,buliran air mata terus saja membasahi
tapi rasanya begitu sakit mendengar ucapan ** nya itu , ceklek Damar membuka pintu kamar , merebahkan tubuhnya di kasur
"apa kamu sdh minum obat "
Namun tak ada sautan dari gadis itu ,Rania mang sengaja tak ingin bicara dg Damar
☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
jam 4:30
nampak Rania dan Damar melaksanakan shalat ,,,bkn sholat berjamaah namun mereka sholat masing ** Krn Damar menolak sholat berjamaah
dengan mengelus pelan dada nya Rania ia bergegas membereskan kamar sesegera mungkin ia ingin keluar
"apa lukamu sudah baik** saja"
yg hanya dibalas anggukan oleh Rania ia bergegas memasak sarapan pagi karna ia sempat sebelum pindah membeli bbrp lauk & bumbu di mini market
berkutat 1jam di dapur akhirnya sarapan pun sudah jadi nasi goreng ,telur dadar dan teh pun sudah manis berjajar di meja
menyiapkan baju Damar dan segera ia mandi ,,,Damar yg nampak berkerut pun memakai baju yg disiapkan
ceklek suara pintu kamar mandi dibuka Rania yg menyembul dari dalam pun keluar memakai baju handuk mandi rambut yg di sanggul dg handuk pun ikut menambah kesan natural
Damar yg melihat pemandangan di depan nya nampak gemetar bagaimana pun ia lelaki normal
pasti lah pikiran nya berkelana
"aduh maap pak saya kira bapak TDK didlm kalo begitu saya keluar duku soalnya pintu kamar samping masih ditutup pak "
__ADS_1
"tak apa sya akan mandi kuncinya kamar mu Ada di laci "
tanpa basa basi Damar memasuki kamar mandi dadanya naik turun sumpah demi apapun seumur umur baru kali ia berada di situasi seperti ini