Panah Cinta Muslimah

Panah Cinta Muslimah
Kendala Di Perjalanan


__ADS_3

Alesha segera pergi setelah mendapat izin, dia kembali ke terowongan dengan membawa makanan yang banyak untuk bertahan hidup sementara.


"Raja!" sahut pengawal.


"Iya, mana Alesha?" tanya raja.


"Dia tadi keluar, katanya raja telah mengizinkannya."


Raja yang terkejut langsung membuka matanya. "Kurang ajar dia telah berani menipuku. Jawaban lamaran ku tidak ada, dia telah kabur. Cari dia sampai ketemu." titah raja Erland.


"Baik raja." jawab prajurit.


Alesha mengeluarkan makanan yang dia bawa.


"Apa yang kamu bawa Alesha?" tanya Azizah.


"Ini makanan yang aku bawa dari istana untuk kalian. Berperang butuh tenaga, kita tidak bisa mengalahkan mereka tanpa menyuapkan nasi ke mulut kita." ujar Alesha.


"Iya perutku sudah lapar sekali, bekalku sudah habis" sahut Qiyna.


"Terimakasih telah membawakannya untuk kami." ujar Amina.


"Iya sama-sama." jawabnya tersenyum.


"Hah, aku pikir kamu akan lebih lama di istana kerajaan." ujar Asma.


"Tidak. Raja memintaku cepat memberi jawaban atas lamarannya, dan apa kalian tahu aku menolaknya." ujar Alesha.


"Biarkan saja raja itu patah hati, dengan begitu kita akan menang." jawab Asma tersenyum sinis.


"Tangkap mereka sampai ke seluruh dunia." titah raja Erland kepada pengawal.

__ADS_1


"Baik raja." ucap pengawal itu serempak.


"Periksa ke seluruh kota ini, bawah tanah atau dalam laut sekali pun. Jangan biarkan mereka lolos."


"Chan, nanti kita periksa di hutan iya."


"Iya Chin, aku telah menyiapkan bom jika mereka melakukan perlawanan."


"Chun, kita bawa tank finger untuk senjata. Mereka hanyalah bersenjata panah dan bisa beladiri. Mereka pasti kalah."


"Iya, tentu kita akan menang."


Sepasang mata mengintip pembicaraan mereka, dia adalah Alesha.


"Teman-teman, sekarang lebih baik kita segera pergi dari sini. Tempat ini akan diperiksa oleh pengawal raja Erland."


"Iya Alesha." jawab mereka semua, sambil mengemasi barang-barang.


Mereka segera berlari keluar terowongan bawah tanah, pengawal yang melihatnya segera mengejar mereka berlima.


"Berpencar." jawab Azizah.


"Tidak, sebaiknya kita selalu bersama." Alesha mengusulkan.


Mereka semua berlarian ke sembarang arah dan tiba-tiba Alesha berhenti.


"Kita masuk ke hutan larangan itu saja." usul Alesha.


"Tapi Alesha, aku takut hutan ini gelap." ujar Asma.


Aqila menarik tangan Asma masuk ke dalam hutan larangan itu dan diikuti oleh Azizah, Asma dan Alesha.

__ADS_1


"Hutan ini gelap sekali." ujar Asma.


"Iya Asma, aku tahu kamu takut dengan kegelapan. Tapi cobalah untuk berani kali ini saja."


"Baiklah, akan aku usahakan untuk menghilangkan ketakutan ini." jawab Asma.


Mereka masuk ke dalam hutan larangan itu semakin jauh ke dalam. Alesha menyalakan senter yang diambilnya dari dalam tas.


"Lihatlah teman-teman ada petunjuk di sini." Ujar Alesha.


"Carilah kaca yang tidak bisa retak." Azizah membaca tulisan di kayu tersebut.


"Panah itu menunjukkan arah berbelok ke kanan." sahut Amina.


"Itu Artinya kita harus segera ke sana." ujar Qiyna.


"Iya benar, mungkin saja ada petunjuk setelah ini." jawab Alesha.


Mereka melangkahkan kakinya ke arah kanan, tiba-tiba terdengar suara di balik rerumputan.


"Aaaa...!" teriak Asma.


"Asma tenanglah, aku akan memeriksanya." Alesha seraya melangkahkan kaki ke rerumputan tersebut, dan mengarahkan senter ke sekitarnya.


"Ya Allah, ada ular." Alesha segera mundur dan menghampiri keempat temannya.


"Ada apa Alesha?"


"Ada ular sedang memakan katak."


"Kirain aku apa." ucap Qiyna, menarik nafas lega.

__ADS_1


"Syukurlah bukan apa-apa." Asma menarik nafas dalam-dalam.


"Lanjutkan perjalanan." ujar Azizah.


__ADS_2