
Dua bulan kemudian Alesha melihat Tauhid, yang datang ke rumahnya. Ada Amsah juga, yang ikut menemani kakaknya. Alesha menyuruhnya masuk ke dalam rumah, lalu Tauhid berkenalan dengan orangtua angkatnya. Panti asuhan tersebut ramai dengan anak-anak kecil. Mereka ikut bahagia, dengan hal tersebut.
"Bu, saya ingin melamar Alesha sekarang juga." ujar Tauhid.
"Apa pekerjaan kamu? Hal apa yang bisa kamu berikan pada Alesha." jawabnya.
"Saya punya nilai terbaik di pesantren. InsyaAllah bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, untuk menafkahi putri kalian." ucap Tauhid, dengan berani.
"Baiklah, kami putuskan pilihan pada Alesha." jawab ibu panti asuhan.
Alesha mengangguk sambil tersenyum, dan cincin lamaran pun diterima. Ibu angkatnya memasangkan cincin, lalu langkah selanjutnya mengurus laporan ingin menikah di KUA.
Pernikahan dilaksanakan dengan sederhana, yang terpenting sah di pelaminan. Banyak tamu undangan yang hadir, untuk menyaksikan acara tersebut. Bahkan para ibu ustadzah dan pak ustadz hadir, untuk memberikan ucapan selamat mereka. Tidak lupa juga membawa kado atau pun amplop, yang berisi uang tunai.
"Selamat hari pernikahan ya Alesha!" ucap Azizah.
"Semoga diberkahi." timpal beberapa orang yang lainnya.
__ADS_1
"Aamiin, terima kasih sudah datang." jawab Alesha.
Qiyna, Asma, Azizah, dan Aminah segera pergi setelah selesai dengan urusan. mereka kembali pulang ke panti asuhan, dan akan menjalani kesibukan masing-masing. Entah kerja, mencoba membuka usaha sendiri, atau pun juga sibuk dengan hal lain.
"Alesha, akhirnya kita sudah sah juga. Alhamdulillah ya!" ucap Tauhid.
"Iya Tauhid, alhamdullillah." jawab Alesha.
Keesokkan harinya, Alesha menjenguk raja Noi. Kabarnya dia sedang sakit keras, entah apa sebabnya. Tiba-tiba merasa sesak nafas, lalu diperiksa oleh seorang dokter. Raja Noi berterima kasih, karena mereka sudah bersedia menjenguk.
"Ini sudah seharusnya, karena kita adalah saudara sesama muslim." Tauhid tersenyum ramah.
Setelah kepergian Tauhid, raja Noi menyambut kedatangan manusia yang lainnya. Banyak warga yang menjenguk raja Noi, karena dia merupakan raja yang bijak.
"Raja Noi, pantas saja sudah tidak terlihat sangat lama. Ternyata sedang terbaring sendiri ya, sambil menahan sakit." ujar seorang pria paruh baya.
"Iya, ada istri yang mengurusku." jawab raja Noi.
__ADS_1
"Sungguh beruntung, memiliki istri salihah yang berbakti." pujinya dengan tulus.
"Heheh.... semua orang bisa mewujudkannya, asal mau bersabar dalam membimbing." jawab raja Noi.
Keesokkan harinya, Qiyna dan Asma pergi bekerja. Tanpa sengaja bertemu dengan pengantin baru, yang jalan-jalan di sekitar pasar. Siapa lagi bila bukan sahabat dekat, yaitu Alesha.
"Cie Alesha, kamu sedang apa di sini?" tanya Qiyna.
"Sedang jalan-jalan, sambil mencari udara segar saja." jawab Alesha.
Qiyna dan Asma membuat es krim, yang dipesan sesuai keinginan Alesha. sebuah strawberry yang berada pada tumpukan krim, akan diberikan dalam bentuk yang istimewa. Sengaja dibuat khusus untuk pengantin baru, supaya lebih terlihat romantis.
"Dengan membeli banyak, kami akan memberikan bonus." Qiyna berucap dengan ceria.
"Kalau gitu, aku borong ya, beserta dengan tempatnya." jawab Alesha.
"Jangan saudariku, nanti aku kebingungan mau berjualan di mana." ucap Qiyna.
__ADS_1
"Ya kamu cari tempat lagi dong, entah menjadi pohon hahah..."Alesha tertawa lirih, dengan candaannya.
Tauhid berlari-lari bersama Ayesa, setelah memborong beberapa cup es krim. Mereka ingin mengadakan aktivitas piknik, untuk menyenangkan hati masing-masing.