
Qemony teringat ucapan Amsah, yang menyuruhnya mengikuti panduan Al-Qur'an. Qemony membuka kitab, lalu mencoba membacanya. Tidak tahu mengapa, ada kedamaian yang datang ke hatinya.
"Ayah, aku ingin masuk Islam." Tiba-tiba mengucapkan dengan berani.
"Apa Ayah tidak salah dengar? Agama Islam telah lama diasingkan dari negara B." jawab raja Ghukong, merasa sedikit lucu.
"Ayah, jika di negara ini tidak diizinkan, aku akan pergi ke negara A." Qemony menyebutkan niat hati sesungguhnya.
"Negara A malah lebih parah, siapa yang menganut agama Islam akan dibunuh." jawab raja Ghukong.
Raja Erland membenarkan ucapan raja Ghukong. "Benar yang dikatakan oleh ayahmu, harusnya kamu tidak mengambil keputusan sendiri."
"Raja Erland, keputusan aku akan hal ini sudah bulat." jawab Qemony.
Qemony rajin ke masjid, lalu menemukan Alesha. Tidak tahunya, perempuan itu sedang melaksanakan pernikahan dengan Tauhid. Amsah yang menjadi perantara ta'aruf, untuk keduanya bisa ke tahap serius.
"Jika tidak dengan Alesha, kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari Allah." ucap Qiyna, yang ada di belakangnya.
__ADS_1
Alesha terbangun dari tidurnya, mimpi yang begitu panjang sampai membuatnya mengucapkan istighfar berulang kali. Mungkin ini suatu peringatan, agar dia Istiqomah sendirian. Tidak usah menerima cinta palsu dari Tauhid.
"Wajah Qemony kok mirip sama salah satu laki-laki santri di sini? Aduh, aneh sekali mimpi aku malam ini." Ayesa geleng-geleng kepala.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, yang diulang sebanyak tiga kali. Alesha menyahutinya, meski terdengar lirih.
"Kalian kenapa pada sibuk." ujar Qiyna.
"Dia sudah dua hari tidak keluar kamar, aku jadi curiga." jawab Azizah.
Alesha masih tersenyum mengingat mimpinya yang menegangkan, namun harus kembali ke kehidupan aslinya. Tangan kanannya meraih gagang pintu, melihat ke arah teman-teman.
"Dih, kamu lupa ingatan ya. Dua hari dua malam kamu mengurung diri di dalam. Seperti mau bertapa saja, tidak menyahuti panggilan siapa pun.
"Kalian tidak tahu saja, aku masuk ke dalam mimpi. Semuanya terasa nyata, sebuah peringatan keras padaku. Aku harus Istiqomah, sebelum hal dalam mimpi terjadi." ujar Alesha.
"Cepat ceritakan, bagaimana pengalaman berpetualang." Azizah sampai bergerak cepat, ingin menutup pintu.
__ADS_1
Alesha menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Aminah begitu menghayati penjelasan dari cerita mimpi Alesha. Sesekali merasa merinding, karena dia mati dalam mimpi. Qiyna dan Asma sesekali tertawa, membayangkan raja Erland dan raja Ghukong.
"Aduh Alesha, jangan sampai deh mimpi kamu jadi nyata." Azizah seperti menghindar.
"Aku juga tidak mau kali." jawab Alesha.
"Eh, kamu tidur dua hari dua malam, pasti sudah tertinggal salat. Cepat kerjakan sekarang, sebelum malaikat Izrail mencabut nyawa." Qiyna mengingatkan.
"Beruntung saat bermimpi dua hari dua malam, aku sedang datang bulan. Jadi tidak perlu qadha salat, karena kewajiban tersebut gugur. Sebenarnya, aku merasa mimpi itu aneh si. Tapi ada pelajaran yang bisa diambil, dari raja Erland dan raja Ghukong." jelas Alesha.
Alesha memantapkan hati, untuk menolak Tauhid yang mendekatinya. Alesha berusaha cuek, saat berpapasan esok harinya. Dia tidak ingin terlibat, dalam cinta yang palsu.
"Eh Alesha, aku serius ingin melamar kamu." ucapnya, dengan berani.
"Maka, datanglah ke rumahku." Alesha menunduk.
"Baik, aku akan datang dua bulan lagi InsyaAllah." Tauhid menundukkan pandangan.
__ADS_1
"Kalau begitu, sementara waktu menjaga jarak dariku." jawab Alesha.
Alesha segera pergi, setelah perbincangan penting selesai. Dia tidak ingin basa-basi lebih lama.