Panah Cinta Muslimah

Panah Cinta Muslimah
Mendapat Pertolongan


__ADS_3

"Ini benar-benar sebuah keberuntungan. Kita mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan tidak jauh dari masjid." ucap Qiyna.


"Aku keluar sebentar iya. Aku mau mencari Ibu dokter, buat mengambil peluru di kakimu Alesha." Asma segera beranjak dari duduknya, untuk mencari pertolongan.


"Alesha, aku mencemaskan keadaan Azizah dan Amina. Kita berpencar, dan tidak mengetahui bagaimana keadaannya." Qiyna mengungkapkan kegundahan hatinya.


"Iya, semoga kita bisa menemukan mereka." ucap Alesha.


"Aamiin." Qiyna mengusapkan kedua tangan yang mengatup, ke wajah bersihnya.


Tidak lama kemudian, Asma datang dengan membawa seorang dokter muda berhijab dan cantik.


"Dokter, ini temanku yang terluka." Menunjuk Alesha.


"Iya, akan saya periksa terlebih dahulu." Dokter tersebut melihat kaki Alesha, dan dia membius tubuh Alesha agar tidak merasakan sakit.


Dokter itu mengeluarkan peluru yang bersarang di kaki Alesha menggunakan alat yang dibawa. Setelah itu dia Memperban kaki Alesha, lalu membiarkannya bergerak perlahan-lahan.


"Diluruskan iya, supaya otot-otot tidak menjadi kaku." ujar dokter tersebut.


"Iya Dok, terima kasih." jawab Alesha.


Alesha melangkah keluar, menuju ke toilet. Dari tadi sudah kebelet, namun ditahan sementara pemeriksaan.

__ADS_1


Di sebuah masjid.


"Ya Allah, maafkan aku yang pernah menjadi istri simpanan. Aku tahu aku hanya seorang pendosa, tapi sekarang aku ingin bertobat. Aku tahu aku tidak pantas untuk mendapatkan jodoh yang baik." Seorang wanita menangis di masjid, dengan menengadahkan tangannya.


Alesha memperhatikannya dari kejauhan, menghampiri wanita itu, yang kini tengah melipat mukenanya.


"Mbak, permisi!" ucap Alesha.


"Iya, Mbak siapa?" tanya wanita, yang masih terlihat muda itu.


"Perkenalkan nama saya Alesha." Mengulurkan tangannya.


"Nama saya Cika." Membalas uluran tangan Alesha.


"Mbak, menurut Mbak apa seseorang yang bermaksiat akan diampuni Allah jika bertaubat?" tanya wanita itu, sambil menatap Alesha.


"InsyaAllah Mbak, jika kita bersungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi." jawab Alesha dengan tersenyum.


"Terima kasih iya Mbak. Tapi kalau boleh saya meminta tolong, maukah Mbak mengajari saya agama islam lebih dalam." pintanya.


Alesha mengangguk. "Dengan senang hati, InsyaAllah saya bisa mengajari mbak sampai paham."


"Rumah saya tidak jauh dari masjid ini Mbak, silakan mampir di rumah dengan cat berwarna hijau." ujarnya.

__ADS_1


"Iya Mbak." jawab Alesha.


"Saya pergi dulu iya Mbak, saya mau memasak."


"Iya Mbak, saya juga mau membersihkan masjid." jawab Alesha.


Sementara di sisi lain, Chan melapor pada raja Erland.


"Cari Alesha dan teman-temannya sampai ketemu." titah raja Erland.


"Sepertinya dia berhasil kabur dari negara A. Semua penjuru telah diperiksa raja, namun mereka tidak ditemukan." ucap Chan.


"Hanya dua orang wanita yang sudah mati mengenaskan." jawab raja Erland.


"Raja, semua kendaraan sudah diperiksa. Tapi tidak ada mereka yang menaiki kendaraan pesawat."


"Arrrgh...!" Raja Erland berteriak. "Hanya mencari mereka saja kalian tidak bisa. Mereka hanya bisa bela diri, dan senjata busur panah biasa. Sedangkan kalian dengan senjata fasilitas kerajaan, namun tidak dapat menangkap Alesha, si perempuan sialan itu." Raja berucap dengan berapi-api.


"Raja, sepertinya Alesha bak seorang yang istimewa, bagaikan ada dewa yang melindungi." Tebak si pengawal Chin.


"Bukan, dia itu tidak istimewa. Aku benar-benar ingin melihatnya mati, karena telah menolak lamaran ku."


"Baiklah raja, kami akan mencari mereka ke negara lain." ucap pengawal itu.

__ADS_1


__ADS_2