Panah Cinta Muslimah

Panah Cinta Muslimah
Pengawasan Ketat Kota Alberd


__ADS_3

Amsah menepuk pundak Qemony. "Jangan khawatir tidak mendapatkannya, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik.


"Aku ingin dia, sungguh hanya dia. Sebelumnya pernah ditolak, dengan melakukan hal kotor. Aku sangat kesal, namun tidak berhenti memikirkannya."


"Baiklah, bisa dilakukan dengan ikhtiar. Namun, kamu harus berubah menjadi baik. Perlu kelembutan, jika ingin mendapatkan yang tulus."


"Apakah begitu yang tertulis di Al-Qur'an?" Masih tidak mengerti.


"Iya begitulah, karena perempuan baik-baik untuk lelaki baik-baik. Begitupula sebaliknya, lelaki baik untuk perempuan baik. Yang harus kita lakukan terus berusaha jadi baik." jawab Amsah.


"Oke, kita coba metode ini untuk menjalani hidup." jawab Qemony yakin.


Makan-makan dimulai, saatnya bereaksi berpura-pura alergi. Amsah mengibaskan tangannya di udara, terhadap asap mengepul yang menjadi pemicu bau.


"Uhuk... uhuk... aku tidak tahan, bagaimana kalau aku keluar saja." Amsah memberitahu mereka.


"Iya boleh, pergi sana." usir raja Ghukong.


Amsah keluar dari ruangan, mengikuti teman-temannya tadi. Beruntung dia selamat dari pesta resmi, yang diadakan oleh raja Ghukong. Amsah terlebih dulu keluar, sambil memberikan kode mengedipkan mata.

__ADS_1


Raja Ghukong melihat, ke arah teman-teman Amsah. "Ayo semuanya kita makan, aku sudah menyiapkan ini." ujarnya.


"Maaf raja, perutku sakit. Teman-teman aku juga, karena kebanyakan makan cabai rawit." jawab salah satunya mewakili.


"Iya sudah, pergi sana kalian semua." Raja Ghukong jadi kesal sendiri.


"Terima kasih raja Ghukong." jawabnya, dengan raut wajah sumringah.


Teman-teman Amsah yang lain juga pura-pura sakit perut, saat disuruh makan daging yang telah dimasak. Mereka tahu, daging tersebut haram dalam agama mereka. Hewan kaki empat yang tidak asing, dalam kalangan umat Islam.


"Kami tidak tahan untuk ke toilet, permisi iya raja Ghukong." ujarnya.


"Sudahlah, melarang kalian tidak ada guna juga. Pergilah, tapi jangan lupa kembali." jawabnya.


"Cepat jalan sana, jangan banyak basa-basi lagi." jawabnya.


Sementara di sisi lain, Alesha mengajari ilmu pengetahuan pada Chika. Buku sengaja ditutup, untuk menguji ingatan Chika.


"Sebutkan istri pertama nabi Muhammad." ucap Alesha.

__ADS_1


"Istri pertamanya adalah Siti Khadijah." jawab Chika.


"Bagus, pertanyaan selanjutnya. Apa surah yang dijuluki sebagai jantungnya Al-Qur'an?" tanya Alesha.


"Surah Yasin." jawab Chika, dengan yakin.


"Bagus, kamu mulai hafal semua materi. Harus sering diulang-ulang sebelum tidur, karena Rasulullah adalah panutan yang harus jadi idola." ujar Alesha.


"Siap Ibu ustadzah, aku akan menjalankan saran darimu. Meski pun, hanya bisa dilakukan dengan perlahan." jawab Chika, yang bercanda di tengah keseriusan.


Pesta yang diselenggarakan sudah selesai, baru Qemony melihat Amsah muncul. Semua teman-temannya juga hadir, setelah tidak ada yang bisa dimakan.


"Mengapa kalian terlambat secara bersamaan?" tanya Qemony.


"Kami sama-sama mules, tidak sengaja juga." jawab Amsah.


"Sudahlah, lain kali saja kita makan bersama." Qemony tidak ingin memperpanjang lagi.


"Heheh... benar itu tuan, masih banyak waktu kok." jawab Amsah.

__ADS_1


Prajurit menghadang satu persatu, angkutan umum yang melewati kota Alberd. Pengawasan Ketat dilakukan, untuk memberantas mata-mata.


Chika segera sembunyi, saat melihat raja Ghukong ada di toko sayur. Alesha juga menunduk dengan cepat, supaya tidak ketahuan. Mata keduanya masih mengawasi, sampai yang ditunggu segera pergi.


__ADS_2