PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
DILEMA


__ADS_3

Sore itu setelah pulang menjenguk Bintang. Ara melamun didepan teras rumahnya. Menikmati udara sepoi sepoi yang berhembus.


"Eh,, Bo ngelamun ape lu? kasian noh ayam tetangga kita pada koitkan!!!"


Alfa keluar dari rumahnya dan langsung mengacak ngacak rambut adik semata wayangnya itu. Kemudian ikut duduk disampingnya.


"Apaan sih ka gak lucu, lucuan monyet tetangga noh !!!"


"Emang tetangga kita punya monyet?"


sengaja menekankan kata MONYETnya ke wajah Ara.


"Sialan lu kaaa ih!!"


Ara memukul lengan alfa dongkol.


Alfa hanya tertawa tawa saja. Memang hobinya menggoda adiknya itu.


"Ka..gue mau nanya nih, kalau kita deg degan terus tiap deket sama seseorang, itu bisa dibilang cinta bukan?"


Alfa menggaruk dagunya padahal tidak gatal. Tumben tumbenan adiknya ini membahas hal hal kaya gini. Pikir alfa.


"Tergantung, deg degannya gimana dulu nih?"


Alfa memasang tampang so serius.


"Ya gitu tiap kali dia di deket kita, kita deg degan gitu!!!"


"Contohnya di deket siapa?"


"Di deket Bintang lah!"


"Eh"


Ara reflek menutup mulutnya, dia sadar kalau alfa baru saja memancingnya untuk mengungkapkan perasaannya. Ah memang jail banget kakaknya ini.


Alfa mengangguk sambil melirik tajam dan menahan tawanya. Geli juga dia membayangkan kalau adiknya sekarang sudah mulai memasuki pubertas.


"Ouh jadi ceritanya ada yang lagi falling in love nih ye!" Tampang Alfa jadi ngeselin banget.


"Apaan sih lu rese banget dah. Udah ah males " Ara manyun kemudian bergegas pergi masuk kedalam rumahnya diiringi tawa kakaknya yang semakin menjadi jadi.


Pagi itu Bintang masih tak masuk sekolah dan seperti biasa Ara diantar kakaknya Alfa.


Saat kakinya mulai melangkah masuk kedalam gerbang sekolah. Seseorang tiba tiba menepuk bahunya dari belakang. Ara menoleh dan mukanya langsung berubah sumringah.


" Eh, bayu!!!"


Sapa Ara sambil mengulum senyumnya. Dia merasa sangat nyaman ketika disamping Bayu. Tapi anehnya tidak diiringi debaran yang selalu dia rasakan ketika bersama Bintang.


"Pagi, Ra"

__ADS_1


Bayu tersenyum hangat sambil menyesuaikan jalannya dengan Ara. Senyum dan sikap yang tidak mungkin dia dapat dari Bintang.


"Pa.. giiii juga Bay"


Ara lagi lagi tersenyum simpul. Dia senang pagi pagi sudah cuci mata aja liat yang bening bening.


"Bintang gimana keadaanya sekarang Ra?"


Bayu menatap gadis disebelahnya dengan tatapan serius.


Ara malah sibuk melihat sekeliling. Sepertinya semua siswi siswi disepanjang lorong sekolah memperhatikannya. Apa cuman perasaannya saja.


Tapi kejadian ini sama persis ketika dia pertama kali pura pura jadi pacarnya Bintang.


Belum sempat Ara menjawab pertanyaan Bayu, seorang siswa yang sepertinya sedang bergosip bersama teman temannya sengaja berjalan kearah Ara dan menyenggol lengan kirinya. Ara hampir terjatuh namun Bayu telah lebih dulu menopang badannya.


"Eh!!! Apaan siii lo, kalau jalan tuh mata dipake!!!"


"Eh, dimana mana jalan itu pake KA-KI bukan mata keleus!!"


Siswi tadi meninggikan intonasinya sambil menunjuk kakinya sendiri.


Dia menatap tajam Ara dari ujung kepala sampai ujung kaki, diikuti tatapan sinis teman temannya. Mirip gerombolan ikan Piranha yang hendak menyantap Ara hidup hidup.


Sebenernya Ara tidak takut sama sekali. Dia merasa hanya sedikit muak saja. Kalau saja bukan karna gelang itu. Dia ogah banget harus berurusan sama hal hal kaya gini.


"Ouh jadi ini seleranya Bintang. Biasa aja, mendingan Tata kemana mana ya!!!"


Via nama cewe itu, Bayu kenal karna mereka memang sekelas. Bayu menatap Via dengan tatapan marah.


Bayu pindah dan berdiri didepan Ara. Matanya seperti elang hendak menerkam mangsanya. Ditelanjanginya pula teman teman Via sambil ditatapnya satu persatu. Via cs ngeri juga melihat reaksi dari Bayu.


Ara pun tak kalah ngerinya. Dia tak menyangka kalau cowok yang selalu bersikap ramah didepannya ini bisa jadi segalak ini.


"Gue ..gue gak ada masalah apa apa sih sama dia. Gue cuman berpendapat aja, emang gak boleh?"


Ara hendak nyelangap namun lagi lagi bayu menangkis omongannya Via.


Bayu maju dan didekatinya para cewek cewek itu sambil mendesis geram.


"Gak ada yang butuh pendapat lu vi, enyah!!!"


Bayu membentak cewek cewek itu sampai salah satu dari mereka mundur dan ngibrit duluan meninggalkan kawanannya.


"Gue bilang pergi !!!"


Bayu menaikkan intonasi suaranya.


Akhirnya Via ciut juga, buru buru dia pergi diikuti teman temannya dibelakang.


Ara pun sedikit ciut nyalinya, tanpa sadar dia mundur selangkah dibelakang Bayu. Bayu menoleh dan sadar kalau sikapnya barusan sudah membuat gadis dibelakangnya itu ketakutan.

__ADS_1


Dipegangnya pundak Ara sambil tersenyum ramah. Nah, ini baru bayu yang dia kenal. Kalau Bayu Yang tadi seperti orang yang berbeda!!


"Ra,, maaf ya gue jadi kepancing liat mereka bersikap seenaknya gitu sama lu. Sorry kalau lu gak nyaman sama sikap gue barusan.. "


Ara menggeleng perlahan


"Gak apa apa Bay, udah resiko punya pacar seleb sekolah kaya Bintang. Gue sih udah nyiapin mental dari jauh-jauh hari.."


"Kalau ada yang berani jahil ke lu lagi. Jangan sungkan sungkan bilang ke gue, gue khawatirnya mereka malah nekat!!!"


Bayu sepertinya serius dengan ucapannya.


Bayu menemani Ara sampai ke depan kelasnya. Bukan apa apa, takutnya Via cs malah balas dendam ke Ara saat tak ada dia. Soalnya Via emang terkenal brandal banget. Dia mainnya kasar dan terang terangan jika sudah tidak suka dengan seseorang.


Vania yang sepertinya baru datang menoleh kaget ke arah pintu kelas. Ara melambai ke Bayu yang langsung pergi meninggalkannya.


"Raaaa...!!!!"


Teriak Vania sembari menarik tangan Ara lalu menyeret sahabatnya itu masuk kedalam kelasnya.


"Eh, Raa.. lu dari mana kenal Bayu???"


Vania tak sabar menunggu jawaban Ara.


"Gue kenal pas.. hmm.. gak sengaja kayanya waktu itu dia lagi maen basket dan bolanya hampir kena gue, tapi untung ada Bintang."


Ara menjawab santai kemudian duduk ditempat duduknya.


Dia menengok sekeliling, belum banyak siswa siswi yang datang.


"Ra... please kenalin gue dong sama Bayu..!!"


"Hah?"


Gantian Ara yang menoleh kaget.


"Iya Ra,, Gue dari dulu pengen banget bisa kenalan sama Bayu Ra!! Ya ya ya please bantuin gue ya Ra!!!"


Vania memohon sambil memasang tampang memelas.


Astaga Ara tidak menyangka jika sahabat satu satunya ini menyimpan rasa sama Bayu.


Ara mengernyitkan dahinya. Dia bingung mau menjawab apa. Jangankan mau Bantuin orang lain dalam hal percintaan, untuk perasaannya dirinya sendiri saja dia tak mahir mencari jalan keluarnya.


"Duh Van, gue kan baru kenal Bayu.. gue gak janji yah!!!


Ara menjawab Ragu. Namun Vania terlihat bahagia. Setidaknya ada harapan untuk dirinya bisa lebih dekat dengan seseorang yang selama ini dia kagumi diam diam.


"Iya Ra gak apa apa, yang penting gue bisa kenal dia aja udah seneng banget Ra, selama ini gue pengen banget ngajak ngobrol dia tapi gak berani Ra, takut dibilang sok kenal !!"


Memang selama ini tanpa Ara ketahui, Vania menyimpan rasa kepada cowok yang selama ini selalu menarik perhatiannya di lapangan basket.

__ADS_1


Cowok yang menurutnya senyumnya sangat manis dibanding cowok cowok lain di sekolah ini. Bermula saat Vania hendak jajan ke kantin namun saat itu keadaan kantin benar benar penuh sesak. Vania hendak keluar namun terjebak, dan bak malaikat pelindung Bayu hadir menyelamatkannya dari sana, membantunya keluar dari kerumunan siswa siswi yang sedang berjubel. Persis seperti adegan Drakor yang selama ini sering Di tonton bersama Ara sahabatnya.


Dan bisa ditebak kelanjutannya sejak saat itu dirinya benar benar tidak bisa melupakan Bayu dari ingatannya.


__ADS_2