PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
TOLONG AKU !


__ADS_3

"Cih bocah! mending balik aja ke kelas lo. Gak usah lo ikut campur!" Salah seorang siswa maju dan menepuk pundak Bintang sambil melotot tajam.


Jangan ditanya. Jelas saja Bintang tak bergeming sedikitpun.


"Gue tanya sekali lagi. Siapa yang kalian tahan di dalem?" Tanya Bintang santai tapi dengan nada yang serius.


"Gak ada siapa siapa di dalem men, lo gak usah sok jadi pahlawan kesiangan!"


Bintang mengepalkan kedua tangannya. Dia menoleh kebelakang dan memberi isyarat pada Vania untuk segera mengambil posisi aman.


Vania nurut dan bergegas lari beberapa langkah dari Bintang.


Bintang maju perlahan. Ditatapnya dua siswa tadi secara bergantian.


"Enaknya ngehajar yang mana dulu ya?" Ucap Bintang sambil mendelik tajam.


Dua siswa yang mendengar ucapan Bintang itupun geram karna merasa disepelekan. Mereka kemudian maju dan menyerang dari dua sisi. Bintang yang memang sengaja memancing emosi mereka langsung tanpa ampun menghajar dua siswa itu secara membabi buta.


Dengan mudah Bintang dapat mengelak ketika salah seorang dari mereka hendak meninju wajah Bintang dengan tangannya. Bintang malah menarik kemudian mengunci kebelakang tangan salah satu siswa tadi sehingga siswa itu sulit untuk bergerak.


Dan ketika temannya hendak menyerang Bintang. Bintang pun dengan cepat menggunakan Tubuh siswa yang dikunci tangannya itu untuk balik menyerang temannya sendiri. Sehingga tubuh mereka saling bertubrukan satu sama lain.


"Sial!" Ucap salah seorang dari mereka.


Belum sempat mereka berdua berdiri Bintang sudah lebih dulu jongkok diatas tubuh mereka.


Bintang mencengkram kuat kuat kerah baju salah satu siswa berandal itu.


"Kalau cewek gue sampe kenapa napa, lo yang gue abisin!"


Bintang pun meninju keras wajah dari siswa berandal itu membuat siswa itu mengerang kesakitan.


Temannya yang melihat itu ketakutan dan segera lari tunggang langgang meninggalkan tempat kejadian.


Vania yang menyaksikan itupun terbelalak melihat Bintang yang seperti sedang kesetanan. Segitu pedulinya kah dia pada sahabatnya Ara?


Setelah selesai melumpuhkan dua siswa berandal itu Bintang pun segera berlari ke dalam toilet diikuti Vania dibelakangnya.


Dia bisa langsung melihat ke salah satu pintu kamar mandi yang diganjal gagang pelan.


"Pasti disitu tang..!!!" Ucap Vania sambil menunjuk ke salah satu bilik toilet.


Bintang segera menyingkirkan gagang pelan dari daun pintu.

__ADS_1


"Raa... ini gue Bintang! Jawab gue kalau Lo ada di dalem?"


Bintang menggebrak gebrak pintu agar Ara menyahut kepadanya.


Ara yang merasa sesak karna sudah hampir 3 jam dia berada didalam toilet pun segera berusaha bangkit namun gagal karna kakinya lemas dan gemetaran karna ketakutan. Akhirnya dia kembali duduk diatas toilet.


"Ra, dengerin gue buka kuncinya oke.." Ucap Bintang setengah berteriak agar Ara dapat mendengarnya.


"Tang..." Ara mencoba untuk berdiri lagi dan segera meraih gagang kunci. Diapun berhasil melepaskan pengaitnya. Pintu terbuka, Bintang pun segera bergegas masuk kedalam. Ara hampir mau jatuh lagi tapi Bintang buru buru menangkap tubuhnya.


"Ra,, ayo keluar dulu.." Bintang meletakan satu tangannya di pinggang Ara sementara tangan yang lainnya menuntun Ara untuk melingkar dipundaknya.


"Ra, ya ampun lo gak apa apakan?"Vania menghampiri Ara dengan wajah panik.


Ara menggeleng pelan.


"Tang lebih baik lo bawa dia ke UKS sekarang,," Ucap Vania yang langsung di iyakan oleh Bintang.


Bintang mencoba memapah Ara, namun karna merasa Ara sangat lemah diapun langsung menggendongnya dan segera berlari cepat menerobos kerumunan siswa siswi yang mulai penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


Tata yang ada diantara kerumunan itu memasang wajah dongkol. Dia kesal karna rencananya gagal untuk mengurung Ara sampai jam pulang sekolah. Kesalnya jadi dobel apalagi sekarang dia melihat Bintang yang menolongnya.


Bayu yang baru sampai di toilet heran melihat banyaknya siswa siswi yang berkerumun disana. Segera dia menghampiri Tata.


Tanyanya pada sepupunya Tata.


"Ara terkunci di toilet !" Jawabnya tanpa dosa.


"Apa? jangan becanda lo!" Ucap Bayu dengan wajah mulai cemas.


"Serius gue ngapain becanda!"Jawab Tata sambil ngeloyor pergi. Bayu mengikutinya dari belakang.


"Terus sekarang dia dimana?"


Tanya Bayu penasaran.


"Gak tau deh tadi Bintang yang gendong dia. Mungkin dibawa balik atau mungkin dibawa ke UKS kali." Jawab Tata acuh.


Bayu pun langsung melesat pergi ke arah UKS. Membuat Tata makin senewen karna merasa semua orang terlalu lebay memberi perhatian pada Ara.


Di UKS Bintang sampai dan langsung membaringkan tubuh Ara disebuah ranjang.Bu susi yang kebetulan sedang mendapat giliran berjaga langsung menghampiri mereka.


"Ada apa ini? kenapa dia Bintang?"

__ADS_1


Tanya bu susi yang segera memeriksa kondisi Ara.


"Dia terkunci di toilet bu.. tolong periksa dia bu!"


Pinta Bintang dengan wajah cemas.


"Kok bisa dia terkunci? pintunya macet?"


Ara yang merasa pusing memegang kepalanya.


Bintang setia memegangi tangannya dengan lembut. Mendekapnya dan tak membiarkan Ara ketakutan.


"Aku gak tau bu, tadi pas selesai pipis pintunya malah terkunci dari luar. Aku udah coba teriak tapi gak ada yang denger.."


Ara menangis karna merasa takut mengingat kejadian tadi. Bintang mengelus kepala Ara pelan.


"its okey Ra, sekarang lu udah aman oke, jangan takut lagi.."


"Bintang apa ini insiden yang disengaja atau emang murni kecelakaan karna pintunya rusak?"


Tanya Bu Susi sambil mengambil Vitamin dari lemari Obat.


Bintang hanya diam. Dia sendiri masih belum tau motif kedua siswa berandal tadi mengurung Ara. Namun dia berjanji akan menyelidikinya.


"Kamu minum ini ya, Darah kamu rendah makanya pusingkan kepalanya? jangan di pikirin lagi yang penting kamu sekarang sudah aman, ibu bakal ngasih tau wali kelas kamu untuk ijin hari ini."


Ucap bu Susi sambil berjalan meninggalkan ruangan Uks.


Tak lama Bayu dan Vania sampai di UKS.


"Ra, lo gak kenapa napakan?" Bayu langsung berdiri disamping ranjang Ara. Namun Vania malah memperhatikan tangan Bintang yang masih menggenggam tangan Ara. Wajahnya tiba tiba berubah masam.


"Gue gak apa apa kok bay.." Jawab Ara sambil mengangkat badannya hendak duduk. Dengan cepat Bintang dan Bayu sama sama hendak membantunya namun Ara buru buru menolaknya.


Vania pun segera menerobos dan berdiri disamping Ara.


"Udah Ara sama gue aja.. lebih baik kalian balik aja ke kelas.." Ucap Vania yang kemudian disetujui oleh Ara. Dari pada Bintang dan Bayu ribut lagi. Mumet masalahnya Ara lagi lemas untuk memisahkan mereka berdua.


"Iya Tang, lebih baik lo balik ke kelas aja. Gue udah gak apa apa kok. Makasih banyak ya udah nolongin gue.." Ucapnya sambil tersenyum ke Bintang.


Bayu yang terlihat kesal pun nurut saja. Dia dan Bintang berjalan meninggalkan UKS.


"Lo tau gak siapa yang udah ngurung Ara di toilet?" Tanya Bayu saat mereka sudah ada diluar ruangan.

__ADS_1


"Gue belom tau, tapi bakal gue cari tau dalang dari semua ini!" Jawab Bintang sambil berlalu meninggalkan Bayu.


__ADS_2