PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
TATA LAH ORANGNYA !


__ADS_3

"Gue tanya sekali lagi. Siap yang nyuruh lo ngunci cewek gue di toilet dan apa motifnya?"


Bintang sengaja menaruh uang itu dihadapan Beni. Dia tahu harus bagaimana menghadapi orang yang haus uang macam Beni.


Beni diam sesaat. Namun ketika Bintang hendak memasukkan uangnya kembali kedalam sakunya Beni pun akhirnya membuka mulutnya.


"Gue disuruh Tata. Tapi gue gak tau motifnya apa, gue cuman disuruh aja buat ngunciin cewek lo.."


Bintang langsung tersentak kaget bukan main. Tata? Gak mungkin Tata ngelakuin hal sekeji ini.


"Jangan ngarang lo!" Ucap Bintang telak membuat Beni menatapnya serius.


"Gue gak akan bohong didepan duit lo men" Jawab Beni sambil menunjuk lembaran uang yang masih dipegang Bintang.


Bintang masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Beni. Pasti bukan Tata yang dia kenal, ya benar pasti Tata lain. Karna nama Tatakan banyak.


"Tata anak kelas berapa yang lo maksud?" Tanya Bintang tak sabar.


"Gue gak tau pasti tapi kayaknya anak kelas dua belas. Gue gak tau dia anak IPA atau IPS, yang jelas dia anak kelas dua belas!"


Beni tampaknya tak berbohong dengan ucapannya. Bintang mundur beberapa langkah. Dia syok. Yang memiliki nama Tata di kelas dua belas baik anak IPS atau anak IPA hanyalah Tata yang dia sayangi. Bintang tak percaya Tata bisa melakukan hal jahat seperti ini.


"Lepasin ikatan dia Ri.." Bintang menyuruh Ari dan Kenzo untuk melepaskan ikatan tangan Beni. Beni tersenyum lebar sambil tak melepaskan pandangan matanya dari uang yang dipegang Bintang.


"Dasar lo mata duitan!" Ejek kenzo yang tak dihiraukan oleh Beni.


"Gue emang gak tau motif Tata nyuruh gue kemaren. Tapi gue bisa nangkep ada dendam yang dia pendem sama cewek lo. Kayaknya dia benci banget gitu dari cara dia ngomong dsn nyuruh gue ngunciin cewek lo kemaren.."


Bintang hanya diam. Dilemparnya uang itu badan Beni. Sontak membuat Beni dengan Girang menangkap lembaran uang yang beberapanya malah jatuh kebawah lantai. Benipun membungkuk dan segera memungutinya.


Bintang bergegas meninggalkan ruangan namun langkahnya seketika terhenti. Dia berbalik dan kembali menatap beni dengan tajam.


"Awas kalau lo berani nyentuh Ara lagi. Gue bukan hanya bakal ngehajar lo! tapi bisa gue pastiin lo juga bakal dikeluarin dari sekolah inget itu!"


Ancaman Bintang langsung Bikin wajah Beni jadi ciut seketika. Kalau Bintang punya banyak duit jelas apapun bisa dia lakukan pikir Beni dibenaknya.


***


Dikelas Bayu. Bayu terus memandangi bangku kosong milik Bintang. Dia yakin jika Bintang bolos untuk menyelesaikan suatu urusan penting dan ini pasti ada hubungannya dengan Ara.

__ADS_1


Sementara dikelas Ara dan Vania bersiap untuk pulang karna jam pelajaran terakhir sudah selesai. Ara melirik ke depan kelas dan tak nampak Bintang disana. Tumben biasanya tuh anak sudah bertengker manis disana kaya patung hidup.


"Yuk Ra, kita balik!" Ajak Vania yang dijawab anggukan oleh Ara.


Saat mereka berjalan melewati lorong tiba tiba hp Ara berbunyi. Dia merogoh hp dari saku bajunya dan melihat nama Bintang muncul disana.


"Halo, tang kenapa?"


"Ra, tunggu gue didepan gerbang sekolah ya, bentar lagi gue sampe. Jangan balik sama orang lain, paham?!"


Bintang langsung menutup telfonnya tanpa memberikan Ara kesempatan untuk menjawab.


"Si Bintang kenapa nelfon lu Ra?"


"Gak tau tuh anak aneh, masa gue disuruh nunggu depan gerbang. Dan dari omongannya seolah olah dia kaya dateng dari luar sekolah, padahalkan tadi pagi dia masuk.."


Ara mengangkat satu alisnya keheranan.


"Dia bolos jangan jangan Ra!" Tebak Vania dan seratus persen memang iya.


"Gak mungkin Van, lagian ngapain dia pake acara bolos segala.."


"Bay.." Ara refleks memanggil Bayu karna merasa penasaran.


Bayu menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Mau kemana bay? buru buru banget.." Tanya Vania sambil melihat raut emosi diwajah Bayu. Bayu tak langsung menjawab. Dia menatap Ara sekilas kemudian mendekat ke arahnya.


"Ra, gue duluan ya.. gue lagi buru buru ada urusan." Bayu menepuk pelan lengan Ara kemudian tersenyum sesaat pada Vania.


Diapun kembali bergegas dan menghilang ke arah parkiran.


Ara dan Vania saling berpandangan sambil mengangkat kedua bahu mereka.


"Lu liat gak sih Ra, wajah Bayu tadi, dia kok kaya orang nahan marah gitu ya.."


Bisik Vania pelan.


Ara mengangguk setuju. "Iya Van, gue juga tadi mikirnya gitu.."

__ADS_1


"Kira kira kenapa ya?" Vania berusaha berpikir namun sedetik kemudian dia teringat ayahnya yang sudah menunggunya didepan gerbang sekolah.


"Eh iya Ra, gue duluan ya. Bokap gue udah didepan nih, lu gak apa apakan nungguin Bintang sendirian?"


"Iya Van gak apa apa.. udah sana kasian bokap lu nungguin.."


Vania pergi sambil melambai. Arapun kemudian menuruti perintah Bintang untuk menunggunya didepan gerbang sekolah. Tiga menit berlalu sebuah mobil silver milik Bintang melaju dari Arah jalan raya. Ara mengernyitkan dahinya. Dia bingung kenapa mobil Bintang datangnya dari luar sekolah dan bukan dari arah parkiran. Bintang membuka kaca mobilnya dan segera menyuruh Ara untuk naik.


"Tang.. " Ara menatap lebih heran ketika mendapati Bintang tidak memakai seragam sekolahnya melainkan memakai pakaian biasa saja.


"Nanti gue jelasin Ra, kita harus ke suatu tempat dulu ya sekarang..." Bintang langsung menyalakan mesin mobilnya dan membiarkan Ara bertanya tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.


****


Kira kira 15 menit perjalanan dari sekolah mobil Bintang sampai disebuah taman bunga dengan pemandangan yang sangat indah. Di setiap sisi jalannya berjejer pedagang kaki lima. Suasana saat itu belum terlalu ramai.


Bintang mengajak Ara masuk ke dalam taman. Meskipun bingung namun Ara tak bertanya apa apa. Bintang menghentikan langkahnya ketika sampai disebuah tempat duduk panjang berwarna putih di dekat sebuah danau yang ada didalam taman bunga itu.


"Duduk disini dulu ya Ra.." Pinta Bintang. Dia kemudian mengeluarkan hp dikantong celananya dan tak lama Bintang terlihat serius berbicara dengan seseorang dihp nya.


Setelah selesai menelpon Bintangpun kembali menghampiri Ara. Dia menatap Ara lurus lurus.


"Ra.." Bintang menggantung kalimatnya. Seperti ragu ingin melanjutkannya.


"Gue udah tau siapa yang kemaren ngunciin lu kemaren di toilet.." Kata Bintang kemudian.


"Hah? serius? Siapa tang?" Ara tersentak kaget.


"Gue juga gak yakin dia bisa ngelakuin ini. Makanya gue pengen nanya langsung sama dia.."


Ara menangkap nada kesedihan dari kata kata Bintang.


"Emang siapa tang?" Ara jadi semakin tak sabar. Dia ingin secepatnya tahu siapa yang menjadi dalang dari kejadian menyeramkan yang dialaminya kemarin.


"Lu bakal tau gak lama lagi dia bakal kesini Ra,"


Ara menautkan kedua alisnya bingung. Bintang menoleh ke arah gerbang masuk taman. Dia melihat dua orang berjalan mendekati mereka. Ara ikut menoleh dan terkejut melihat Bayu dan Tata sedang berjalan menghampiri dirinya.


...****...

__ADS_1


__ADS_2