PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
JANGAN BERI AKU HARAPAN PALSU


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi..


"Ra, kantin yuk, siomay mang udin nyok gue traktir deh,, "


Vania mengapit tangan Ara sembari tersenyum lebar. Ah, elaah masih aja usaha terus. Pasti ada maunya nih!


"Yaudah dua piring ya !!!"


Ara menyeringai sampai keliatan giginya. Vania menggeleng sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Haduh ampun Dj!!! Gak bisa apa lu jaga image Ra, kita itu cewek gitu loh, harus bisa liat sikon. Kalau dirumah sih ya bodo amat gak ada yang liat. Nah ini disekolah ntar yang ada pada ilfill sama lu Ra ya kan!! "


"Ah, elaah ceramah mulu, malah pengen tiga piring nih gue!! Ayok ah!! "


Gantian Ara yang menyeret sahabatnya itu ke kantin sekolah. Dia tidak mau menyianyiakan kesempatan, mumpung GRATIS sikat bro.


Sesampainya di kantin, benar saja Ara tidak sedang bercanda dengan ucapannya. Empat piring siomay sudah' bertengger dimeja makannya, padahal hanya untuk dua orang saja. Satu untuk Vania dan sisanya kepunyaan Ara pastinya.


Vania hanya melongo, diliriknya dompet kesayangannya yang kini hanya dihuni satu lembar uang berwarna hijau. Sepertinya dia salah strategi. Mentraktir Ara sama aja seperti mentraktir lima orang sekaligus.


Walaupun badannya mungil jangan ditanya soal kekuatan makannya. Bisa ngalahin porsi makan cowok malah. Dan yang bikin Vania takjub adalah postur tubuh Ara yang tetap langsing walau makan sebanyak apapun. Entah itu mukjizat atau cacingan ya?!


"Bangkrut bangkrut....!!! "


Vania menghela nafas dalam dalam. Ara tak peduli, dia malah asyik memakan siomay didepannya dan tak menghiraukan sahabatnya yang sudah dibuatnya paceklik.


Dari Arah pintu masuk, muncul Bayu dengan teman temannya. Dia keliatan sedang bersenda gurau. Vania terperangah, akhirnya target terlihat, dengan wajah sumringah yang tak bisa disembunyikannya dia menggoyang goyangkan tangan Ara sampai Ara hampir keceklok sebiji siomay.


"Ra, Bayu... Bayu.. Ra"


"Ya elah gue hampir nelen ni siomay utuh tau Van, yang bener aja lu mah"


Ara menepuk nepuk dadanya. Untung dia langsung memuntahkan lagi siomaynya. Kalau tidak bisa is deattt!!!


"Hehe... sorry Ra, abis gue gak tahan liat pemandangan indah dari surga "


Vania memegang pipinya sendiri sambil senyum senyum gak karuan. Mirip cacing kepanasan.


" Apa silih maksud lu, pemandangan apaan??


Ara menoleh arah kebelakang tempat yang sedang dilihat sahabatnya Itu.


Bayu kebetulan juga menoleh saat Ara menoleh. Sedetik mereka saling bertatapan. Ara membuang mukanya karna menurutnya tidak ada yang menarik disana. Namun Bayu masih saja memperhatikan Ara sambil tersenyum tipis.


Vania memperhatikan gerak gerik Bayu yang terus saja menatap punggung Ara dari sana. Seketika senyumnya hilang.


"Ra,, Bayu gak suka sama lu kan?"


Ara menoleh kaget, hampir saja es jeruk di mulutnya muncrat.


"Bayu suka sama gue? bhahaha ada ada aja lu Van!!! "


"Kenapa emang, keliatannya dia suka merhatiin lu deh Ra!! "

__ADS_1


Vania merubah intonasinya jadi terdengar menyelidik.


"Tenang aja Van, Bayu gak akan mungkin suka sama gue, lu aja lebih cantik kemana mana dibanding gue!!" Kata Ara mantap.


Ara memang terlihat masa bodo.


"Beneran Ra? lu emang gak tertarik sama Bayu Ra? kalau seandainya Bintang dan elu udahan pura puranya gimana? apa ada kesempatan buat cowok lain, Bayu misalnya?"


Ara menoleh sambil menggeleng.


"Kalaupun pura puranya udahan, gue bakal tetep ngejomblo kok Van!! "


Andai Vania tau kalau sekarang dia sudah jatuh cinta kepada Bintang.


Pria yang sikapnya sedingin es yang malah mampu meluluh lantakkan hatinya. Yang menyeretnya terlalu jauh, jauh di dalam lubuk hatinya dia ingin jika pacaran ini bukan hanya pura pura saja.


Namun apa yang dia bisa perbuat? Di hati Bintang sudah ada Tata, dan Ara tau berharap Bintang menyukainya balik bak mimpi disiang bolong.


Vania hanya mengangguk saja.


"Hey,, Ra gue boleh ikut duduk disini?!! "


Sapa Bayu dengan senyum hangatnya.


Panjang umur!! lagi diomongin malah nyamperin dia. Pikir Ara.


Ara mengangguk sambil tersenyum kepada Bayu. Bayu kemudian duduk didepan Ara bersebelahan dengan Vania. Tentu saja itu bikin Vania jadi salting dan gugup.


Vania menatap Ara sambil memberikan kode agar mengenalkannya kepada Bayu. Ara paham dan langsung tersadar.


Bayu menoleh ke Vania sambil mengernyitkan keningnya. Vania deg degan ditatap begitu dekat oleh seorang yang selama ini di idam idamkannya.


Bayu mengulurkan tangannya kemudian tersenyum manis. Astaga meleleh deh gue. Batin Vania takjub.


"Gue Bayu, kayanya kita pernah ketemu ya? tapi dimana ya? "


Bayu mencoba mengingat ingat.


"Gue Vania, iya waktu itu lu kan yang nolongin gue di kantin pas berjubel itu, lu inget gue ya, iyakan?! "


"Di kantin? hmm mungkin iya ya gue gak begitu inget."


Jawab Bayu.


Vania menyambut uluran tangan Bayu sambil mesem mesem terpesona.


Astaga!!! Ara menepuk jidatnya.


"Jaga image,,jaga image,, !!"


Ara komat kamit ke Vania. Bukannya Vania yang menyuruhnya menjaga imagenya malah dia sendiri yang pecicilan. Namun tetap saja Vania tak menghiraukannya. Sibuk sendiri dengan perasaannya.


Bayu mencoba melepaskan tangan Vania. Namun Vania sepertinya tak sadar jika dia sudah mencengkram erat tangan Bayu .

__ADS_1


"Van.. van.. !!"


Ara menginjak ujung sepatu Vania, karna sepertinya Vania sudah benar benar hilang akal. Vania menoleh dan Ara menunjuk tangan Vania yang sedari tadi masih menggenggam erat tangan Bayu.


Bayu nampak heran dengan apa yang sedang dilakukan temannya Ara.


Dia tak sadar jika Vania benar benar menyukainya.


"Eh,, maaf ya Maaf, gue ng... ngelamun hehe.."


"Iya gak apa apa kok, santai aja"


Bayu langsung melepaskan tangannya dari Vania.


"Oiya,, lu nanti mau balik sama siapa Ra? "


"Gue naik angkot paling Bay, gampang lah!! "


Jawab Ara cuek.


"Yaudah bareng gue aja kalau gitu? Gue anterin sampe rumah gimana? Gue sekalian mau mampir kerumah sepupu gue!"


"Hah ??" Ara menoleh kaget. langsung ditatapnya Vania yang mimik wajahnya tiba tiba berubah jadi manyun dan sedih.


"Gak usah Bay, gue mau balik sendiri aja. makasih tawarannya."


Ara jadi keki. Vania hanya diam saja memperhatikan mereka. Hah betul dugaannya. Bayu pasti tertarik dengan sahabatnya itu.


"Kenapa Ra? kan sekalian arah baliknya sama?!"


"Lu udah tau rumah Ara emang?"


Vania memotong pembicaraan mereka.


Bayu mengangguk.


Ara buru buru menjelaskan.


"Itu kebetulan Van, kita gak sengaja ketemu di supermarket iya kan Bay? "


"Iya.." jawab Bayu singkat.


Bayu tak paham. Dia menatap Vania dan bertanya tanya. Mengapa Ara sepertinya sungkan pada Vania. sikapnya beda.


"Ouh gitu.. "


Vania tampak kecewa. Ara buru buru mengambil inisiatif sendiri. Dia pura pura memasang tampang mules sambil memegangi perutnya.


"Duh Bay, sorry ya gue kebelet nih!!! Lu lanjutin aja ngobrolnya ya Van?! "


Ara mengedipkan sebelah matanya pada Vania.


Wajah Vania kembali tersenyum lebar.. Ah, Ara emang paling theebeest fureveeel.

__ADS_1


Sementara Bayu menghela nafasnya. Sulit juga mendekatinya. Batinnya.


...****...


__ADS_2