PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
JANGAN BERI HARAPAN PALSU


__ADS_3

"Gue kira lu ngajak Tata kesini juga.."


"Engga Ra, belum pernah. Lu orang pertama."


Ucap Bintang.


Ara memalingkan wajahnya sambil tersenyum malu.


"Bayu tadi nembak lu ya?" Sontak pertanyaan Bintang membuat Ara langsung menoleh.


"Kenapa diem?" Tanya Bintang lagi.


"Ya.. bisa dibilang gitu.."


"Terus? lu jawab apa?"


Tanya Bintang penasaran.


"Gue minta waktu gak bisa jawab sekarang sih.."


"Lu suka sama dia Ra?"


Bintang terus mencerca Ara dengan pertanyaan pertanyaan yang dari tadi berkecamuk dibenaknya.


Ara hanya diam. Bingung juga kenapa Bintang harus nanya hal yang menurutnya privasi.


"Gue gak harus jawabkan pertanyaan lu yang inikan?"


Bintang hanya menghela nafas dalam. Kemudian pandangannya beralih lagi pada sunset didepannya.


"Tang.."


"Hmmm.."


"Tinggal dua minggu lagi.."


"Apanya dua minggu lagi?" Tanya Bintang bingung.


"Gue jadi pacar bohongan lo tinggal 2 minggu lagi, setelah itu gue bisa kan dapetin gelang gue lagi?"


Sontak Bintang kaget. Kata orang kalau kita ngerasa waktu kita bersama seseorang berlalu dengan cepat berarti kita sudah nyaman dengan orang itu sampai sampai kita gak kerasan sudah melewati banyak hal dengannya. Apa artinya dia nyaman dengan Ara?


"Iya Ra, tentu aja Ra." jawabnya singkat.

__ADS_1


Ara mengangguk ngangguk senang, sedangkan Bintang seperti menahan sesak di dadanya. entah kenapa hatinya tiba tiba merasa hampa.


"Ra.. sebenernya tadi gue sama Tata.."


"Lu gak perlu jelasin apa apa ke gue tang. Gue ngerti. Tapi.. gimana sama kak Gilang?" Tanya Ara ragu


"Dia belum mau ngomong sama gue Ra, gue tau dia pasti kecewa banget sama gue.."


Ara menangkap nada sedih dalam ucapan Bintang.


"Apa harusnya gue cerita kejadian itu lebih awal ya Ra.."


"Harusnya.. karna kalau lu dulu udah cerita semuanya ke kak Gilang dia pasti gak akan sekecewa sekarang.."


Bintang semakin nelangsa mendengar perkataan Ara. Apa memang tindakannya selama ini menyembunyikan hubungannya dulu dengan Tata kepada abangnya adalah langkah yang salah? alasannya Dia hanya tak ingin abangnya sampai kecewa pada saat itu. Tapi ternyata menyembunyikan segalanya malah membuat abangnya lebih kecewa lagi setelah tau semua kebenarannya.


"Dia.. sayang banget sama Tata. Sejak dia ngerasa gue ngejauhin Tata. Gue ngeliat raut bahagia dari mukanya. Sejak itu gue mutusin buat mengubur semua masa lalu gue sama Tata. Gue pikir ini langkah terbaik ternyata gue salah.."


Bintang diam sejenak lalu kemudian melanjutkan kata katanya.


"Gue juga ngeliat setelah itu Tata dijaga dengan sangat baik oleh abang gue. Makanya gue lega banget. Tapi untuk lebih meyakinkan mereka kalau gue udah gak ada rasa sama Tata gue terpaksa butuh bantuan pihak ketiga yang tak lain adalah lo Ra. Maafin gue Ra.."


Bintang menghadapkan badannya ke Ara. Kali ini mereka saling menatap satu sama lain.


"Maafin gue.. karna gue udah bawa bawa lo ke dalam permasalahan gue ini. Gue tau gue pengecut. Tapi gue udah buntu banget Ra, dan cuman cara itu yang ada di otak gue saat itu. Dengan gue punya pacar maka abang gue dan Tata otomatis akan menganggap gue udah moveonkan? iya kan Ra?" Tanya bintang dengan wajah serius. Ara hanya menjawabnya dengan satu anggukan pelan.


"Tang.. sabar gue yakin abang lo pasti bakal ngerti semuanya. Walaupun sekarang dia kecewa itu wajar tang. Dia pikir lu gak pernah suka sama Tata dan ternyata dugaannya salah. Lu cuman perlu kasih dia waktu."


"Sampe kapan Ra? gue yakin dia gak bakal maafin gue.." Bintang terlihat frustasi


"Gak mungkin tang. Hubungan persaudaraan gak sedangkal itu kan?"


Ara mencoba menghibur Bintang.


"Lagi pula siapapun yang ada diposisi kak Gilang pasti akan kecewa. jadi lo gak usah terlalu mikirin ini."


Ara mengelus pundak Bintang yang terlihat gusar.


"Dan soal Tata... sekarang lo gimana sama dia?"


"Gue gak tau Ra.."


Jawaban Bintang itu tak di pertanyakan Ara lebih jauh. Karna dia tahu Bintang sekarang sedang sedih memikirkan abangnya Gilang yang sedang kecewa padanya.

__ADS_1


Bintang dan Ara pun pulang kembali ke Villa karna hari mulai gelap dan mereka juga khawatir jika keluarga mereka mencari mereka.


Malamnya. Setelah seluruh keluarga makan malam. Ibunya bintang mengajak semuanya untuk santai sambil membakar jagung didepan Villa. Ibu Ara dan ibunya Bintang sudah larut dalam percakapan mereka yang tak lain membahas nostalgia kehidupan jaman dulu saat mereka masih sama sama gadis. Sedangkan Alfa dan Ara sibuk berayun sambil ngemil keripik singkong ditangan Gilang. sementara Tata duduk disamping Bintang dengan santai dan tanpa berdosa nya. Gilang jangan ditanya, sejak acara makan malam selesai dia langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa berkata apa apa lagi. Ara melihat Gilang murung sepanjang acara makan malam membuatnya merasa gak tega. Pasti sekarang kak Gilang lagi patah hati banget. Gumam Ara dalam hatinya.


"Bo,, pacar lo lagi dipepet orang noh, kok lo diem aja sih.." Alfa berbisik ditelinga Ara sontak membuat Ara langsung tersedak.


"Apaan sih lo bang!!"


"Serius gue, soalnya dari tadi gue liat itu cewek nempel mulu sama si Bintang.." Tambah Alfa sambil terus mengunyah cemilannya.Dasar Alfa ceplas ceplos aja. Untung cuman Ara yang denger.


Ara spontan melirik ke arah Tata dan Bintang. Tata memang dari tadi terus mengekor Bintang. Dia bahkan tak perduli dengan perasaan Gilang.


"Ya udah biarin ajalah. ikut campur aja!" Dengus Ara pada Alfa. Padahal sebenernya dia juga cemburu melihatnya. Cuman mau gimana lagi. Toh dia juga sudah tau semuanya.


"Yeee.. ni anak bukannya usaha biar pacar gak direbut malah pasrah amat."


"Bintang bukan pacar gue bang!" Kilahnya sambil merebut kripik singkong dari tangan Gilang


"Masa sih ? Kok gue ngeliatnya kalian saling suka." Gilang merebut kembali kripik singkongnya.


"Kagak bang!" Ara membantah padahal jelas jelas iya dia memang suka dengan Bintang. Tapi Bintang... dia sukanya sama Tata. Gerutu Ara dalam hati.


"Ra.. lu mau jagung bakar?" Tanya Bintang yang membuat Ara sontak menoleh ke arah suara berasal. Bintang terlihat sedang membakar beberapa jagung dan Tata disebelahnya pura pura membantunya.


Ara menggeleng.


"Tang, tawarin gue juga doang. Gue kasat mata emang?" Alfa ngedumel membuat Bintang langsung terkekeh.


"Iya Kak sori ini aku lagi bakarin buat semuanya tenang aja."


"Oke mantap Tang. Yaudah kalau gitu punya gue tolong agak lamain aja ya dibakarnya soalnya sedep tuh kalau agak agak kriuk gitu pas dimakan." Alfa menyeringai lebar.


"Gosongin aja sekalian tang jagung punya dia mah." Ara menimpali membuat Alfa mencubit gemas pipi adiknya.


"Tang.. soal tadi.." Tata berusaha membuka omongan diantara dia dan Bintang.


"Gak usah dibahas sekarang Ta." Pinta Bintang tanpa menoleh ke Tata.


Tata mengangguk pelan.


"Gilang kayaknya marah sama gue." Ucap Tata lirih yang membuat Bintang langsung menghentikan aktivitasnya membakar jagung.


"Gue yang akan ngomong sama dia nanti. Lu gak usah khawatir.."

__ADS_1


"Tang.. sebenernya gue pengen putus aja sama Gilang."


"Apa?" Bintang melotot kaget mendengar perkataan Tata. Membuat Ara seketika menoleh ke mereka.


__ADS_2