
Bel pulang berbunyi
Bayu mengamati dengan sorot mata tajam setiap siswa siswi yang lewat disekitarnya. Saat melihat Beni menuruni tangga. Tanpa menunggu waktu lagi Bayu langsung membututinya.
Beni tak sadar jika sepasang mata sedang mengawasinya dari jauh. Saat tak lama Beni naik dan berboncengan dengan seorang temannya. Bayu pun langsung ikut tancap gas dan mengekor dibelakang.
Hari ini Bayu sengaja tak membawa mobilnya. Dia meminjam motor milik saudaranya. Bayu sudah merencanakan akan menyelidiki Beni. Karna yakin jika semua yang Beni ucapkan itu bohong. Pasti ada yang Beni sembunyikan.
Selang 20 menit setelah memasuki sebuah perkampungan Beni berhenti di sebuah rumah. Seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahun langsung keluar dan memeluk Beni.
"Kakak.. udah balik?"
Beni bersimpuh dan memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang. Bayu terkesima melihatnya seorang Beni yang begitu brandal ternyata punya sisi lain di hidupnya.
Tanpa menunggu aba-aba lagi Bayu datang menghampiri Beni dengan langkah cepat.
"Bayu?" Beni membulatkan matanya saat melihat Bayu kini sudah berdiri dihadapannya.
"Ini adek lo?" Bayu mengusap pucuk kepala adik Beni dengan gemas.
"Kakak.. ini teman kakak ya? yang kemarin kesini teman kakak juga?" Tanya adik Beni dengan polos yang membuat Beni langsung menutup mulut adiknya.
"Yang kemarin? jadi selain gue ada yang udah kesini doang? siapa cantik yang kemarin kesini?" Bayu berlutut didepan adik Beni sambil mengeluarkan permen dari saku bajunya.
"Kamu mau ini?"
Ucap Bayu sambil menyingkirkan lengan Beni dari wajah adiknya.
adik beni menerima permen itu sambil tersenyum ke arah Bayu.
"Kakak ini baik gak kaya kakak yang kemaren ngancem-ngancem kak Beni.."
Wajah Beni jadi tegang. Baru saja adiknya membongkar sesuatu yang mati-matian disembunyikannya.
"Ngancem gimana dek?" Tanya Bayu curiga jika yang dimaksud adik Beni itu Tata.
"Masuk ke dalem sana!" Perintah Beni pada adiknya.
__ADS_1
namun adiknya tidak mau menurut. Dia malah bersembunyi dibelakang Bayu.
"Kakak kemaren diancam sama kakak jahat itu lewat aku. Aku denger semuanya.."
Beni hendak menarik adiknya dari belakang Bayu namun Bayu dengan cepat menghentikannya.
"Sekarang gak ada alasan lo buat bohong lagi sama gue. Cerita semuanya Ben, gue yang akan jamin keselamatan lo dan adek lo ini!" Ucap bayu dengan penuh penekanan agar Beni tidak takut lagi untuk mengungkapkan yang sebenarnya terjadi.
Beni diam sejenak kemudian berpikir harus bagaimana, dia masih takut jika sampai Tata datang kembali dengan orang-orangnya apalagi Tata mengancam akan melukai adiknya.
"Lo percayakan sama gue? gue yang bakal tanggung jawab Ben soal keselamatan adik lo. Sekarang gue cuman minta lo jujur aja soal insiden penguncian Ara ditoilet itu.." Bayu memegang pundak Beni dengan wajah memohon.
"Oke gue bakal jujur. Tapi gue minta lo harus bisa ngelindungin adik gue dari seseorang."
"Dari siapa?" Tanya Bayu penasaran.
"Tata! Dia orang yang udah nyuruh gue buat ngunciin Ara di toilet. Dan dia juga yang udah ngancem bakal nyelakain adik gue kalau gue sampai jujur sama kalian semua!"
Bayu tersentak kaget saat Beni menceritakan detail kejadian sebenarnya. Tata? Kenapa sepupunya bisa jadi sekejam itu. Tata benar-benar kelewatan. Lihat saja apa yang akan Bayu lakukan untuk membalas Tata. Dia akan membongkar semuanya didepan Bintang.
"Ben, Lo tenang aja gue akan jamin keselamatan lo dan adik lo ini. Gue cabut dulu ya."
Sesampainya dirumah Tata. Bayu masuk kerumah sepupunya tanpa memberikan salam. Tata melihatnya dengan penuh tanda tanya.
"Kenapa lo? dateng-dateng mukanya ditekuk gitu?"
"Ta, lo kan yang udah nyuruh Beni dan temannya itu buat ngunciin Ara di toilet?"
Bayu mengaktifkan rekaman audio di handphone nya untuk merekam pembicaraannya dengan Tata.
"Apaan sih lo nuduh orang sembarangan! kan Beni sendiri yang bilang kemaren kalau dia ngelakuin itu karna iseng.." Tata lagi-lagi mengelak dari tuduhan.
"Lo gak akan bisa bohong didepan gue Ta. Gue terlalu kenal siapa lo. Kenapa sih lo jahat banget sama Ara?"
"Maksud lo apa sih gue gak ngerti Bay!" Tata masih berusaha tak tahu apa-apa.
"Gue udah tau semuanya. Lo ngancem Beni kan lewat adiknya? gue gak nyangka ya lo bisa ngelakuin hal serendah itu!" Bayu menunjuk wajah Tata dengan geram.
__ADS_1
Tata menggertakkan giginya menahan kesal pada Bayu. Kenapa Bayu bisa tahu kejadian sebenarnya.
"Iya, emang gue yang udah ngunciin cewek sialan itu. Kenapa? lo mau ngadu sama Bintang? dia gak akan percaya Bay, karna dia itu cinta mati sama gue!" Tata menyeringai sambil mengibaskan rambutnya.
Bayu mengepalkan tangannya sendiri. Kalau saja Tata ini laki-laki mungkin dari tadi dia sudah menonjok wajahnya.
"Kebusukan gak akan bertahan lama Ta. Cepat atau lambat Bintang akan tahu yang sebenernya!"
Bayu mengeluarkan Hp yang sedari tadi merekam semua percakapannya dengan Tata.
Mata Tata langsung membulat. Ekspresinya berubah menjadi sangat tegang.
"Jangan Gila lo Bay, lo sengaja ngerekam pembicaraan kita tadi hah? gue ini sepupu lo! Lo lebih milih Ara dari pada gue?"
Tanya Tata masih dengan raut wajah ketakutan. Tata takut jika Bayu sampai nekat mengirimkan rekaman itu pada Bintang.
"Bukan masalah hubungan persaudaraan Ta. Lo sadar gak sih yang lo lakuin itu salah. Kalau lo beneran sayang sama Bintang. Dapetin dia dengan cara yang bersih. Ara itu gak tau apa-apa malah lo jadiin pelampiasan karna lo gak bisa dapetin Bintang, gue gak suka lo nyakitin cewek yang gue sayang paham!" Teriak Bayu dengan setengah berteriak.
Tata ciut juga melihat Bayu membentaknya. Ini pertama kalinya dia melihat Bayu begitu emosi sampai-sampai berani berteriak keras kepadanya.
"Oke gue ngaku gue salah. Tapi gue mohon Bay jangan lu kirim rekaman itu. Gue mohon. Gue gak mau Bintang benci sama gue." Pinta Tata dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Bayu menghela nafas sesaat kemudian menggeleng cepat.
"Maaf Ta. Kali ini Bintang harus tau semuanya..!"
Bayu pun hendak pergi meninggalkan rumah Tata. Namun Tata buru-buru mencegat lengannya.
"Please Bay. Kali ini aja gue mohon turutin permintaan gue. Gue janji gak bakal gangguin Ara lagi.."
Tata menangis sambil membungkuk dikaki Bayu. Bayu diam sejenak. Dia memalingkan wajahnya dari Tata.
"Sorry Ta. Gue gak bisa nurutin kemauan lo, gue harap lo mau berubah dan gak ngulangin ini lagi!"
Bayu menarik kakinya dari pelukan Tata dengan kasar dan segera bergegas meninggalkan tempat itu.
Tatapun berdiri setelah tau usahanya itu sia-sia. Dia menghapus air matanya sebari menatap tajam ke arah perginya Bayu.
__ADS_1
"Awas ya lo Bay. Gue bakal singkirin siapapun yang berani ngehalangin gue sama Bintang sekalipun itu lo!" Ucap Tata dengan nada serius.