
"Kenapa mereka kesini juga tang? lu udah janjian sama mereka?" Ara menatap Bintang berharap mendapatkan jawaban dari pertanyannya.
"Iya Ra.." Bintang berdiri ketika Tata dan Bayu sampai didekat mereka.
Bayu menatap Tata dengan Tatapan seolah olah Tata telah melakukan kesalahan besar. Dia menghela nafas beberapa kali untuk mengelola emosinya agar tak meledak.
Tata terlihat cemas bukan main. Keringat dingin mulai terasa disekujur tubuhnya.
Tadi siang dikelas dia mendapatkan pesan dari salah satu siswa brandal yang dia sewa untuk mengerjai Ara. siswa itu mengatakan jika dia telah tertangkap oleh Bintang.
Tata yang kaget langsung berusaha menghubungi nomor Beni dan Aldi nama dua siswa yang dia sewa itu. Namun yang berhasil dia hubungi hanya Aldi. Dan aldi memberikan kabar buruk jika Bintang sudah berhasil menangkap Beni tadi pagi.
Dan dipastikan Bintang akan membuat Beni buka mulut soal kejadian kemarin. Tata ketakutan jika sampai Beni berkhianat dan mengatakan yang sebeneranya maka tamatlah sudah riwayatnya.
"Ta.. " Bintang berusaha bersikap tenang.
Ara ikut berdiri dan memperhatikan.
"Ta.. gue sebenernya gak mau percaya ini semua.. tapi yang bilang ke gue adalah salah satu tersangkanya.."
"Bilang apa sih tang? lagian kenapa sih gue tiba tiba di ajak kesini Bay?" Tata belagak polos tak mengerti kemana arah pembicaraan Bintang.
Bayu yang sudah lebih dulu diberitahu semuanya oleh Bintang lewat telfon hanya diam saja. Dia bingung karna di satu sisi Tata adalah sepupunya sendiri.
"Tolong jawab jujur Ta. Apa bener lu yang kemaren nyuruh dua orang itu buat ngunciin Ara?"
Ara kaget bukan main mendengar pertanyaan Bintang untuk Tata. Jadi yang dimaksud dalang kejadian kemarin itu Tata.
Tata gelagapan namun tetap memasang wajah tanpa dosanya.
"Lu nuduh gue tang?" Tanya Tata dengan mimik sedih yang dibuat buat.
"Ta, jawab jujur aja.."
Bayu membuka suaranya. Agak geram dia melihat Tata mengelak. Karna sejujurnya sebelum Bintang memberitahukan bahwa Tata yang menjadi dalang kejadian kemarin dia sudah curiga duluan.
Bayu hapal betul Tata orang seperti apa. Dia pasti mengerjai Ara karna cemburu buta pada Bintang. Karna beberapa kali Tata sering mengatakan rasa bencinya pada Ara.
"Lu nuduh gue juga Bay?" Tata mulai mengeluarkan jurus ninjanya yakni menangis.
__ADS_1
Bintang menatapnya dalam.
"Kenapa ta? kenapa lu bisa ngelakuin hal jahat kaya gini? ini bukan Tata yang gue kenal.."
Tata menunduk dalam dalam sambil menangis tersedu sedu.
Bintang jadi sedikit tak tega sementara Bayu bisa menebak jika Tata hanya sedang bersandiwara saja.
"Kenapa kalian tega nuduh gue. Apa kalian punya buktinya? bisa ajakan cowok itu ngarang cerita buat lempar kesalahan ke orang lain?"
"Tapi keliatannya dia lagi gak ngarang Ta.." Timpal Bintang.
"Sumpah bukan gue.. gue gak tau apa apa Tang,," Tata mencoba memegang tangan Bintang namun Bintang menepisnya.
"Terserah lu mau percaya apa engga. Gue udah jawab yang sebenernya bukan gue tang.. hiks hiks.. " Tangis Tata semakin menjadi jadi.
"Bisa ajakan Tata yang dia maksud bukan gue?"
"Yang punya nama Tata kelas dua belas itu lu doang Ta.." Timpal Bayu.
"Yaudah kalau gitu kenapa gak lu bawa orangnya biar dia nunjukin Tata yang mana.." Tantang Tata untuk membuat Bayu dan Bintang yakin kalau Tata yang dimaksud itu bukan dirinya. Padahal di dalam hatinya dia sangat takut.
"Minta maaf sama Ara Ta, lu udah kelewatan tau!"
Bayu menatap Tata sinis tanpa memperdulikan raut wajah Tata yang setengah mati kesal kepadanya karna dia lebih membela Ara dibanding dirinya.
Namun karna keadaanya sekarang terjepit. Tata pun tak punya pilihan lain selain berpura pura bersikap baik kepada Ara.
"Ra.. gue minta maaf kalau selama ini gue ada salah sama lu. Gue emang bodoh. Gue terlalu sayang sama Bintang dan sering cemburu tiap kali liat dia deket sama lu. Tapi sumpah Ra, gak pernah sekalipun gue berpikir buat ngerjain lu apalagi sampe ngunciin lu di toilet, lu percayakan sama gue Ra?"
Tata memegang salah satu tangan Ara dengan memasang wajah innocent nya. Ara tak banyak bicara dia hanya diam. Karna disisi lain dia tak punya bukti untuk menuduh Tata.
Ara melirik Bintang yang terlihat sangat terpukul. Dia tahu pasti Bintang sangat kecewa saat ini. Bagaimanapun dia sangat mencintai Tata. Dan dia pasti sedih karna itu.
"Gue gak pernah berpikir lu yang udah ngunciin gue kemaren kok Ta, udahlah tang jangan diperpanjang lagi.." Pinta Ara sambil menatap mata Bintang dengan penuh harap.
Bayu menggelengkan kepalanya. Kenapa ada orang sebaik Ara. Begitu polosnya dia sampai sampai mau mendamaikan keadaan agar Tata tak dipojokkan lebih jauh lagi.
"Makasih ya Ra.." Tata memeluk Ara. Ara ragu namun kemudian membalas pelukannya.
__ADS_1
Bayu terlihat sangat jengkel pada Tata. Walaupun dia sepupunya tapi yang sudah dilakukan Tata benar benar kelewatan.
Tata melepas pelukannya dan menatap Bintang. Bintang tak bergeming dia malah memalingkan wajahnya.
"Tang,, gue tau lu gak akan semudah itu percaya sama gue, makanya kalau lu mau, lu temuin gue besok sama cowok yang udah ngomong ke lu kalau gue yang udah nyuruh dia gimana?"
Bintang diam sejenak. Dia mulai termakan aktingnya Tata. Kalau Tata memang pelakunya kenapa dia begitu berani ingin bertemu dengan siswa itu. Karna otomatis itu akan lebih memperjelas semuanya.
"Oke besok pulang sekolah kita ketemu lagi disini.." Bintang akhirnya setuju dengan usul Tata.
Bayu hanya menatap Tata heran. Pasti Tata sedang 'merencanakan sesuatu' pikir Bayu curiga.
Bintangpun menarik Tata dan kemudian meninggalkan taman itu.
****
Esoknya sesuai perjanjian. Bintang sudah datang kesana disusul Ari dan Kenzo yang membawa serta Beni ke taman itu.
Tak lama Bayu datang dengan Tata. Keadaan pun berubah menjadi tegang. Semua mata memandang ke arah Tata.
" Oke karna semuanya udah ngumpul disini, langsung aja ya keintinya. Beni, apa ini Tata yang lo maksud kemaren?" Tanya Bintang yang menatap penasaran ke arah Beni.
Beni diam sesaat memperhatikan Tata. Tata pura pura bersikap tenang, padahal hatinya sangat takut dan gugup.
"Bukan dia Tang.. " Ucap beni yang sontak membuat semua orang merasa heran.
"Jangan maen maen lo men! kemaren lo bilang Tata yang nyuruh lo!"
Ari mulai terpancing juga.
"Bukan, bukan dia. Gue gak kenal sama dia!"
Beni berbohong, terpaksa karna semalam Tata sudah melancarkan aksinya, Dia nekat pergi kerumah Beni untuk menutup mulut Beni lewat adiknya Beni yakni Sarah.
Sarah adalah satu satunya keluarga yang Beni punya. Dan Tata memanfaatkan Sarah untuk mengancam Beni. Dia mengatakan akan menyuruh orang melukai Sarah jika sampai Beni tidak mau bekerja sama dengannya.
Beni yang sangat menyayangi adiknya pun akhirnya setuju untuk berbohong kepada Bintang dan meralat perkataannya kemarin.
"Tang, kemaren gue cuman asal jawab aja. Sebenernya gue cuman iseng ngunciin si Ara di toilet. Suer gak ada yang nyuruh gue !!" Tukas Beni sambil melirik ke arah Tata yang menatapnya dengan Tatapan mendelik tajam.
__ADS_1
...****...