
Sore itu Ara pergi ke supermarket di dekat rumahnya. Dia hendak membeli beberapa cemilan dan susu strawberry kesukaannya.
Saat hendak mengambil beberapa biskuit di rak supermarket. Matanya tiba-tiba tertuju pada seseorang yang berdiri tepat disampingnya. Ya, dia adalah Bayu. Bayu menoleh ke Ara sambil mengernyitkan dahinya.
"Kamu Maharani kan?"
Bayu mendekati Ara.
"Eh, ketemu lagi."
Ara tersenyum simpul. Diliriknya wajah bayu yang memancarkan aura lembut dan hangat. Pria itu sama tingginya dengan Bintang. Wajahnya benar benar ramah dan murah senyum. Ah, andai bintang seramah Bayu. Mungkin masih ada kesempatan untuk Ara menyentuh hati Bintang.
"Lagi nyari apa Ra?"
"Mm.. gue cuman lagi beli cemilan aja sih, lu sendiri lagi nyari apa bay? lu tinggal didekat sini emang?"
Ara bertanya penuh harap. Semoga aja iya, kan bisa samprogan tiap hari. Pikir Ara.
"Gue lagi mau beli minuman aja sih sama beberapa cemilan, gue gak tinggal disekitar sini, ini gue cuman lagi main aja kerumah sepupu gue."
Bayu menunjukan sebungkus kripik kentang dan sebotol minuman soda ditangannya.
"Kamu tinggal disini Ra?"
Tanya bayu membuyarkan lamunan Ara.
"Eh, iya bay, gue tinggal gak jauh dari sini. Deket kok jalan kaki juga nyampe, Mau mampir?"
"Mampir? Bintang? " Bayu langsung bertanya dan menatap Ara.
Dia tidak enak dengan Bintang. Bagaimanapun Ara adalah pacar teman sekelasnya. Rasanya tidak etis walau hanya mampir kerumahnya.
"Emang kenapa sama Bintang?" Ara memang benar benar lemot, dia tak sadar kalau posisinya sekarang adalah pacar Bintang walaupun hanya sebatas pura pura.
"Ouch itu.. emm Bintang gak bakal marah kok bay, dia bukan tipe cowok posesif hehe"
Ara menyeringai lebar, malah membuat bayu merasa ada yang aneh antara Ara dan Bintang. Apa benar mereka berdua pacaran? Karna bayu pun tau sejak pertama masuk sekolah Bintang hanya fokus pada satu gadis bernama Tata, itu bukan sekedar rumor. Dan tiba tiba tanpa ada angin dan hujan Bintang digosipkan sudah punya pacar dan itu bukan Tata. Sangat tidak masuk akal. Apakah saat dekat dengan Tata, si Bintang juga mendekati Ara? Bayu bertanya tanya dalam hatinya.
Bayu memandangi Ara. Gadis itu berkulit kuning langsat dan matanya yang bulat membuatnya tampak menggemaskan. Pasti ini salah satu alasan Bintang Menyukai Ara.
"Gimana bay? Mau mampir?"
Tanya Ara
"Boleh deh, kalau gak ngerepotin."
Bayu agak sungkan, namun akhirnya ingin juga dia berkunjung kerumah Ara, ada yang membuatnya tertarik dengan gadis disebelahnya ini.
Setelah keduanya membayar belanjaan, mereka langsung bergegas menuju rumah Ara yang letaknya hanya beberapa kilometer dari supermarket tadi.
__ADS_1
Ara berjalan disamping Bayu. Mereka menikmati udara sejuk sore itu. Pepohonan disekitar rumah Ara memang masih banyak dan asri. Ara menatap ke arah langit. Langit sore itu mulai berubah menjadi warna jingga.
"Nah, kita udah sampe. Yuk masuk!!"
Ara membuka pintu pagar rumahnya.
Bayu melihat sekeliling, dihalaman rumah Ara ada taman bunga mini. Disana terlihat berbagai macam bunga mawar dan berbagai macam tanaman hias.
"Lu suka bunga Ra?"
"Ouh itu semua nyokap yang tanam sekaligus dia juga yang ngerawat."
Jawab Ara santai kemudian dia mempersilahkan Bayu untuk duduk didepan teras rumahnya.
"Gue kira itu hobi lu ra, pasti nyokap lu orang yang telaten. Tanamannya terurus banget."
"Hobi gue mah makan bay, segala jenis makanan gue hobi makan"
Bayu tertawa renyah.
"setau gue makan itu bukan hobi Ra, tapi kebutuhan hidup."
"Hehe. yaudah lu tunggu disini dulu ya, gue mau kedalam dulu."
Bayu mengangguk manis. Ara tak tahan rasanya tiap kali bayu tersenyum membuatnya ingin sekali mencubit pipi cowok disampingnya itu. Menggemaskan. Andai dia bertemu dengan bayu lebih dulu dan bukannya si Tangki Air itu. Mungkin kisah cintanya akan lebih mudah dan menyenangkan . Karna sepertinya kepribadian bayu jauh lebih hangat dan ramah, bertolak belakang dengan Bintang yang dingin dan acuh.
"Eh, ada temen Ara main ya. Kenapa gak diajak masuk kedalam Ra? "
Bayu langsung bangkit dan mencium punggung tangan ibunya Ara.
"Gak usah tante disini aja. lagian saya gak lama lama tante."
"Ini namanya Bayu mah, temen sekelasnya bintang juga"
"Ouh jadi kamu temennya Bintang juga ya? "
"Emm.. iya tante, emang Bintang sering kesini ya tan?" Bayu melirik ara yang mukanya berubah jadi malu malu kucing.
"Iya bay, mereka suka berangkat sama pulang sekolah bareng, kamu tunggu disini ya ngobrol ngobrol dulu aja, tante bikinin minum dulu ya."
"Eh gak usah tante, saya mau langsung pergi lagi, soalnya udah maghrib gak enak tante."
"Loh kok mau langsung balik, baru juga dateng? "
Mamah ara bertanya.
Bayu bangkit dari kursinya dan kembali mencium tangan ibunya Ara. Ibunya Ara tersenyum, sopan sekali anak ini. Pikir ibu Ara dalam hati.
"Saya pamit ya tante, sepupu saya udah nungguin."
__ADS_1
kemudian Bayu menatap ara sembari tersenyum.
"Nanti kapan kapan gue mampir lagi kesini ya boleh gak? kalau gak keberatan itu juga?!"
"Engga sama sekali bay! "
Ara buru buru menjawab sumringah.
Bayu berjalan meninggalkan rumah Ara, sambil sesekali menoleh ke belakang. Ara masih berdiri disana memperhatikan tubuh jangkung bayu yang kemudian menghilang dari pandangan.
***
Bayu melanjutkan perjalanan dari rumah Ara menuju rumah sepupunya. Bayu masuk kedalam rumah disambut seorang gadis yang seumuran dengannya. Ternyata sepupu Bayu adalah Tata.
Tata duduk di sofa diikut bayu disampingnya. Bayu meletakan sekantong plastik cemilan disana. Ditatapnya sepupunya itu, sepertinya suasana hati Tata sedang tidak bagus. Bayu bisa melihat itu dari raut wajah Tata yang terus diam dan merengut.
"Gue tadi abis dari rumah seseorang, sorry ya gue telat!"
"Iya gak apa apa"
"Gue tadi ketemu Maharani."
Tata langsung menoleh kaget ketika Bayu menyebut nama itu.
"Maharani pacarnya Bintang?"
Tata langsung pindah duduk dan mendekat ke Bayu.
"Iya, Lu udah kenal dia ya?"
Tanya Bayu penasaran.
"Iya, dikenalin Bintang. Tapi gue bingung mereka saling kenal dari mana karna setau gue Bintang gak pernah deket sama cewek lain selama ini."
"Gue juga penasaran mereka kenal dari mana. Karna dari sikapnya Ara kayaknya ada yang aneh."
"Aneh gimana bay? "
Tata semakin penasaran.
"Ya aneh aja. Nanti deh gue selidiki lagi. Udah sekarang gue mau numpang makan dulu ya lapar nih."
Bayu melenggang masuk kedalam rumah Tata, diikuti Tata dari belakang.
"Nyokap lagi di dapur, lu ambil sendiri aja kayanya baru selesai masak deh"
"Okey".
Bayu tersenyum sumringah dan kemudian secepat kilat berjalan ke arah dapur.
__ADS_1