
Sabtu pagi saat libur sekolah tiba. Ara sudah bertekad akan memuaskan tidurnya sampai siang bolong. Tak ada yang boleh mengganggunya pesannya kepada sang Mamah juga Abangnya. Bukan apa apa otak dan badannya kayanya perlu untuk rileks sejenak dari segala tugas menumpuk disekolah akhir akhir ini. Belum lagi permasalahan runyamnya semenjak hadirnya Bintang didalam hidupnya yang harus membuatnya mau tak mau harus membuat satu kebohongan demi menutup kebohongan yang lainnya soal pacaran bohongannya. Namun keinginnanya itu harus pupus ketika alfa datang ke kamarnya dan mulai menggoncang goncangkan tubuh Ara kuat kuat.
"Oiii Ra,, Banguuun cepeet!!!!"
"Ada apa siiiiiihhh, ganggu aja lu bwaaang!!"
Ara buru buru menutup kupingnya dengan bantal sambil berbalik membelakangi kakaknya.
"Mo ikuut gak?"
"Hmmm" jawab Ara setengah sadar.
"Seriuus gue, mau ikut gak? kalau gak, gue sama mama tinggalin dirumah sendiri yaa!!!"
Kemudian Alfa mendekatkan wajahnya ketelinga adiknya sebari menyeringai lebar "Gue mauu holidaay ke pantai doong sama mama"
"Haaahhhh!!? seriuus?????"
Kontan Ara langsung duduk terbangun dan menatap kakaknya yang mulai ngeloyor keluar kamar.
"Ikuuuuuuuuuuttt kak!!!!!" Teriak Ara dengan wajah sumringah. Masih setengah sadar.
"Yaudah buru siap2. 10 menit gak pake lamaa ye!!!!" Teriak alfa yang kemudian menghilang dari pandangannya.
****
"Uwiiiiiih kereeeen!!! kita mau nginep disini mah?"
Mata Ara menatap takjub pada sebuah bangunan Rumah panggung yang terletak tak jauh dari bibir pantai. Nuansa tempat penginapan itu begitu klasik namun bangunannya masih sangat terawat dengan baik. Banyak hiasan bunga yang ditanam mengelilingi rumah, pancuran air mancur di setiap sudut bangunan dan ada sebuah kolam renang juga yang menghadap tepat ke arah pantai. Ckck!!! Ara berdecak kagum.
"Iya dong. Nanti minggu sore kita udah balik. Nginep semalam aja disini buat melepas penat. Mama rasa kita udah lama banget kan gak liburan kaya gini.."
__ADS_1
"Hmm iya tuh mah pusyiiing mikirin tugas muluk!!" tukas Ara menimpali.
"Halah pusing sama tugas apa pusing pacaran!" ledek Alfa yang kemudian disambut pelototan dari Ara.
"Heuuh!!
"Udah udah ayo masuk!"
Ajak mamah Ara kemudian.
Ara makin takjub saat masuk kedalam Rumah disambut banyaknya pernak pernik antik yang masih sangat bagus. Wah pemiliknya punya selera tinggi. Batin Ara. Mamah Arapun langsung menunjukan kamar mereka di lantai kedua. Nuansa serba putih didalam kamar dan tempat tidur bergaya khas Bali membuat Ara tampaknya akan betah liburan disana. Apalagi dari balkon kamarnya pemandangan yang pertama kali akan dia lihat adalah pemandangan laut yang memanjakan mata. Ah kalau ini sih liburannya lebih ashooy daripada hanya tidur tiduran saja.
"Ini kamar mama sama kamu, alfa tidur disebelah sama..."
"Aduh mah aku lupa, hp aku ketinggalan dimobil lagi, aku ambil bentar ya?" Potong Ara kemudian yang langsung menepok jidatnya sendiri.
Mamah hanya menatap kepergian Ara dengan gelangan kepala.
**
"Gak bisa ya lo gak jatuh kalau ada gue!!?"
"Hahhh Bintangggg !!!???"
Mata Ara kontan membulat, Ara ternganga tak percaya. Dia mengerjapkan matanya berkali kali untuk meyakini jika yang dilihatnya ini memang bukan imajinasinya saja. Sosok tubuh jangkung itu memang benar benar nyata ada dihadapannya. Sedang memeluk tubuhnya. Hembusan nafas Bintang bahkan bisa dia rasakan menerpa wajahnya.
"Ngapain lo disini? lo ngebuntutin gue ya?"
Ara buru buru melepaskan dirinya saat sadar posisinya masih berpangku pada Bintang yang menahannya.
"Pedee banget lo. Ngapain gue ngebuntutin lo di Penginapan gue sendiri!" Kilahnya telak membuang Ara makin membulatkan matanya.
__ADS_1
Ara melongo. Belum sempat dia bertanya lagi tiba tiba dari arah ruang depan muncul Gilang dan ibunya dan yang membuat Ara makin melongo ada Tata juga.
"Eh Ra, udah dateng duluan ya? Mana mamah kamu sama Al?"
Mamanya Bintang langsung menghampiri Ara dengan tersenyum lembut.
"Mmm. i..itu udah di atas tante."
Ara mencium punggung tangan Mamah Bintang Walau masih setengah bingung. Kebetulan apa memang liburan ini sudah direncanakan oleh mamahnya? Tanya Ara dalam hatinya. Pantas saja Villa ini begitu mewah dan megah untuk ukuran sebuah penginapan dipinggir pantai. Ternyata yang empunya si konglomerat pengusaha Bandung yang tak lain adalah keluarganya Bintang.
"Hai Ra," Sapa tata dengan memberikan senyum khasnya, entah itu asli atau palsu. Gilangpun ikut memberikan senyum hangatnya ke Ara. Mereka kemudian naik ke atas ruangan meninggalkan Ara yang masih terbengong bengong di atas tangga.
Gilang menggandeng tangan Tata melewati Bintang yang berdiri menepi dipinggir tangga.
Ara hanya mengernyitkan matanya melihat pemandangan itu. Sementara Tata terus saja mencuri curi pandang pada Bintang tanpa sepengetahuan Gilang. Tak akan ada yang menyangka jika melihat wajah innocent Tata kalau gadis itu punya berkepribadian ganda. Terlihat baik padahal sebenarnya sangat penuh dengan topeng kepalsuan. Seperti Gilang yang berhasil dibuatnya jatuh cinta padahal jelas jelas Tata malah cintanya pada Bintang.
Bintangpun berbalik Arah dan pergi keluar Villa. Ara mengekor keluar karna dia memang hendak pergi mengambil ponselnya yang tertinggal didalam mobil. Tata yang melihat itu kesal. Dia tak ingin Bintang dekat dekat dengan Ara. Tapi posisinya saat ini sebagai pacarnya Gilang sangat tidak menguntungkan.
"Ngapain lo ? mau ngikutin gue?" Tatapan tajam Bintang menghentikan langkah Ara.
"Apaan. Orang gue mau ngambil hp gue kok, ketinggalan dimobil!"
Ara buru buru berlari ke arah parkiran dan meninggalkan Bintang yang menatap kepergiannya dengan tatapan datar.
Beberapa menit kemudian Ara kembali dan melihat ke arah Pantai. Langit cerah dan Air berwarna biru adalah kombinasi surga dunia yang memanjakan matanya.
Diapun berjalan menyusuri bibir pantai sambil membentangkan lengannya. Udara segar berhembus melewati rambutnya yang dibiarkan terurai menjuntai. Senyumnya merekah. Ahhh sudah lama dia tidak liburan dan menikmati indahnya ciptaan Tuhan ini.
Bintang yang tidak jauh duduk diatas sebuah ayunan yang diikat oleh kedua pohon besar menatap Ara dengan tatapan yang lain dari biasanya. Senyumnya terbersit walau hanya sekilas. Kemudian dia sadar apa yang dia lakukan. Mengapa dan untuk apa dia tersenyum melihat gadis itu? Bintangpun menggelengkan kepalanya.
malam itu kalau saja Ibunya tidak terus memaksanya untuk ikut berlibur, Bintang sebenarnya malas karna harus melihat Gilang dan Tata bersama. Namun saat mendengar kalau mamahnya juga mengajak Ibunya Ara dan sudah dipastikan Ara dan Alfa akan ikut. Bintangpun akhirnya setuju juga untuk ikut berlibur. Itung itung dia melepas lelah dan penat dari hingar bingar masalahnya selama ini.
__ADS_1
****