PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
GILANG MUNDUR DARI CINTANYA


__ADS_3

Di sore hari dirumah kediaman Bintang.


Bintang masuk ke dalam rumah dengan perasaan bercabang. Di satu sisi dia kepikiran pada Ara. Sebentar lagi perjanjian pacaran bohongannya akan segera berakhir. Tapi entah kenapa saat membayangkan itu hati Bintang terasa kosong.


Dan disisi lain. Dia tak bisa munafik jika dia masih peduli pada Tata.


Bintang melihat Gilang sedang main PS diruang tv. Gilang tak menyadari kedatangan Bintang adiknya.


Bintang teringat beberapa hari ini sejak balik liburan dari Villa, dia belum sempat bicara apa-apa dengan Gilang. Gilang terus menghindari Bintang baik dirumah maupun di sekolah.


"Kak.." Bintang memanggil Gilang dengan suara sumbang sambil menaruh tasnya di sofa panjang.


Abangnya yang duduk di karpet bawah sempat menghentikan permainan PS nya, namun hanya sesaat kemudian dia kembali asik melanjutkan permainannya dan diam tak menyahut seolah-olah Bintang tak ada disana.


"Sampai kapan kak lu mau diemin gue kaya gini?"


Tanya Bintang namun tetap tak di gubris oleh Gilang.


"Kak!" Kali ini Bintang sedikit mengeraskan suaranya.


Gilang diam sejenak lalu bangkit dan segera mematikan Tv. Ditatapnya Bintang dengan tatapan datar.


"Tang, biarin gue sendiri dulu. Biar gue bisa tenang dan nerima semua ini. Tenang aja gue udah ikhlasin Tata buat lu!" Ucap Gilang sesaat sambil memalingkan wajahnya.


Bintang tau kakaknya pasti terluka karna sudah tau semuanya. Apalagi Tata yang sangat dicintainya malah tega mengatakan jika dia menyukai cowok lain, dan cowok itu tak lain adiknya sendiri.


Bintang tak menyangka jika semuanya akan jadi sekacau ini. Awalnya dia hanya berniat agar Tata bisa melupakannya dan bisa hidup bahagia bersama Gilang.


Karna dia tau kakaknya sangat begitu mencintai Tata dari dulu, dia yakin kakaknya bisa menjaga Tata lebih baik dari dirinya karna dia merasa jika Tata bersamanya maka Tata bisa celaka lagi.


Namun takdir ternyata tak bisa di tebak. Justru yang sekarang terluka adalah kakaknya sendiri.


"Kak, maafin gue. Gue gak ada maksud apa-apa. Gue cuman pengen lu sama Tata.."


Belum sempat Bintang melanjutkan ucapannya Gilang segera memotongnya.


"Cukup tang, gue gak mau bahas soal ini sekarang."


Kata Gilang sambil pergi meninggalkan Bintang seorang diri.


Bintang terduduk lemas di sofa sambil berpikir keras bagaimana caranya agar Gilang mau memaafkan dirinya.


***


Esoknya didalam kelas IPS dua belas.

__ADS_1


Jam pelajaran pertama sudah di mulai. Namun Bu Sri guru matematika mereka hanya menyuruh para muridnya untuk menyalin catatan karna Bu Sri sedang mengikuti kegiatan rapat para guru.


Tentu saja ini dimanfaatkan oleh sebagian murid untuk belajar sambil bersenda gurau. Ada yang sibuk bergosip di pojok kelas. Ada yang main lempar lemparan kertas dari belakang dan si Ucup ketua kelas mereka malah sibuk berjoget dan menirukan gaya penyanyi legendaris dunia Michael Jackson, yang sontak membuat para temannya tertawa terbahak-bahak.


Sementara Ara seolah menjadi patung hidup diantara keriuhan suasana kelas.


"Ra, kenapa ngelamun?" Tanya Vania yang menyadari jika dari tadi Ara hanya memain-mainkan pulpen ditangannya.


"Gak apa-apa Van, oh iya gue lupa bentar.."


Ara teringat sesuatu dan mengeluarkan sebuah novel dari dalam tasnya.


BUNGAKU' Wajah Vania berbuah sumringah seketika.


"Itukan novel yang ditulis Bintang Ra?"


"Iya Van, sorry ya gue baru inget nih buat bawa sekarang."


Ara menyerahkan novel itu ke tangan Vania.


"Lu udah baca sampe akhir Ra?"


Tanya Vania antusias.


"Sad ending gimana?"


Tanya Vania penasaran.


"Iya jadi pemeran utama cowoknya di akhir buku bakal hidup sendirian karna ceweknya hidup bahagia sama pria lain."


"Loh kok gitu gue kira happy ending." Wajah Vania tampak kecewa.


"Yaudah lu bawa pulang aja biar bisa baca lebih leluasa."


"oke gue pinjem ya.." Vania memeluk novel itu didadanya. Akhirnya dia bisa membaca karya dari seseorang yang sudah lama dikaguminya.


Bel istirahat berbunyi..


Ara dan Vania menuruni tangga hendak menuju kantin. Saat sampai di koridor bawah Ara melihat Tata sedang berjalan disamping Bintang.


Ara menghentikan langkahnya dan menoleh sesaat ke arah mereka.


"Kenapa Ra kok berhenti?" Vania mengikuti kemana arah pandangan Ara. Sesaat wajah Vania berubah kesal.


"Ngapain tuh nenek lampir sekarang jadi ngintilin si Bintang mulu perasaan!" Dengus Vania kesal.

__ADS_1


Saat kedua mata Bintang dan Ara saling bertubrukan. Bintang menghentikan dan menatap Ara sesaat. Namun Ara buru buru pergi menghindar dan setengah berlari diikuti Vania yang mengejarnya di belakang.


Bintang menghela nafas sejenak. Tata yang melihat kecemburuan di wajah Ara tampak sangat puas.


Tadi sebelum bel istirahat Tata pura-pura sakit dan mengirim sms pada Bintang untuk menemaninya ke Uks. Tata tau kalau soal kesehatannya Bintang tak akan mungkin menolak ajakannya. Dan Tata memanfaatkan penyakitnya untuk bisa merebut kembali Bintang dari tangan Ara.


Ara dan Vania duduk di kantin sambil memakan somay pesanannya.


"Ra, si Tata kok bisa sih deket sama Bintang lagi?" Vania heran dengan apa yang dilihatnya tadi. Karna biasanya Bintang selalu menjaga jarak dengan Tata.


"Mungkin mereka mau balikan kali Van.." Ucap Ara yang sontak membuat Vania membulatkan matanya.


"Apa? gak boleh dong Ra!" Dengus Vania yang disambut tatapan bingung dari Ara.


"Kenapa gak boleh? Kan mereka saling punya rasa. Ya biarin ajalah Van."


"Kan lu masih status jadi ceweknya dia Ra, gimana sih!" Protes Vania yang sebenernya bukan itu alasan utamanya tapi karna dia tidak rela jika Bintang harus kembali pada cewek jahat kaya Tata.


"Iya status palsu Van. Gue gak ada hak apapun kalau status ini berakhir. Lagian tinggal seminggu lagi Van gue bakal bebas dari hubungan palsu ini.." Ucap Ara pelan sambil menahan sesak di dadanya.


Vania melihat gurat sedih di wajah Ara. Vania senang mendengar kalau Ara sebentar lagi akan terbebas dari hubungan pura-puranya dengan Bintang. Jadi dia akan memiliki kesempatan untuk mendekati cowok yang di taksirnya.


Tapi dia juga sedikit tak tega melihat Ara belakangan ini sering melamun sendiri dan dia tau pasti jika penyebabnya adalah Bintang.


Vania bingung apa dia harus memberitahukan kepada Ara tentang perasaannya pada Bintang?


Tapi dia belum sanggup untuk menghadapi reaksi Ara. Karna Ara taunya dari awal dia sukanya sama Bayu.


"Ra, itu bukannya kak Gilang" Vania menunjuk ke arah meja dibelakangnya. Ara menoleh dan melihat Gilang sedang makan sendirian saja.


"Biasanya kan dia sama Tata terus. Gue curiga deh jangan-jangan si Tata emang udah putus sama kak Gilang terus mau balikan sama Bintang."


Ara berhenti mengunyah dan melihat ke arah Gilang.


Dia jadi kepikiran kejadian saat di Villa waktu itu. Gilang pasti kaget dan sedih banget.


"Biarin aja Van. Kita jangan ikut campur urusan mereka."


"Gue cuman kasihan aja Ra, satu sekolah juga udah tau kalau kak Gilang itu sayang banget sama Tata.. Siapa sih yang gak mau diperlakuin kayak princess gitu apalagi sama cowok seganteng kak Gilang, emang gak bersyukur tuh si Tata!"


Vania jadi jengkel sendiri. Di dalam hati Ara pun setuju dengan pendapat Vania. Betapa tidak bersyukurnya Tata memiliki Gilang. Karna dengan matanya sendiri Ara melihat bagaimana istimewanya Gilang memperlakukan Tata.


Tapi mau bagaimana lagi. Cinta memang tidak bisa dipaksa. Sama seperti perasaannya pada Bayu. Sebaik apapun cowok itu memperlakukannya dia tetap tidak bisa memberikan hatinya.


Hai kakak yang cantik dan ganteng jangan lupa vote author biar lebih semangat updatenya ya :)

__ADS_1


__ADS_2