
Bel sekolah berbunyi dan Ara buru buru ngibrit keluar kelas. Bukan apa apa, dia hari ini ada janji dengan mamahnya mau bikin donat kesukaannya ditoko Bakery milik Ibunya.
Ibu Ara memang mahir dalam membuat kue. Semenjak suaminya meninggal dunia. Ibu Ara meneruskan bisnis toko kue suaminya untuk bertahan hidup demi anak anaknya. Walaupun Alfa anak sulungnya sudah punya karier yang bagus namun Ibu Ara punya prinsip tidak ingin merepotkan anaknya. Selagi dia bisa usaha, dia akan kerjakan apapun yang penting halal.
"Duh,, mana ya angkotnya kok tumben sepi..!! "
Ara berdiri dipinggir jalan dibawah sebuah pohon rindang. Sudah 15 menit menunggu namun angkot selalu penuh dan terakhir malah belum lewat lewat lagi.
Tiba tiba sebuah motor gede berhenti tepat didepannya. Si empunya motor membuka helmnya. Ternyata Bayu!!!
"Ra,, nungguin siapa? "
Bayu meminggirkan motornya ke tempat Ara berdiri.
"Gue lagi nunggu angkot Bay"
Ara tersenyum sambil terus memperhatikan jalan.
"Yaudah kalau gitu bareng gue aja Ra, udah mulai panas juga kan cuacanya.. "
Bayu masih berusaha agar Ara mau ikut pulang dengannya.
Belum sempat Ara menjawab tiba tiba terdengar bunyi klakson mobil. Kini sebuah mobil berwarna silver terparkir tepat didepan mereka. Seseorang turun dari sebelah kanan kemudian mendekati mereka.
"Bintang!!! " Ara sangat kaget. Bintang kini telah berdiri tepat disebelahnya dan menatap tajam ke arah Bayu.
"Masuk ke dalem mobil Ra, gue anterin sampe rumah!" Lagi lagi kalimat itu terdengar seperti perintah dibanding ajakan ditelinga Ara.
Bayu hanya diam sambil menatap Bintang yang sepertinya tidak suka dengan keberadaannya disana.
"Lu ngapain kesini Tang, lu udah mendingan emang?"
Ara masih heran kenapa Bintang malah sekolah bukannya kata Gilang dia masih sakit.
Ara memperhatikan Bintang. Wajahnya memang tidak sepucat kemarin.
"Gue tadi ada perlu, dan abis itu sengaja kesini. Gue mau jemput lu Ra!!"
"Gak usah Tang, gue naik angkot aja deh, kitakan lawan arah, lagian kasian lu mending langsung pulang aja biar bisa istirahat ya kan!"
"Udah hayu.. "
Tanpa menunggu Ara mengiyakan Bintang langsung saja menarik tangan Ara. Ara terlihat sedikit meringis karna Bintang mencengkram tangannya lumayan kuat.
"Tunggu!!! " Bayu mencegat tangan Ara yang satunya.
Ara menoleh kaget. Bintang tak kalah kagetnya. Mata Bayu dan Bintang kini saling beradu bak peluru yang siap dilepaskan satu sama lain. Ara jadi takut, dia seperti patung hidup diantara dua cowok yang sama sama memiliki badan tinggi ini.
__ADS_1
"Lepasin!!!!"
Bintang menatap tajam ke arah Bayu, Suaranya terdengar sinis.
Bayu malah terkekeh. Dia mencoba melecehkan ucapan Bintang.
"Kalau gue gak mau, lo mau apa? "
Tantang Bayu sambil mendekatkan wajahnya ke Ara. Ara jadi gemetaran, percakapan ini sepertinya bakal berujung keributan. Pikir Ara.
Bintang yang menyadari tangan Ara yang mulai gemetaran langsung merubah cara memegang tangan Ara dari mencengkram kini dia menggenggam tangan Ara secara lembut. Ara menatap Bintang sesaat. Jantungnya berdebar debar lagi.
"GUE BILANG LEPASIN TANGAN CEWEK GUE!!!!"
Bintang terlihat geram sementara Bayu malah menikmatinya ketika melihat Bintang terpancing emosi. Itu mungkin akan membuatnya terlihat buruk dimata Ara.
"Yakin ini cewek lu? bukan lagi pura-pura kan?!"
Ara dan Bintang sama sama kaget mendengar ucapan Bayu. Dari mana dia tau kalau mereka hanya pacaran bohongan?
Beberapa siswa siswi yang ada disana malah ikut memperhatikan mereka. Ada yang kasak kusuk saat melihat Bintang, Bayu dan Ara.
Karna adegannya persis seperti dalam film korea, Ara sedang diperebutkan dua cowok itu.
Bayu menatap puas ke arah Bintang. Sepertinya dia berhasil mengetahui salah satu rahasia besarnya Bintang.
"Bay, lu ngomong apa sih?! Gue mau balik sama Bintang Bay, gue duluan ya!! "
Ara mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Bayu. Bayu menatap Ara dengan tatapan yang tidak seperti biasanya. Tatapan yang Ara tidak paham apa artinya.
"Ra,,, lu gak perlu bohong sama gue, gue udah tau semuanya! "
Bayu terlihat serius dan digenggamnya kembali tangan Ara dengan lembut. Bintang terlihat semakin kesal dibuatnya. Dicengkeramnya kerah baju Bayu dan menariknya keatas sampai terdengar deru nafasnya yang naik turun karna marah.
"Gak ada yang perlu lu tau Bay!!!"
Ara menarik tangan Bintang agar melepaskan cengkeramannya.
"Please Tang, gue mohon kita balik sekarang!!! "
Ara Memohon kepada Bintang dan tak terasa air matanya menetes karna ketakutan. Takut kalau Bintang dan Bayu sampai adu jotos. Ara tidak mau hal itu sampai terjadi.
Bintang yang melihat Ara menangis langsung melepaskan cengkeramannya dari Bayu dan segera menggenggam tangan Ara, membantunya masuk kedalam mobil.
Bintang menyalakan mesin mobilnya dan langsung melaju dengan cepat. Tinggallah Bayu berdiri mematung disana dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.
****
__ADS_1
Didalam mobil Ara masih saja terisak. Dia benar benar kaget melihat sikap Bayu, kenapa cowok selembut bayu tiba tiba berubah drastis kaya tadi? ditambah Bintang yang hampir saja mau menonjok Bayu. kejadian tadi sangatlah menakutkan.
Bintang yang melihat Ara menangis hendak mencoba mengusap punggung gadis disebelahnya itu. Namun kemudian terhenti. Dia merasa bingung Sendiri.
Kenapa rasanya dia tidak suka melihat Ara menangis. Ditambah tadi ketika Bayu memegang tangan Ara rasanya dia kesal dan ingin sekali menonjok si Bayu. Perasaan macam apa ini?
Apa yang sudah terjadi dengan hatinya? Belum masalah perasaannya kelar dengan Tata malah muncul masalah baru. Jangan sampai dia jatuh cinta dengan Ara. Ini akan menjadi hal yang runyam nantinya.
Bintang meminggirkan mobilnya disebuah taman dekat Rumah Ara. Dia menunggu sampai Ara tenang.
"Lu disini aja ya gue turun bentar oke!! "
Bisa bisanya dia masih memerintah disaat seperti ini. Gumam Ara dalam hatinya. Namun terserah sajalah.
Bintang terlihat membuka bagasi belakang mobilnya
Tak lama Bintang kembali. Membawa sesuatu ditangannya. Dia membuka bungkus plastik dan mengeluarkan sebuah gelang berwarna putih berhiaskan kupu kupu ditengahnya. Cantik dan lucu sekali.
Ara mengernyitkan dahinya. Dia tak mengerti gelang itu untuk siapa?
"Sini tangan lu"
Bintang menarik tangan Ara kemudian dengan cepat memakaikan Gelang itu ditangannya.
Ara terperangah kaget, dia tak percaya, untuk apa Bintang tiba tiba membelikannya Gelang? Ada angin puyuh apa samapi si Tangki air ini membelikannya barang selucu ini? aneh bin ajaib!
"Jangan geer dulu, gue beliin ini karna tadi gak sengaja liat ini di toko serba ada. Yaudah gue beli satu aja buat lu. Nanti kalau perjanjian pacaran kita udah kelar. lu boleh balikin gelang ini lagi."
,
"Lu pinjemin gue gelang maksudnya?"
"Engga bukan! maksud gue biar tangan lu gak sepi sepi amat gara gara gelang lu gue tahan. jadi gue beliin ini sebagai gantinya sementara aja."
Bintang terlihat malu dengan ucapannya. Dia memalingkan wajahnya tak seperti Bintang yang biasanya.
"Ouh gitu, Yaudah makasih buat gelangnya."
Ara memandangi gelang itu. Sebenernya hatinya seneng banget karna sudah dibelikan gelang oleh cowok yang dia suka. Tapi dia tidak bisa mengungkapkannya.
"Eh ra, si Brengsek itu tau darimana kita cuman pura pura pacaran ya?! "
"Bukan gue Tang, gue juga kaget!! "
"Siapa juga yang nuduh lu, gue kan lagi nanya. Lagian gue percaya lu gak bakal bocor orangnya!"
Gleek!!! Ara menelan ludah berat. Sebenarnya dia sudah membocorkan rahasia ini ke satu orang. Ya Vania, Vania satu satunya orang yang tau rahasia ini selain mereka. Tapi Ara tidak curiga sedikitpun.
__ADS_1