PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
DIA ORANG JAHAT


__ADS_3

"Ra, awalnya gimana sih sampe lu bisa ke kunci gitu?" Tanya Vania penasaran.


"Ya abis selesai pipis itu, pas gue mau keluar pintunya malah gak bisa dibuka Van, gue panik banget, gue udah coba teriak minta tolong tapi gak ada yang nyamperin sama sekali.." Jawab Ara masih emosional mengingat kejadian tadi. Vania mengelus pundak Ara mencoba menenangkannya. Walaupun dia gak suka hubungan Ara dengan Bintang tapi tetap saja dia tidak bisa untuk tidak peduli karna Ara sering berbuat baik padanya.


"Tadi ada dua orang cowok yang jaga didepan toilet, makanya gue sama Bintang langsung curiga. Kayaknya dia kakak kelas kita deh soalnya dia manggil Bintang seolah olah dia itu juniornya gitu Ra, dan pas masuk ke dalem toilet, pintu toilet yang punya lu emang sengaja ditahan sama gagang pelan, berarti emang ada yang sengaja biar lu ke kunci di dalem.." Vania mencoba menceritakan kejadian tadi.


"Siapa yang kira kira ngurung lu di toilet? kalau dua cowok itu kayaknya gak mungkin deh, setau gue lu gak kenal juga sama mereka, kalau tuh dua orang lagi becanda doang, kelewatan banget becandanya.." Tambah Vania yang ikut kesel.


"Gue rasa ini bukan becanda Van.." Jawab Ara pelan.


"Lo curiga sama seseorang gak Ra?" Tanya Vania sambil ikut mikir siapa sebenernya dalang dibalik semua ini.


Ara menggeleng pelan.


"Gue gak tau, tapi gue harus lebih hati hati mulai sekarang.."


...***...


Bel pulang berbunyi, Bintang telah berdiri didepan kelas Ara. Ara dan Vania sudah balik ke dalam kelas di jam pelajaran terakhir. Ara juga disuruh membuat laporan atas kasus terkuncinya dia di toilet tadi dan Vania yang ikut menemaninya.


Ara melangkah keluar kelas ditemani Vania. Bintang sudah berdiri manis didepan kelasnya sambil menatapnya lurus lurus. Wajahnya memang sedingin pangeran di kutub utara tapi hatinya sangat hangat. Ara sadar Bintang selalu ada untuknya ketika dia sedang dalam masalah. Ara gak bisa membayangkan bagaimana nanti saat hubungan palsunya ini berakhir. Apakah Bintang akan berhenti peduli juga padanya?


"Ngapain bengong? Ayok balik!" Ucap Bintang sambil menggandeng satu tangan Ara.


Vania yang mengekor dibelakang menghela nafas dalam. Sebenarnya dia sangat cemburu setiap kali melihat perlakuan manis yang diberikan oleh Bintang kepada Ara. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus sabar dan menunggu celah yang tepat untuk membuat Bintang menjadi tertarik kepadanya. Lagi pula Ara dan Bintang hanya menjalin hubungan palsu. Toh Ara pasti akan merestui hubungannya karna yang Vania tau Ara gak suka sama Bintang.


"Van, lo gak apa apakan balik sendiri?" Tanya Bintang saat mereka sudah sampai diparkiran sekolah.


"Iya tang gak apa apa, lagian bokap gue pasti udah nunggu diluar.."


"Makasih ya Van, lo udah bantuin gue hari ini.." Ara memeluk Vania.


"Tentu Ra, itulah gunanya sahabat.." Vania balas memeluk Ara.


Setelah itu mobil Bintang melaju cepat meninggalkan sekolah.

__ADS_1


***


Di dalam mobil Bintang terus memikirkan siapa yang menjadi dalang yang tega mengunci Ara di dalam kamar mandi tadi. Bintang menoleh dan memperhatikan Ara yang malah ikut ngelamun.


"Ra,," Ucap Bintang sambil memegang pundak Ara.


Ara menoleh kaget


"Eh.. iya tang, kenapa?"


"Lo udah gak apa apakan?"


"Gue masih sedikit takut aja tang, tapi gak apa apa kok.."


"Lu gak usah khawatir, gue gak akan biarin hal buruk kaya gini terjadi lagi sama lu!"


Kata bintang dengan nada tegas.


Ara hanya membalasnya dengan mengangguk kecil. Sebenarnya dia tidak ingin Bintang terus menolongnya karna jika sampai hubungan pura pura ini berakhir dan Ara malah terbiasa bergantung pada pertolongan Bintang. Dia tidak yakin setelah mereka berpisah Ara mampu berdiri sendiri tanpa Bintang disisinya.


"Lu lagi ada masalah sama cowok lu?" Tanya bayu langsung to the point karna dia merasa aneh dengan sepupunya yang tiba tiba ingin numpang pulang dengannya.


Tata hanya mengangguk ngangguk sambil memainkan jari jarinya.


"Ya.. gitu deh bay, mungkin bentar lagi juga gue bakal putus sama dia.."


"Apa? kenapa? kok bisa? diakan keliatannya sayang banget sama lu Ta. Emang ada masalah apa sih?" Bayu yang kaget sempat menoleh sesaat namun kemudian kembali fokus menyetir mobilnya.


"Gue jujur sama dia kalau gue masih sayang sama Bintang.." Jawab Tata dengan wajah datar tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Bayu hanya menghela nafas sambil manggut manggut.


"Ta.. kenapa sih lu masih ngarepin cowok kaya Bintang? Dia itu brengsek Ta! Dia udah ninggalin lu kan? coba deh lu sadar kenapa! Tuh Gilang kayanya lebih cocok sama lu malah lu maenin!"


"Gue gak cinta sama Gilang Bay! Gue cintanya sama Bintang. Dia gak kaya yang lu pikirin Bay, dia ninggalin gue karna ada sebabnya, gue tau dia juga masih sayang sama gue makanya gue minta tolong lu buat nyelidikin hubungan dia sama si cewek ganjen itu!"

__ADS_1


"Ara bukan cewek ganjen! jaga mulut lu Ta!" Bayu mendelik tajam tak terima gadis yang disayanginya dikatain oleh Tata.


Tata mencibir perlakuan Bayu yang menurutnya semakin lebay.


"Gue bingung deh tuh anak punya pelet apa sih sampe sampe lu bisa dengan mudahnya jatuh cinta sama dia. Si Bintang lagi sekarang nempeel mulu sama dia, bikin kesel aja!"


"Otak lu aja yang sempit. Ara itu spesial dia apa adanya, lagian gue masih bingung, kenapa si Bintang dulu sampe tiba tiba ninggalin lu? pasti ada alesannya kan?"


Tata diam sejenak kemudian menyerongkan badannya menghadap ke Bayu.


"Lu inget gak waktu gue kecelakaan dulu? semenjak gue siuman dia malah jaga jarak sama gue. Gue juga bingung. Setiap gue tanya apa alasannya dia ngejauhin gue dia gak pernah mau jawab. Makanya gue frustasi banget Bay! Gue pengen hubungan gue balik lagi kaya dulu. Dan sejak itulah gue kepikiran buat jadian sama abangnya Gilang biar gue bisa liat reaksi dia gimana kalau gue sama cowok lain!"


Bayu menggeleng sambil berdecak tak percaya.


"Gila! segitu ya lu pengen jadian sama Bintang sampe harus ngorbanin perasaan abangnya sendiri. Gue rasa itu salah Ta.."


"Ya mau gimana lagi gue gak kepikiran cara lain. Dan saat gue jadian sama Gilang eh dia malah jadian sama cewek rese itu kan malah makin jauh aja misi gue buat balikan sama dia!"


"Ara! dia punya nama Ta!" potong Bayu kemudian.


Tata hanya manyun tak menghiraukan Bayu.


"Oiya gue mau nanya sesuatu Ta.."


"Apa?" Tanya Tata singkat. Masih kesal karna Bayu terus membela Ara.


"Lu gak ada hubungannya sama kejadian Ara kekunci di toilet tadi siangkan?"


Tanya bayu dengan menoleh sambil memperhatikan ekspresi Tata.


'Mampus jangan sampai ketauan' ucap Tata dalam hatinya. Tata berusaha bersikap sebiasa mungkin agar Bayu tak curiga padanya.


"Engga dong, ngapain juga gue ngunciin dia di toilet gak ada kerjaan amat! Kan lu juga liat sendiri tadi yang ngunciin dia dua siswa kaka kelas kita!!"


jawab Tata sambil memalingkan wajahnya dan berusaha menghindari Tatapan Bayu.

__ADS_1


__ADS_2