PANGERAN KUTUB UTARA

PANGERAN KUTUB UTARA
MENGAPA HARUS DIA?


__ADS_3

Mobil Bintang berjalan santai membelah jalanan dikota bandung yang nampak lengang, langit sore itu nampak bersemu keorenan. Bintang melirik Ara yang terlihat gelisah. Dia paham kalau Ara pasti sedang merasa tak nyaman akan sesuatu hal, dia kemudian mengusap ngusap rambut Ara, membuat ara melotot tercengang. Vania yang duduk di bangku belakangpun tak kalah kagetnya. Karna yang dia tahu hubungan antara Ara dan Bintang hanyalah pura pura saja. Tapi yang dilihatnya sekarang Bintang begitu romantis pada Ara.


Ara menoleh dan mengernyitkan dahinya pada Bintang seolah bertanya apa yang sedang dia lakukan? Namun Bintang hanya tersenyum tipis dan malah kini dia menggenggam tangan Ara dan membawanya kedalam dekapannya. Jantung Ara hampir mau loncat dari tempatnya! rasanya dia ingin menjitak kepala Bintang. Bintang gak sadar jika sikapnya ini hanya bakal bikin ara jadi dag dig dug duuerr. Harusnya mereka gak perlu repot repot akting mesra mesraan segala didepan Vania. Vaniakan sudah tahu semuanya.


Ara mencoba melepaskan tangannya namun Bintang malah cuek dan terus mempererat pegangannya. Vania yang melihat pemandangan itu memasang wajah tidak suka. Bintang memperhatikan ekspresi Vania dari balik kaca mobil. Dia sadar jika ada yang disembunyikan oleh sahabatnya Ara ini. Makanya dia harus menyelidikinya sendiri.


"Kalian udah sahabatan lama?" Bintang menoleh sebentar ke arah Vania kemudian kembali fokus menyetir mobil.


"Hmmm iya lumayan" Vania menjawab ogah ogahan terdengar dari nada suaranya yang malas.


Ara pikir Vania pasti bete karna jadi nyamuk antara dia dan Bintang.


"Gimana kalau kita ke toko buku habis nganterin vania, Ra?!" Bintang menatap Ara yang keliatan ngelamun.


"Ra!!" Bintang mengeraskan suaranya.


"Eh, iya tang, kenapa?"


"Abis ini ke toko buku ya, ada buku yang mau gue cari."


"Engga deh gue langsung balik aja tang, gue lagi mager kemana mana!"


"Ayolah sayang temenin ya!" Bintang memaksa dengan nada manja. ASTAGAAA ara makin keheranan, sebenernya si Tangki Air ini kesambet apaan sih!!! Bukan apa apa, biasanya dia hanya akan bersikap romantis didepan orang yang belum tahu saja kalau mereka sedang pacaran bohongan. Tapi Vania? diakan sudah tahu semuanya.


"Mmm kalian emang mau pergi kemana? gue boleh ikut gak? kebetulan gue lagi bete nih udah lama gak jalan jalan keluar"


"Lo mau ikut Van? kita biasanya ke toko buku dipasar tradisional deket Komplek Dan mogot"


Bintang menoleh ke Vania.


"Yaudah kalau Vania ikut gue mau deh, udah lama ya kita gak keluar bareng Van. Terakhir sebulan yang lalu waktu nyari kado buat kakak guekan?"


Ara menatap Vania senang, dia memang sudah lama tidak hangout bareng Vania karna sibuk pada kegiatan masing masing. Ya walaupun Bintang cuman mengajak mereka ke toko buku itu sudah lebih dari cukup. Setidaknya hal itu akan mencairkan suasana canggung diantar dia dan Vania akhir akhir ini.

__ADS_1


"Oke lets gooowwwwhhh" Bintang memutar Arah mobilnya menuju jalan Dan Mogot.


Mobil silver Bintang kini telah masuk ke kawasan pasar tradisional di Dan Mogot. Walaupun pasar tradisional tempat pedangan disana tertata rapi dan bersih. Berjejer banyak kulineran, toko baju, dan segala teman temannya.


Bintang berjalan mendahuli Ara dan Vania. Ara menggandeng tangan Vania. Dia senang karna bisa jalan bareng lagi dengan sahabatnya. Beda dengan Vania dia tersenyum namun senyumnya seolah dibuat buat.


"Lu sering kesini Ra sama Bintang? sejak kapan?"


"Hmm belum lama ini sih, gue cuman nganter Bintang aja, karna di itu maniak buku loh Van, lo pasti gak bakal nyangka cowok sedingin Bintang bisa suka sama cerita cerita roman picisan."


"Oiya masa Ra?"


"Iya van, gue pernah mergokin dia lagi baca novel romantis, dan dia malah ngasih gue novelnya"


Vania terlihat penasaran.


"Novel apa Ra?"


Deg, Vania terbelalak.


"Ra, itukan novel yang..!"


Belum sempat Vania melanjutkan ucapannya. Bintang sudah menghentikan langkahnya.


"Kalian mau ikut masuk apa mau ke tempat lain?" Bintang menatap Ara dan menunjuk kedai kedai makanan disebelah toko buku.


"Kita ikut masuk ajalah, kali ada buku yang pengen gue baca, yuk Ra."


Vania langsung menarik tangan Ara. Bintang yang melihat itu tersenyum.


"Masuk perangkap lo van!" gumamnya dalam hati.


Ara dan Vania sibuk mengelilingi rak demi rak memilah milih buku yang hendak mereka baca. Sebenarnya Vania tak terlalu tertarik membaca, dia ngotot ikut hanya karna ingin mengekor pada Ara dan Bintang saja.

__ADS_1


Ara sudah menemukan satu buku memasak yang membuatnya tertarik. Diapun duduk dipojok dan membuka lembar demi lembar buku itu. "Kayaknya cocok nih kalau ada menu baru ditoko kue mamanya, nyari referensikan bisa dimana aja" ucap Ara dalam hati.


Vania masih terus berjalan melihat rak demi rak dengan wajah bosan. Tak ada niat membaca sedikitpun. Langkahnyapun terhenti ketika melihat Bintang berdiri disalah satu rak. Dia berjalan mendekati Bintang.


"Udah nemu buku yang mau lu baca?"


Tanya Bintang menyadari kehadiran Vania didekatnya. Vania terlihat gugup, diapun mengambil salah satu buku dengan asal.


"Mmm gak ada nih tang, gue gak terlalu tahu sih soal buku buku kaya gini."


"Oh ya? mau gue cariin buku yang bagus?"


Bintang mendongakkan kepalanya kehadapan Vania, Vania tersipu malu, jantungnya mau copot! cowok terkeren disekolahnya kini ada didepan matanya mengajaknya bicara. Begitu dekat dan seperti mimpi saja. Karna biasanya dia hanya bisa menatap Bintang dari kejauhan.


"Kenapa diem Van?" Bintang memegang bahu Vania. Ya Tuhaan rasanya Vania mau pingsan. Dia sangat senang sampai ingin teriak rasanya.


"Iya boleh Tang kalau gak keberatan?!" Vania celingak celinguk, dia ingin memastikan jika Ara tak ada disekitar Rak itu.


"Tenang, Ara lagi baca buku dipojok."


"Eh, bukan itu maksud gue..!"


"Terus kenapa lu celingak celinguk?" Bintang terdengar santai padahal ada sesuatu yang sedang dia selidiki.


"Gak kenapa napa kok" ucap Vania terbata bata.


"Yaudah sini.." Bintang menarik tangan Vania dan mengajaknya menelusuri rak dibelakang mereka. Vania tercekat. Dia tak menyangka kalau bintang akan menggandeng tangannya. Wajahnya berubah jadi merah. Dia tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya pada Bintang. Ya sebenarnya selama ini bukan Bayu yang benar benar dia suka, tapi Bintang. Cowok yang sudah lama sekali dia incar sejak pertama kali masuk sekolah. Cowok yang pertama kali merebut hatinya ketika dia sering lewat didepan kelasnya dengan wajah tampannya. Tapi kenapa cowok ini malah jadian dengan sahabatnya Ara. Kenapa harus Ara? Makanya dia sangat kesal saat itu tapi dia pura pura ikut bahagia dan mencoba menutupi rasa sukanya dengan mengatakan jika dia menyukai Bayu.


Namun saat tahu jika Ara dan Bintang hanya pura pura pacaran. Diapun bersekongkol dengan mengajak Bayu. Dia bekerjasama dengan Bayu untuk membuat Ara dan Bintang berpisah sejauh mungkin. Disisi lain Bayu memang jatuh cinta beneran pada Ara. Dan dia setuju setuju saja untuk mengganggu hubungan antara Ara dan Bintang.


Bintang yang menyadari itu ketika memergoki Vania dan Bayu saat ngobrol ditangga melihat ekspresi serius antara Bayu dan Vania. Dia langsung tahu ada yang tak beres dengan sahabat Ara ini.


***

__ADS_1


__ADS_2