
Sebuah mobil hitam metalic melaju kencang membelah jalanan yang lenggang. Gelapnya malam tak membuat si pengemudi mengurangi kecepatan pada laju kendaraannya.
Dia tidak bisa menunda waktu lagi. Tujuannya adalah segera tiba di lokasi. Pria itu 'Rey' ingin memastikan sendiri apakah wanita yang ada di dalam foto itu benar ibunya atau bukan.
Meskipun 10 tahun telah berlalu, namun Rey tidak pernah bisa melupakan wajah cantik wanita yang sudah melahirkannya.
Jarak waktu yang seharusnya ditempuh selama 1 jam, hanya butuh 25 menit bagi Rey untuk tiba di lokasi. Pria muda itu segera turun dari mobilnya dan berlari memasuki rumah mewah yang memiliki dua lantai tersebut.
Brakkk...
Dobrakan keras pada pintu mengejutkan dua orang yang berada di dalam sana. Itu adalah Dio dan Cris. Dan kedatangan Rey tentu saja mengejutkan mereka berdua.
Cris bangkit dari duduknya, menatap Rey dengan mata berkaca-kaca. Dia berpikir itu adalah Nathan. Bagaimana tidak, wajah mereka yang bak pinang di belah dua dengan Nathan ketika dia masih muda.
"Rey, kau kah ini?" Cris menatap Rey tak percaya, meyakinkan pada dirinya jika yang di lihat ini adalah nyata. Setelah kecelakaan itu, ini adalah pertama kali dia bertemu kembali dengan putra bungsu pasangan Nathan-Aster.
"Dimana Mami, aku tau dia masih hidup." Tanpa banyak basa-basi, Rey langsung menanyakan keberadaan Aster pada mereka berdua.
"Ikut aku, Paman akan mempertemukan mu dengannya." Dio bangkit dari duduknya lalu mengantar Rey menuju kamar Aster.
Selama perjalanan menuju kamar sang ibu. Jantung Rey terus berdebar tak karuan. Gugup, bahagia dan takut, semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu. Bahagia karena ternyata ibunya masih hidup, takut jika Aster tidak bisa mengenalinya lagi, hilang ingatan.
"Ini adalah kamar ibumu, dia ada di dalam. Masuklah, nyonya pasti sangat senang melihat kedatangan Tuan Muda."
"Paman bisa kembali, aku butuh bicara dengannya." Dio membungkuk dan kemudian mengangguk. Dia membiarkan Rey menemui Aster seorang diri.
Cklekk!!
Decitan suara pintu dibuka dari luar sedikit mengejutkan sosok wanita yang sebelumnya telah tertidur pulas tersebut. Wanita itu yang pastinya adalah Aster membuka matanya dan menatap gamang sosok pemuda yang berjalan menghampirinya.
Jantung Rey berpacu cepat ketika melihat sosok yang sangat ia rindukan itu. Bahkan posisi Aster tidak lagi berbaring melainkan duduk sambil memandang pemuda yang menghampirinya.
"Rey," gumam Aster setengah berbisik, antara percaya dan tidak percaya.
Tubuh wanita itu terhuyung kebelakang karena pelukan Rey yang begitu tiba-tiba. Pemuda itu memeluk Aster dengan sangat erat sambil menangis terisak.
__ADS_1
Kemudian Aster mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan sang putra. Riudu yang selama ini terpendam akhirnya bisa tersalurkan, masih sulit bagi Rey untuk percaya jika ternyata ibunya masih hidup setelah dinyatakan telah meninggal 10 tahun yang lalu.
Tapi Rey juga tidak bisa mengingkari keajaiban Tuhan. Karena jika Tuhan telah berkehendak, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
"Kemana saja Mami selama ini? Jika Mami masih hidup, kenapa Mami tidak pernah pulang dan menemui ku?" Tanya Rey sambil menggenggam tangan Aster.
"Maafkan Mani anakku, bukannya aku tidak mau menemuimu. Selama ini Mami terbaring koma dan baru sadar beberapa hari yang lalu. Kedua kaki Mami mengalami kelumpuhan sementara,"
"Lalu di mana Daddy dan kak Laurent?"
Aster menggeleng. "Kakakmu meninggal, sementara Daddy-mu hilang dan belum bisa ditemukan sampai saat ini. Dan jasad yang di kuburkan hari itu bukan Mami dan Daddy."
"Kakek Xiao sengaja membeli dua mayat yang kemudian wajahnya di buat menyerupai Mami dan Daddy untuk mengungkap siapa pelaku di balik kecelakaan hari itu. Tapi tetap saja, sampai beliau meninggal otak dibalik kecelakaan itu belum bisa ditemukan." Tutur Aster panjang lebar.
"Untuk sekarang itu tidaklah penting, karena akhirnya Mami kembali padaku. Aku pasti akan menemukan Daddy dan mengungkap dalang di balik kecelakaan yang menimpa kalian. Bukan di sini tempat Mami, ayo kita pulang ke tempat yang seharusnya."
Aster tersenyum dan mengangguk. "Baiklah, Nak."
-
Hanna terjaga dan tidak lagi mendapati pria itu berbaring disampingnya. Ruang kosong disisi kanannya terasa dingin seperti sudah lama ditinggalkan.
Hanna beranjak dari tempat tidurnya dan melihat keluar. Mobil Rey sudah tidak ada, yang artinya pria itu sudah pergi. Yang membuat Hanna bingung, kemana perginya pria itu dan kenapa dia tidak memberitahunya.
"Maaf, nomor yang Anda~"
Wanita itu memutuskan sambungan telfonnya begitu saja. Bahkan ponsel Rey tidak aktif, Hanna merasa cemas, dia takut sesuatu yang buruk sampai menimpa pria bermarga Xiao tersebut.
"Cantik!! Kok murung?!"
Duaghh....
"Aduh, Suketi tertimpuk lagi." Suketi mengusap kepalanya yang tidak sengaja tertimpuk sendal Hanna.
Hanna merasa heran sekaligus bingung. Jika disentuh langsung, hantu gaul satu ini tidak bisa dan tembus pandang. Tapi jika tidak sengaja malah bisa, sungguh aneh bukan?!
__ADS_1
"Yakk!! Hantu bogel, kenapa kau selalu muncul tiba-tiba dan membuat orang lain hampir mati jantungan eo?!" Amuk Hanna pada hantu di depannya.
"Hihihi!! Karena itu hobi Suketi." Jawabnya tanpa dosa.
"Tck, tertawamu lebih mengerikan dari wajahmu!!"
"Hihihi!! Cantik, kenapa kau murung? Aha, pasti karena si tampan itu pergi tiba-tiba ya? Dia memang sangat keterlaluan, seharusnya kan dia memberitahumu. Tapi tidak apa-apa, ada Suketi cantik yang siap menemanimu."
"Pergilah, aku tidak bisa tidur lagi kalau kau tetap di sini."
"Jadi Suketi di usir?"
"### Anggap saja begitu. Pergilah, aku mau tidur lagi." Hanna beranjak dari hadapan Suketi dan pergi begitu saja. Sedangkan Suketi hanya bisa mendesah berat, lagi-lagi dia ditinggalkan. Mungkin sudah nasibnya menjadi mahluk gentayangan.
-
Di siang hari yang cukup terik. Seorang wanita muda terlihat keluar dari sebuah Taxi, dengan langkah tenang dia berjalan memasuki sebuah bangunan megah nan mewah yang memiliki dua lantai.
Dua pria mencoba menghadangnya. Melarangnya untuk masuk. "Ini adalah rumahku, dan aku masih tetap Nona Muda yang sah di sini, jadi kalian tidak berhak untuk mengusirku keluar dari sini!!"
"Maaf, Nona. Tapi ini perintah tuan besar dan nyonya."
"Tapi aku adalah pemegang stempel yang sah. Rumah ini beserta isinya, seluruh uang yang mereka gunakan adalah milikku, termasuk gaji kalian. Jadi jangan coba menghalangiku atau kalian akan tau akibatnya!!" Akhirnya kedua pria itu pun menyingkir dan membiarkan wanita muda itu untuk masuk.
Brakk...
Dobrakan keras pada pintu mengejutkan beberapa wanita yang sedang berkumpul di ruang tamu. Dan semua mata kini tertuju padanya, bukannya merasa risih dengan berbagai tatapan yang ditunjukkan padanya, wanita muda itu malah menyeringai sinis.
"Ibu tiri, aku pulang!!"
"Hanna!!"
-
Bersambung.
__ADS_1