PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Karena Kau Membuatku Nyaman


__ADS_3

Rey tidak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya pada Hanna. Dia telah memperlakukan wanita itu dengan buruk hanya karena sebuah kesalahpahaman.


Benar, Hanna memang tidak mempermasalahkannya. Tapi tetap saja, Rey tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


Hanna yang baru selesai mandi menghampiri Rey yang sedang diam termenung di depan jendela yang terbuka. Pandangannya kosong, pria itu menatap lurus ke depan.


Meletakkan handuknya, Hanna kemudian menghampiri Rey. "Apa yang sedang kau lamun kan?" Wanita itu menepuk bahu Rey membuat pria itu mau tidak mau menoleh padanya.


Rey menggeleng. "Tidak ada," jawabnya datar. Hanna tau jika Rey tidak berkata jujur. Pria itu sedang memikirkan sesuatu. "Kenapa kau terus menatapku seperti itu?" Rey merubah posisinya, dia dan Hanna saling berhadapan.


"Tidak apa-apa. Lanjutkan lagi melamunnya, aku ganti baju dulu." Ucap Hanna seraya beranjak dari hadapan Rey. "Aahh, Rey, apa yang kau lakukan?" Pekik Hanna terkejut.


"Tidak semudah itu kau bisa pergi dariku, Nona." Rey menarik simpul handuk Hanna, tubuh wanita itu terdorong ke depan dan jatuh ke dalam pelukan Rey.


Rey menyeringai. Tanpa aba-aba dia langsung nyergap bibir Hanna dan mel*m*tnya dengan kasar. Sebelah tangannya memeluk tubuh tel*nj*ng Hanna yang tidak tertutup apapun.


Bukan ciuman lembut penuh perasaan, namun ciuman panas yang menuntut. Meskipun awalnya terkejut atas tindakan Rey, tapi akhirnya Hanna bisa menerima ciuman tersebut dengan baik.


Rey menarik dirinya sesaat untuk menatap Hanna yang juga menatap padanya. Pria itu menyeringai nakal. "Ingin melakukan lebih?" Tanya Rey masih dengan seringai nakalnya.


"Tidak malam ini, Rey. Aku sedang tidak berminat untuk melakukan kegiatan apapun saat ini, apalagi berhubungan badan. Mungkin lain waktu saja, kau tak marah bukan?"


Rey mengecup singkat bibir Hanna. "Tentu saja tidak." Jawab Rey sambil tersenyum tipis. Pria itu bangkit dari tubuh Hanna, lalu menyambar selimut dibawah kaki wanita itu lalu menangkup kan pada tubuh polos Hanna.


"Sebaiknya pakai bajumu, kau bisa masuk angin jika terlalu lama polos seperti ini." Ucap Rey yang kemudian dibalas anggukan oleh Hanna.


Hanna bangkit dari tempat tidur dengan bantuan Rey. Wanita itu mengambil sehelai dress dari dalam lemari pakaian lalu mengenakannya.


Setelah memakai pakaiannya dengan lengkap, Hanna memolesi wajah cantiknya dengan make up tipis. Tidak berlebihan namun terlihat elegant.


"Rey, kau masih di sini?! Aku pikir kau sudah keluar." Kaget Hanna saat menyadari jika Rey masih belum beranjak dari kamar.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau tidak suka melihat aku di sini?!" Ucap Rey, pria itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Hanna.


Rey memperhatikan wanita di depannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sebuah dress hitam berbahan brokat sepanjang lutut dan berlengan panjang, yang terbuka di bagian bahunya.


Ditatap sedetail itu oleh Rey membuat Hanna gugup sendiri. Karena sepanjang dia mengenal Rey, ini pertama kalinya Hanna diperhatikan sedetail itu olehnya.


Hanna mendorong Rey yang jaraknya begitu int*m untuk sedikit menjauh. Dia benar-benar gugup setengah mati. "Jangan terlalu dekat, kau membuatku gugup." Ucap Hanna. Rey terkekeh geli, dimatanya wanita ini begitu menggemaskan.


"Ayo,bukankah kau ingin melihat festival kembang api." Ucap Rey yang kemudian di balas anggukan oleh Hanna.


Bukannya langsung menerima uluran tangan Rey. Hanna malah memperhatikan penampilan pria itu. Rey apa tidak berniat mengganti pakaiannya? Dia hanya memakai kaos oblong hitan tanpa lengan dan celana belel biru.


Rey mendengus geli. Seolah tau apa yang ada di dalam kepala Hanna. Rey mengambil blazer nya, lalu memakainya. Membuat sudut wanita itu tertarik ke atas. Hanna tersenyum lebar.


"Sekarang sudah puas?"


Hanna mengangguk. "Ya." Jawabnya singkat. Kemudian ia memeluk lengan Rey. Keduanya berjalan beriringan meninggalkan kamar.


-


-


-


Suara para manusia yang berbincang dan berdecak kagum oleh warna-warni kembang api yang menghiasi langit malam. Setiap orang menikmati kemeriahan festival malam ini.


Tak terkecuali pasangan satu ini. Hanna dan Rey. Mereka menyaksikan kemeriahan festival dengan begitu antusias, Hanna terutama. Sementara Rey hanya memasang muka datar.


Hari ini adalah hari festival musiman di kota Seoul. Ramai dan banyak sekali orang yang datang ke acara festival. Ada yang bersama keluarga, bersama kekasih, bersama teman, atau bahkan seorang diri.


"Rey, kau lihat kembang api. Sangat indah bukan," seru Hanna begitu antusias. Kepalanya menoleh pada Rey dan mata mereka saling bersirobok.

__ADS_1


"Ya, dan aku ingin menciptakan sebuah kenangan indah dan manis di tempat ini." Jawabnya lalu menarik tengkuk Hanna dan mengcup singkat bibir ranum tipisnya.


Rey mengakhiri ciumannya, sepasang tangan besarnya menangkup wajah Hanna dan mata mereka saling menatap begitu dalam. Lagi, jantung Hanna berdegup tidak karuan karena ditatap sedalam itu oleh Rey.


Sekali lagi, Rey mencium bibirnya, dan mel*matnya seperti biasa yang mereka lakukan. Sebelah tangan Rey menarik pinggul Hanna dan membunuh sepenuhnya jarak diantara mereka berdua.


Tak ingin kalah dari Rey. Hanna membalas ciuman tersebut dan berusaha menginvasi bibir Rey. Meskipun pria itu tidak suka di dominasi, tapi siapa yang peduli. Hanna terus mencium dan mengecup bibir ranum itu semakin dalam.


Ciuman mereka yang awalnya hanya ciuman biasa, berubah menjadi ciuman dalam yang menuntut menuntut. Hanna terus mencium dan ******* bibir Rey, dia tidak peduli meskipun ada mata yang menatapnya dengan tajam saat ini.


Hanna mengakhiri ciumannya. Dan kali ini dikuasai kembali oleh Rey. Hanya berlangsung tak kurang dari 2 menit, ciuman mereka diakhiri dengan sebuah kecapan keras.


Bagus tidak ada yang menyadari alsi gila mereka karena berciuman di tempat umum, karena semua orang tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


"Rey, dingin." Rengek Hanna sambil mengusap lengannya.


Rey mendengus berat. Dia melepas blazer nya lalu menyampirkan ada pundak Hanna. Mengisahkan kaos oblong tanpa lengannya. Dan sekarang Hanna sudah merasa lebih baik.


"Bagaimana?" Tanya Rey.


Hanna mengangguk. "Jauh lebih baik." Jawabnya.


Rey merangkul bahu Hanna, dan membawa si wanita ke dalam pelukannya. Rey tidak mungkin membiarkan wanita ini kedinginan. Dan kehangatan seketika menjalari sekujur tubuh Hanna ketika Rey memeluknya dengan sangat erat.


"Hanna, aku ingin sekali memelukmu seperti ini sepanjang waktu." Bisik Rey di telinga kanan Hanna.


"Kenapa?!"


"Karena kau membuatku, Nyaman. Aku, sungguh tidak ingin berpisah denganmu." Jawab Rey dan membuat sudut bibir Hanna tertarik ke atas. Entah kenapa hatinya begitu hangat mendengar kalimat yang terdengar ringan tersebut.


Hanna menatap Rey dengan senyum tulus."Ya, aku juga." Jawabnya tersenyum. Hanna kembali menghambur ke dalam pelukan Rey. Membiarkan pria itu memeluknya dengan erat.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2