PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Kembalinya Laurent


__ADS_3

Langkah demi langkah kaki yang berayun, membawa Hanna ke sebuah taman yang terletak di pusat kota. Terik mentari yang menyengat serasa membakar kulit, ini bukan musim panas, tapi cuaca begitu terik.


Hanna mendudukkan pantatnya di sebuah bangku taman yang letaknya berhadapan dengan sebuah air mancur. Wanita itu membuka novel di tangannya dan mulai membacanya.


Kisah fiksi yang menceritakan tentang seorang gadis yang terlibat kisah rumit dengan seorang pria yang berasal dari keluarga kaya raya. Tidak ada status pasti dalam hubungan mereka, persis seperti kisahnya dan Rey dulu.


Lembar demi lembar Hanna buka dan dia baca. Ceritanya yang begitu menarik membuat Hanna betah berlama-lama membaca kisah dalam novel tersebut, karena dia penasaran akan ending kisah dua tokoh utama dalam novel tersebut.


"Kau Hanna Kim?" Denting suara yang berkaur di dalam telinganya membuat perhatian Hanna teralihkan.


Wanita cantik itu menutup novelnya lalu mengangkat wajahnya. "Ya, aku Hanna Kim. Ada apa? Apa kau ada perlu denganku?" Tanya Hanna pada sosok wanita itu.


Wanita itu duduk disamping Hanna. Jari-jari lentiknya membuka kaleng minuman bersoda di tangannya lalu meminumnya. "Aku ada perlu denganmu." Ucap wanita itu dengan serius.


Dahi Hanna menyernyit dan alisnya saling bertautan."Perlu denganku?" Wanita itu mengangguk. "Perlu apa?" Tanya Hanna sekali lagi.


"Ini tentang Diego. Bisakah kau tidak mengganggunya lagi? Sejak dia kembali dan bertemu denganmu, dia menjadi tidak fokus bekerja dan semua pekerjaannya menjadi berantakan!!" kata perempuan itu.


"Lalu apa hubungannya denganku? Bahkan aku dan dia sudah tidak ada hubungan apapun lagi, jika kau bicara denganku hanya untuk membahas hal yang tidak penting seperti ini, itu hanya membuang waktu saja. Karena aku sudah tidak ada urusan apapun lagi dengannya!!"


Hanna mengangkat tangannya dan menunjukkan sebuah cincin yang melingkari jari manisnya. "Kau melihat cincin ini? Aku sudah menikah dan bersuami, jadi untuk apa aku berhubungan dengan dia lagi? Diego hanya masa laluku, dan selamanya akan begitu!! Maaf, aku harus pergi."


Hanna melenggang meninggalkan wanita itu. Keinginannya untuk mendapatkan ketenangan malah berakhir berantakan, kedatangan wanita tidak jelas itu membuat Hanna kesal setengah mati. Dia menghancurkan moodnya dengan membahas tentang masa lalunya.


-


Pria itu melepas kaca matanya lalu memijit pelipisnya. Kepalanya terasa pening. Saham pada perusahaannya kembali mengalami penurunan, dan kali ini tidak tanggung-tanggung, saham yang turun sampai menyentuh angka 15%.


Beberapa kolega yang dia miliki menarik saham yang telah di tanam di perusahaannya, alasannya karena perusahaan itu tidak mengalami kemajuan sama sekali, dan mereka tidak mau rugi.

__ADS_1


"Bagaimana ini, Tuan Kim. Jika terus seperti ini, perusahaan ini bisa mengalami kebangkrutan!!"


"Aku tau, untuk itu bantu mencari solusi dan jangan hanya bicara saja!!"


"Sepertinya kita tidak memiliki pilihan lain selain menarik Xiao Empire untuk kembali ke perusahaan ini, Tuan. Karena hanya dengan begitu perusahaan-perusahaan yang lain pasti akan bergabung juga."


"Caranya bagaimana? Kau tidak tau jika bocah tengil itu sudah seenaknya membatalkan kerja samanya, dan karena ulahnya tersebut, sekarang perusahaan ini mengalami krisis yang sangat berat!!"


"Saya dengar putri Anda menikah dengan Tuan Rey, kenapa Anda tidak memanfaatkan saja situasi itu, Tuan?"


Kim Tan menatap pria di depannya dengan senyum mengembang lebar. "Kau benar juga, kenapa aku tidak berpikir sampai sana. Kalau begitu siapkan hadiah, aku akan datang mengunjungi putri dan menantuku itu malam ini."


"Baik, Tuan."


-


Hanna memicingkan matanya melihat keadaan rumah yang sepi. Ia tidak melihat batang hidung Rey dimana pun. Seingatnya suaminya itu pulang lebih cepat hari ini, padahal mobilnya sudah terparkir dihalaman, tapi si pemilik malah tidak terlihat bergentayangan.


"Hanna...!!"


Langkah kaki wanita itu terhenti. Sontak dia menoleh dan mendapati seorang perempuan cantik tengah tersenyum manis sambil melambaikan tangan padanya.


"OMO!! Rara Eonni!!" Serunya tak percaya.


Dia adalah wanita yang Hanna kenal dengan nama Rara, Rara adalah orang yang mengajarkan piano padanya ketika dia berada di luar negeri. Yang menjadi pertanyaannya, bagaimana Rara bisa ada di rumahnya dan dari mana dia mengetahui alamatnya.


Hanna menuruni tangga dengan sedikit berlari. Wanita itu langsung berhambur ke dalam pelukan Rara. "Eonni..." Seru Hanna sambil memeluk Rara dengan erat. "Aku rindu Eonni,"


"Eonni juga sangat merindukanmu." Balas Rara sambil memelas pelukan Hanna.

__ADS_1


Dari arah belakang. Aster, Nathan dan Rey datang menghampiri mereka berdua. Ibu tiga anak itu menghampiri kedua putrinya dan langsung memeluk mereka.


Bahagia terlihat jelas pada raut wajah Aster, bagaimana tidak, putrinya yang selama ini dia kira telah tiada ternyata masih hidup dan mengalami Amnesia.


Tiba-tiba Laurent-nya kembali dan menjadi wanita dewasa. Bahkan dia telah menikah dan memiliki seorang putri yang sangat cantik. Tidak terasa jika Nathan telah menjadi kakek dan Aster telah menjadi nenek.


Dan Hanna sungguh tidak menduga, jika orang yang selama ini menjadi mentor pianonya ternyata adalah kakak dari pria yang kini menjadi suaminya. Tidak salah jika banyak orang yang menyebut jika dunia hanya selebar daun kelor.


"Kita tidak bisa melewatkan moment ini. Ini adalah moment yang paling membahagiakan untuk keluarga ini. Kita harus merayakannya." Usul Hanna yang segera mendapatkan anggukan setuju dari Aster.


"Itu ide yang bagus, Sayang."


"Malam ini juga kita semua akan berlayar dengan kapal pesiar, kebetulan Daddy baru membelinya Minggu lalu."


"Untuk apa di tunda lagi. Kalau begitu kita berangkat sekarang saja." Seru Aster begitu bersemangat.


Hanna tersenyum simpul. Wanita itu tidak kuasa menahan rasa harunya. Dia telah kehilangan seluruh keluarganya, tapi sekarang dia ada ditengah-tengah keluarga lain yang begitu menyayanginya. Sungguh beruntung Hanna bisa mengenal keluarga Xiao.


"Sayang, kenapa kau menangis?" Pertanyaan Aster mengalihkan perhatian semua orang, terutama Rey. Rey mendekati Hanna guna memastikan apakah dia baik-baik saja.


"Mami tenang saja, aku baik-baik saja. Aku hanya merasa terharu Karana bisa bertemu dan mengenal kalian semua. Aku pikir selamanya aku akan hidup sendirian tanpa keluarga yang menyayangiku. Dan akhirnya sekarang aku memiliki tempat untuk pulang ketika aku tersesat." Hanna menyeka air matanya.


"Oh, Sayang. Kemari lah biar Mami peluk." Aster merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Hanna.


"Aku juga." Rara alias Laurent ikut berpelukan bersama mereka berdua.


Nathan merangkul bahu Rey dan Sean 'Menantunya' ketiga pria itu menatap wanitanya dengan perasaan haru.


Nathan sampai tidak kuasa untuk menahan air matanya. Dia harus berterimakasih pada Tuhan karena telah mengembalikan semua kebahagiaannya. Meskipun tidak semua kebahagiaannya kembali. Karena Putri bungsunya yang selama ini menghilang ternyata sudah meninggal.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2