PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Hanna Bukankah Lovely


__ADS_3

Rey mengangkat tubuh Hanna bridal style dan membawanya masuk ke dalam Villa. Kedua tangan wanita itu mengalung pada lehernya sedangkan kepalanya bersandar pada dada bidangnya.


Telapak kaki dan lutut Hanna terluka, begitu pula dengan sikutnya.


Rey menetap sejenak wanita yang tengah terlelap dalam pelukannya itu. Wajahnya tampak sembab karena terlalu lama menangis. Apa yang membuat Hanna sehancur itu setelah mendengar dari ibunya jika kemungkinan besar mereka bersaudara?


Apakah karena mereka telah melakukan dosa, atau karena ada hal lainnya? Rey hanya ingin tau apa yang di rasakan oleh Hanna saat ini. Tapi rasanya sulit sekali menebak apa yang ada di dalam pikiran wanita itu.


"Uhh..."


Rintihan keluar dari sela-sela bibir Hanna saat Rey membaringkannya di atas tempat tidur. Dengan perlahan dan sangat hati-hati. Seolah-olah Hanna adalah sebuah kue yang mudah hancur jika tidak di perlakukan dengan lembut dan perlahan.


Rey duduk di samping Hanna. Lalu meraih salah satu tangannya, jari-jari besarnya menggenggam jari-jari lentik Hanna yang terasa dingin.


"Wanita bodoh, sebenarnya apa yang ada di dalam pikiranmu? Kenapa kau sampai melukai dirimu seperti ini?! Lagipula bukankah aku hanya sekedar partner ranjangmu?!"


"Seharusnya tidak ada masalah bukan, atau kau merasa berdosa karena telah melakukan sebuah kesalahan besar? Hanna, aku sungguh ingin tau isi hatimu." Ujar Rey sambil menatap wajah Hanna yang terlelap.


"Tuan Muda." Perhatian Rey teralihkan. Seorang pria setengah baya menghampiri Rey bersama seorang pria berkaca mata yang sepertinya adalah seorang dokter. "Dokter Han sudah datang," Rey mengangguk. Kemudian dia bangkit dari sisi Hanna.


Rey berjalan meninggalkan kamar tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua. Saat ini mereka sedang berada di kediaman pribadi milik Rey, bukan mansion keluarga Xiao ataupun Villa yang ditempati oleh Hanna


.


.


.


Rey berjalan menapaki satu persatu tangga yang terlapisi sebuah karpet merah. Kemudian dia masuk ke dalam sebuah kamar mewah yang seluruh ruangannya di dominasi warna silver dan gold yang begitu elegan.


Tangannya dengan lincah melonggarkan Ikatan Dasi di lehernya , kemudian Satu demi Satu Ia menanggalkan semua Pakaiannya . Menyalakan Shower dan Membiarkan Tetes demi Tetes Air itu menghujani sekujur tubuhnya mulai dari kepala sampai kaki.

__ADS_1


Berada di bawah Kucuran Shower, Rey terus memejamkan matanya , meresapi Setiap tetes Air yang jatuh menghujani tubuh atletisnya, betapa beruntungnya menjadi tetes-tetes air itu.


Padahal diluar sana banyak wanita yang pasti mengutuk tetesan Air itu, berharap mereka dapat menjelma menjadi Butir-Butir Air yang kapan saja Ia mau , bisa mejamah setiap Inchi Tubuh Seorang Rey Xiao.


Memangnya siapa yang tidak kenal dengan Rey Xiao, seorang Eksekutif Muda CEO Xiao Empire. Tampan sudah pasti, Sukses di usia muda jangan ditanya lagi.


Pria yang menjadi idaman seluruh wanita di kota kelahiran Hanna. Seorang calon menantu ideal hampir semua kalangan Pejabat . Kalian Akan bilang bahwa hidup Si tampan ini pasti Nyaris sempurna .


Namun tidak Ada kesempurnaan di dunia ini. Rey Xiao adalah seorang yang begitu dipuja-puja oleh para putri konglomerat meneri ini, yang namanya begitu di elu-elukan di seluruh penjuru negeri. Adalah seorang pria gila yang membiarkan dirinya terjebak dalam sebuah situasi dan hubungan rumit tanpa status yang jelas.


"Karena kemungkinan kita berdua adalah kakak beradik. Banyak fakta yang menunjukkan jika aku adalah putri orang tuamu yang hilang, salah satunya adalah tanda lahir di punggungku ini."


Rey menutup matanya saat sekelebat bayangan melintas di matanya. Kata-kata Hanna begitu membekas di dalam hatinya.


Rey tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, tapi ucapan Hanna membuat dadanya begitu sesak. Jujur saja Rey merasa takut, dia sungguh takut jika ia dan Hanna benar-benar bersaudara!!


"Semoga itu hanya sebuah mimpi buruk disiang bolong. Lelucon macam apa ini? Aku dan Hanna bersaudara? Konyol!!"


Setelah berpakaian lengkap. Rey berjalan ke arah cermin. Rey memperhatikan mata kanannya yang sedikit memar dan membiru. Dia sempat terjatuh ketika berusaha mengejar Hanna ke tebing tadi.


Rey terpeleset dan dia hilang keseimbangan. Wajah sisi kanannya terpentok batu membuat tulang pipinya tergores dan terluka, dan memar juga tampak di sekitar mata kanannya yang kini tampak memerah sedikit membiru di bagian bengkaknya.


"Sial. Kenapa sampai separah ini?!" Rey menggerutu karena kesal. Rey menutup luka ditulang pipi dan dagunya dengan plaster selebar dua jari orang dewasa. "Luka ini membuat penampilanku buruk saja!!" Geram Rey karena memar disekitar mata kanannya.


Pria dalam balutan kemeja hitam tanpa lengan dan Vest abu-abu serta jeans senada dengan warna kemejanya itu mengambil sebuah benda hitam bertali dari dalam lacinya lalu memakainya.


"Begini lebih baik." Ucapnya pada dirinya sendiri.


Rey membiarkan poninya menjuntai hingga menutupi mata kanannya yang tertutup benda hitam bertali. Pria itu melenggang keluar meninggalkan kamarnya dan pergi menemui Hanna.


-

__ADS_1


-


-


Aster menghampiri Nathan yang baru saja keluar dari ruang pribadi Zhoumi. Pria itu membawa sebuah kertas ditangannya yang merupakan hasil tes DNA yang baru saja mereka lakukan.


Karena Zhoumi sangat ahli di bidang tersebut, jadi mereka tidak perlu repot-repot untuk pergi ke rumah sakit. "Bagaimana? Apa Hanna benar-benar Lovely kita?" Tanya Aster bersemangat. Dia sangat berharap Hanna adalah Lovely nya yang hilang.


Nathan menggeleng. "Hasilnya negatif, Hanna...ternyata bukan Lovely kita."


"Apa?!" Aster terkejut dan membelalakkan matanya.


Aster lalu merebut kertas itu dari tangan Nathan untuk memastikannya sendiri. Dan ternyata benar apa yang suaminya katakan. Hanna memang bukan Lovely.


"Bagaimana bisa begini? Hanna memiliki tanda lahir seperti Lovely, wajahnya juga sangat mirip denganku saat masih muda, bahkan aku merasakan getaran aneh saat memeluknya. Jadi bagaimana mungkin dia bukanlah Lovely?!" Ujar Aster tak percaya.


"Mungkin itu karena kau terlalu merindukan kedua putrimu. Kau kehilangan Lovely lalu kehilangan Laurent. Soal wajah, bukankah di dunia ini banyak sekali orang seperti kembar padahal mereka bukan saudara sedarah." Ujar Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Aster.


"Aku sudah melakukan kesalahan besar. Pasti Hanna dan Rey salah paham karena ucapan ku pada gadis itu. Suamiku, aku harus bagaimana? Pasti saat ini hati mereka sangat terluka."


"Segera hubungi Rey dan katakan yang sebenarnya." Aster mengangguk.


Aster mencari kontak nama Rey di ponselnya. Tapi nomornya tidak aktif, putranya itu tidak bisa dihubungi. Satu-satunya cara adalah dengan mencari dan menemuinya secara langsung.


"Kita harus pergi menemui mereka sebelum terlambat dan masalah ini semakin rumit."


"Baiklah."


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2