
"Suketi tak mau, bila sampai di madu, toet..toet.. Pulangkan saja pada bapak ibuku, toet.. toet.."
Miss K...
Hanya dengan menyebutkan namanya saja pasti orang akan langsung berpikir dia adalah sosok yang mengerikan, yang mampu membuat bulu kuduk langsing berdiri. Tapi bagaimana jika Miss K satu ini malah sebaliknya?
Bukannya takut, orang-orang pasti akan di buat geli oleh sosok dan tingkahnya. Ya, dia adalah hantu paling konyol dan paling mengelukan di alam semesta, siapa lagi jika bukan Miss K alias Suketi.
Suketi adalah hantu lintas negara. Dia datang dari negara lain cuma untuk bisa bertemu dengan oppa-oppa tampan, begitulah menurutnya.
Jika hantu lain memiliki hobi menakut-nakuti, maka tidak dengan Suketi. Suketi memiliki hobi yang sangat unik, yakni dugem dan mengambil foto bersama para idol dunia yang kemudian dipamerkan di sosial media miliknya.
"AYANG TITI!!"
Suketi menoleh setelah mendengar seseorang memanggilnya. Bukannya bahagia akan kedatangan sosok berkuncil dan berkostum pink. Suketi malah langsung membuang muka ke arah lain, mengabaikan Ayang Pocinya.
"Ayang Titi, Ayang Poci merindukanmu." Mr.Poci berseru sambil merentangkan tangannya.
"Cih, tukang selingkuh kau!! Pergi sana, jangan mendekat apalagi mengangguk!"
"Oh, Ayang Titi. Sungguh, Ayang Poci tidak pernah selingkuh apalagi menduakan mu. Aku hanya di fitnah, kita diadu domba. Sungguh, aku mengatakan yang sebenarnya. Oh, Ayang Titi."
"PEMBOHONG!!"
Seketi mengibaskan rambut panjangnya dan berlari meninggalkan Mr.Poci dengan gerakan slow motion. "UHH, RIBET." Mr.Poci melepaskan ikatan pada kakinya lalu menjinjing tinggi kain yang membungkus tubuhnya.
"Ayang Titi, tunggu Ayang Poci!! Setelah ini ayo kita pesi-pesi mumpung sedang mendung-mendung begini."
"Aku tidak mau!!"
"Ayang Titi!!"
-
-
__ADS_1
-
Terlihat sepasang suami-suami yang sedang duduk di ranjang mereka. keadaan sangat sunyi bahkan nafas keduanya bisa terdengar sampai salah satu dari mereka memecah keheningan tersebut.
"Rey," panggil Hanna sambil menatap pria yang kini telah resmi menjadi suaminya.
Rey menurunkan pandangannya untuk menatap wajah cantik wanita yang ada di rengkuhannya. Mereka sedang duduk bersandar pada sandaran tempat tidur. "Apa, Hanna?" Gumam pria itu.
Hanna merubah posisi mereka. Kini Hanna duduk dipangkuan Rey, kedua tangannya mengalung pada leher pria itu. "Apa malam ini kita tidak bercocok tanam? Bukankah ini malam pertama kita, ya meskipun sebenarnya bukan sih."
"Kenapa? Kau menginginkannya, hm?" Rey menatap Hanna, jari-jari besarnya membelai lembut Surai Panjang wanitanya yang terurai.
"Hu,um." Hanna mengangguk.
Rey menyeringai, pria itu menarik ujung dagu Hanna lalu mengecup singkat bibirnya."Malam ini aku akan membuatmu menyerahkan namaku sampai pagi, Sayang." Kembali Rey membenamkan bibirnya pada bibir Hanna, mel*matnya lebih dalam dan lebih menuntut dari sebelumnya.
Posisi mereka tidak lagi duduk, Rey membaringkan tubuh Hanna dan menanggalkan semua kain yang melekat ditubuhnya. Menyisah kan bra dan kain tipis yang menutup bagian Miss nya.
Rey tersenyum, dengan lihai dia menarik satu-satunya penghalang terakhir ditubuh Hanna yang tersisa, inilah yang diinginkannya sejak tadi. Wanita itu terbaring dibawahnya dengan des*hannya.
Wanita itu hanya memejamkan matanya membiarkan Rey menyusurinya tubuhnya dengan kedua mata tajam nya. Memindai setiap inci tubuhnya polos itu.
Rey kemudian menunduk, untuk mengecupi puncak pay*dara Hanna dan membuat wanita itu melengkungkan punggung kemudian mend*sah panjang, Rey yang puas akan reaksi Hanna langsung merangkak naik dan menj*lat bibir manisnya.
Dengan rakus Rey mencium bibir ranum tipis itu, mel*mat menghisap serta menggigit dengan gerakan sens*al membuat Hanna mengerang.
Tepat ketika pria itu memasukan lidahnya, Hanna langsung bergerak untuk membelit lidah pria yang kini sudah berganti status menjadi suaminya.
Kedua tangan Rey sudah bermain di dua gundukannya, memijat, meremas dan menjepit ujungnya dengan telunjuk dan jempolnya membuat Hanna mengerang semakin hebat.
Puas dengan bibir Hanna, kemudian Rey menurunkan ciumannya menuju leher dan sekitar dad*nya, mengecup ba*ah leher jenjang wanita itu, turun terus hingga sampai diperut Hanna, menyusuri perut rata itu dengan bibirnya.
Hanna menggelinjang saat tangan Rey tiba di paha dal*mnya, pria itu semakin menunduk dan menatap puas milik Hanna yang terlihat lembab dan mengkilat akibat cairannya sendiri.
Hanna mend*sah panjang saat merasakan ciuman dipaha dal*mnya, semakin lama semakin naik hingga bibir tipis itu tiba dititik terlemahnya. Hanna memekik.
__ADS_1
"Ahhh, Rey!" Kedua tangannya bergerak secara bersamaan untuk memegang kepala Rey, menekannya semakin dalam sehingga membuatnya mendapatkan kenikmatan yang tiada tara.
Hanna menarik nafas hingga saat guncangan org*sme melandanya, ia memekik tertahan dengan tubuh yang melenting keatas. Matanya terpejam merasakan sensasi kenikmatan itu, rasa yang tidak pernah berubah ketika Rey memanjakannya.
Rey mendongak, menatap wajah Hanna dengan seringainya. Lalu bibirnya menj"lati cairan di tangannya, menggoda saat menatap wajah sayu Hanna diselimuti oleh ga*rah terpuaskan. Matanya perlahan meredup lalu ia membungkuk di atas tubuh wanita itu.
"Ready to get me?" Bisik Rey di telinga Hanna, istrinya itu menggelinjang geli saat bibirnya menelusuri telinga hingga turun keleher mulusnya. Rey tau jika itu adalah area sensitive Hanna.
"Rey, please--"
"Sepertinya kau sudah tidak sabar, Sayang." Rey terus menggodanya, mencium dad*nya dengan gerakan lambat sehingga tubuh Rey bergetar dan gair*hnya kembali melesak naik."Baiklah, mari kita lakukan."
Bisikan itu bagaikan mantra untuknya membuat tubuh Hanna meremang penuh damba akan sentuhan suaminya.
Hanna memejamkan matanya, dia tidak tahan dengan godaan yang diberikan oleh Rey hingga akhirnya ia naik ke atas tubuh Rey dan mulai mengambil alih permainan. Tapi tentu saja dia tidak membiarkannya, karena Rey benci didominasi.
.
.
"Seperti biasa. Kau sangat luar biasa, Sayang." Bisik Rey lalu mengecup singkat bibir Hanna.
Hanna meringis ketika Rey mencabut miliknya. Lelah terlihat pada raut wajah keduanya. Hanna akui jika Rey memang sangat luar biasa, dia selalu tau cara untuk memuaskan dirinya.
"Kau juga luar biasa, Rey." Balas Hanna, wanita itu menangkup wajah Rey lalu mengecup singkat bibir itu.
"Tidurlah, ini sudah malam. Aku mandi dulu." Hanna mengangguk. Rey merasa tidak nyaman dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Pria itu kemudian beranjak dan meninggalkan Hanna begitu saja.
Hanna tersenyum tipis. Rasanya dia masih tidak percaya jika ia dan Rey kini telah sah menjadi suami-istri. Hubungan mereka yang berawal dari saling menguntungkan, dan kini berubah menjadi hubungan yang saling membutuhkan.
Wanita itu bangkit dari berbaring nya. Jari-jari lentiknya memunguti setiap helai kain miliknya yang berserakan di lantai lalu memakainya. Setelah berpakaian lengkap. Hanna kembali berbaring setelah mengganti spreinya.
-
Bersambung.
__ADS_1