PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Dasar Tuan Muda Pencemburu!!


__ADS_3

Hanna merebahkan tubuhnya pada kasur super empuk miliknya. Wanita itu berbaring dalam posisi terlentang. Sekujur tubuhnya terasa lelah, sebenarnya bukan hanya tubuhnya, tapi juga otaknya.


Hanna menoleh saat mendengar suara decitan pintu di buka, terlihat Rey berjalan memasuki kamar.


Rey menghampiri Hanna setelah melepaskan jas dan melonggarkan dasi yang masih menggantung dilehernya. Pria itu menindih tubuh Hanna lalu mel*mat singkat bibir ranum tipisnya


"Hari ada apa denganmu? Kau tidak seperti biasanya, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Rey sambil mengunci sepasang biner Hazel milik Hanna.


Hanna tidak langsung menjawab dan malah menatap Rey lebih dalam dari sebelumnya. Hanna menarik tengkuk Rey, kemudian mel*mat singkat bibir Kissable itu.


"Aku hanya merasa buruk, Rey. Dia sudah kembali, laki-laki itu akhirnya kembali." Ucap Hanna tanpa mengakhiri kontak mata diantara mereka.


"Maksudmu?" Rey memicingkan matanya.


"Diego Moella," jawabnya singkat.


Rey langsung diam setelah mendengar nama yang Hanna sebutkan. Nama pria yang pernah mencampakkan wanita itu, dan juga orang yang masih menempati ruang terdalam di hatinya hingga detik ini. Begitulah yang Rey pikirkan.


"Aku mandi dulu." Rey bangkit dari posisinya dan pergi begitu saja.


Sedangkan Hanna, dia hanya bisa menatap punggung Rey yang semakin menjauh dengan tatapan bingung penuh tanya. Dia bingung dengan perubahan pada sikap Rey yang tiba-tiba menjadi dingin. Mungkinkah itu ada hubungannya dengan Diego? Entah, Hanna tidak yakin.


Tak ingin terlalu ambil pusing dengan sikap Rey yang tiba-tiba berubah. Hanna bangkit dari duduknya dan berjalan menuju balkon, dinginnya udara malam yang terasa membekukan, langsung menyambutnya di sana.


Hanna menutup matanya. Membiarkan hembusan angin malam menerpa sebagian kulitnya yang terbuka. Malam ini tak ada satupun bintang yang tampak di langit malam.


Semua bersembunyi di balik awan hitam.


Sang penguasa malam pun tampak redup, bersembunyi di balik gulungan hitam yang memenuhi langit kelam.


Dan sementara itu...

__ADS_1


Rey yang baru saja selesai mandi mendapati ponsel milik Hanna berdering, sementara si pemilik tidak ada di sana. Rey mengambil benda tipis tersebut, tampak nomor asing menghiasi layarnya yang menyala terang.


Rey menolak panggilan itu. Dan detik berikutnya sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel milik Hanna.


'Aku kembali. Mao, aku sangat merindukanmu.'


Tangan Rey meremas kuat ponsel yang ada di genggamannya tersebut. Emosi terlihat dari sepasang manik hitamnya yang berkilat tajam. Tanpa bertanya, Rey tau siapa orang yang mengirimkan pesan singkat itu pada Hanna.


Tak ingin orang itu mengganggu Hanna lagi, Rey mengirim pesan singkat padanya. Yang isinya adalah permintaan supaya dia berhenti mengganggu Hanna.


Ponsel milik Hanna kembali berdering. Kali ini Rey tidak mengabaikannya, dia menerima panggilan tersebut dan memberikan peringatan pada mantan kekasih Hanna dengan keras.


"Hanna, akhirnya kau~"


"Siapapun dirimu, berhentilah menghubungi Hanna!! Karena aku tidak suka orang lain mengganggunya!!" Kemudian Rey memutuskan sambungan telfonnya begitu saja dan mematikan ponsel Hanna.


Melihat ada pria lain menghubungi Hanna, membuat hati Rey terbakar. Dia kesal, marah dan ingin sekali rasanya mencari orang itu kemudian meledakkan kepalanya. Tapi pemilik mata hitam itu masih waras, Rey tidak akan bertindak gila kecuali jika dia memang dipaksa oleh keadaan untuk melakukannya!!


Setelah berpakaian lengkap. Rey menghampiri Hanna yang sedang menikmati udara malam di balkon. Pria itu berjalan menghampiri Hanna dengan langkah tanpa suara, sehingga kedatangannya tidak disadari oleh sang dara.


"Rey, sejak kapan kau berdiri disitu? Kenapa aku tidak menyadarinya?" Rey diserbu oleh dua pertanyaan oleh Hanna. Alih-alih menjawab. Pria itu malah berpindah tempat, ia berdiri bersebelahan dengan Hanna dengan posisi berlawanan arah.


"Hanna, aku tidak suka ada pria lain yang menghubungi mu. Sebaiknya mulai sekarang kau tidak usah berinteraksi dengan mantan kekasihku itu!!"


"Hah, maksudmu apa?" Hanna menatap Rey dengan bingung. Dia tidak tau apa yang pria itu bicarakan.


Rey yang tidak ingin mejelaskan apapun langsung menyergap bibir Hanna dan mel*matnya dengan keras. Membuat wanita itu terkejut sekaligus bingung.


Apakah kekesalan Rey ada hubungannya dengan kembalinya Diego, mantan kekasihnya? Tapi karena apa? Mungkin kah jika Rey cemburu?


Hanna tak ingin menyimpulkannya terlalu dini. Rey memang pernah mengungkapkan apa yang dia rasakan padanya, tapi Hanna tidak ingin menyimpulkan hal tersebut sebagai cinta.

__ADS_1


"Ada apa denganmu, Rey? Kau bersikap sangat aneh!!!" Protes Hanna setelah Rey mengakhiri ciumannya.


"Aku pasti akan menembak mati pria itu jika dia sampai berani menghubungi mu lagi!! Sebaiknya ganti saja nomor ponselmu!!" Pinta Rey.


Hanna terkekeh geli. Di matanya Rey sangatlah mengenaskan. Wanita itu mengalungkan kedua lengannya pada pria di depannya. "Kau cemburu?" Hanna mengunci sepasang iris hitam milik Rey yang juga menatapnya.


Rey menggeleng. "Aku tidak tau, sudah malam, sebaiknya kita tidur. Aku lelah, besok pagi aku harus pergi ke luar kota untuk sebuah acara penting. Dan kau harus ikut!!"


Hanna memicingkan matanya. "Kenapa aku harus ikut? Tidak biasanya," ucap Hanna tanpa mengakhiri kontak matanya.


"Karena aku ingin semua orang tau jika kau adalah wanitaku, supaya tidak ada yang berani menggoda apalagi mendekatimu!! Karena aku akan memberikan imbalan yang sangat setimpal pada mereka yang tetap nekat melakukannya!!"


Hanna mendengus. "Kenapa kau jadi begitu posesive, Tuan Muda Xiao?! Apa kau begitu takut kehilanganku?! Sampai-sampai kau harus bersikap seperti ini!! Dasar Tuan Muda pencemburu!!" Hanna melewati Rey begitu saja. Meninggalkan pria itu sendiri di balkon.


Hanna merebahkan tubuhnya pada tempat tidur, di ikuti Rey yang kemudian ikut berbaring disampingnya. Posisi mereka saling berhadapan, dengan jarak wajah yang nyaris tak ada. Saking dekatnya sampai-sampai mereka bisa merasakan hembusan napas masing-masing.


Hanna menangkup sisi wajah Rey dengan tangan kanannya, bibirnya bergerak menuju bibir pria itu lalu mel*m*tnya singkat.


"Kau adalah orang yang membantuku sembuh dari keterpurukan dan luka akibat ditinggalkan. Darimu aku belajar caranya merelakan. Dan jika tidak ada dirimu, mungkin aku masih terkurung di dalam lembah keputusasaan."


"Bagiku, kau bukan hanya sekedar Partner ranjang, tapi juga sebagai teman hidup yang sesungguhnya. Banyak kisah yang kita lalui bersama, dan aku akan bersamamu hingga akhir."


"Tidak ada alasan bagimu untuk marah, karena dia tak lebih dari sekedar masa laluku. Pakaian lama yang sudah lama aku buang dari hidup dan hatiku. Aku mohon percayalah padaku, Rey."


Rey menarik tengkuk Hanna dan mel*mat bibirnya sekali lagi. Entah kenapa mendengar ucapan Hanna membuat perasaannya menjadi lebih tenang. Rasa kesal, marah, dan ketakutan yang sebelumnya mendera hatinya kini lenyap begitu saja.


"Terimakasih sudah mempercayaiku, aku berjanji akan selalu membahagiakan mu. Hanna, kau tidak akan pernah tau seberapa penting dirimu bagiku. Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi..."


"Sttt!!" Hanna meletakkan jarinya di bibir Rey sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya. Pemilik mata Hazel itu menggeleng. "Jangan katakan sekarang, katakan jika hatimu benar-benar telah yakin. Sudah larut malam, sebaiknya kita tidur." Ucap Hanna yang kemudian di balas anggukan oleh Rey.


"Baiklah."

__ADS_1


-


Bersambung. ??


__ADS_2