PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Kebahagiaan Yang Sempurna


__ADS_3

Sebuah kebahagiaan tak hanya lahir dari satu aspek saja, bahkan seluruh aspek yang mewakili hidup.


Terkadang sebuah pilihan itu yang mampu menghasilkan kebahagiaan yang utuh. Manusia biasanya tidak akan puas mengejar sesuatu, namun tidak dengan kebahagiaan itu sendiri.


Kebahagiaan itu terpancar jelas dari sepasang Biner Hazel nya. Kebahagiaan yang selalu dia idam-idamkan selama ini, ia pikir hanya sebuah angan-angan yang tak mungkin pernah jadi kenyataan. Namun siapa yang tahu akan rencana Tuhan.


Hanna di pertemukan dengan seorang pria bermarga Xiao. Hubungan diantara mereka hanya sebatas partner ranjang pada awalnya, tapi siapa yang menduga jika akhirnya cinta malah tumbuh dan mekar di hati keduanya.


Bahkan kini mereka telah menikah meskipun pada kenyataannya baik Hanna maupun Rey, masih sama-sama belum yakin pada perasaannya sendiri.


Rey membuang puntung rokoknya saat menemukan sosok yang dia cari tengah berdiri di dek kapal menikmati sejuknya angin malam. Pria dalam balutan pakaian serba hitam lengan terbuka itu melenggangkan kakinya, berjalan menghampiri Hanna.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tegur Rey sambil melingkarkan kedua lengannya pada perut Hanna.


Di sini mereka sekarang. Berdiri disebuah kapal pesiar yang sedang berlayar. Pasangan muda itu tengah menikmati gugusan bintang yang menghiasi langit malam dari atas dek kapal.


Seperti yang telah Nathan katakan. Mereka benar-benar pergi berlayar dengar pesiar barunya. Bukan hanya keluarga Xiao, tapi juga orang-orang terdekatnya.


"Rey, kau lihat bintang itu? Bukanlah Rigel sangat cantik?" Tunjuk Hanna pada bintang cantik itu.


Bintang Rigel merupakan salah satuย bintang terbesar di alam semesta,ย dan termasuk bintang yang cahayanya paling terang di malam hari.


Rigel masuk dalam 7 bintang paling terang dan paling indah ketika malam tiba. Bintang Rigel memiliki warna yang sangat khas, yakni putih kebiruan, hingga sangat mudah bagi manusia untuk menemukan tata letak Bintang paling terang dalam rasi Bintang Orion tersebut.


"Aku tidak tau apa yang membuatmu begitu menyukai bintang." Ucap Rey masih dalam posisinya.


"Alasannya hanya satu, karena bintang sangat indah, dan kehadiran bintang di malam hari akan memberikan arti tersendiri bagi mereka yang selalu menantikan kedatangannya." Ujar Hanna.


"Apa bintang seindah itu?"


Hanna mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Rey. "Lebih indah dari itu." Jawabnya tersenyum. Rey mendekatkan bibirnya pada bibir Hanna lalu mengecup singkat bibir ranum tipisnya.


"Bagiku ada yang jauh lebih indah dari bintang-bintang itu." Ucap Rey dan membuat Hanna mendongakkan wajah sekali lagi.


"Apa?" Tanya wanita itu antusias.


"Kau." Jawab Rey seraya mengunci mata Hanna, menatapnya begitu dalam. "Ya, kaulah Hanna, hal yang bagiku lebih indah dari bintang. Kau seperti berlian, berharga dan istimewa. Kau seperti bunga, cantik dan semerbak."


"Kau adalah debaran jantungku, denyut dalam nadiku, kau adalah napas hidupku, alasan utama kenapa aku dilahirkan, kau adalah wanita yang aku inginkan untuk menjadi Ibu dari anak-anakku, satu-satunya wanita yang paling layak mendampingi hidupku. Hanna, aku mencintaimu."


Air mata Hanna jatuh bercucuran tanpa mampu dia cegah, kata-kata Rey membuatnya bungkam seketika. Pria itu, suaminya, baru saja mengungkapkan apa yang dia rasakan padanya.

__ADS_1


Apakah Hanna bahagia? Maka jawabannya iya, dia sangat bahagia, saking bahagianya sampai-sampai dia tidak kuasa untuk membendung air matanya.


"Aku memiliki sesuatu untukmu, Rey." Hanna mengeluarkan sesuatu yang dia ingin ditunjukkan pada Rey. Sebuah benda tipis panjang dengan dua garis merah di tengahnya.


"Ha..Hanna ini?" Gumam Rey sambil menatap Hanna dengan tatapan tak percaya.


"Ya, Rey. Aku hamil. Aku mengandung anak kita, buah dari cintamu dan diriku." Hanna tersenyum lebar.


Rey menarik Hanna ke dalam pelukannya dan mendekap tubuh itu dengan sangat erat, berkali-kali Rey mencium kepala Hanna untuk meluapkan kebahagiaannya. Rasanya sangat luar biasa, sampai-sampai dadanya ingin meledak rasanya.


"Kita harus memberitahu Mami dan Daddy mengenai kabar baik ini." Ucap Rey yang kemudian di balas anggukan oleh Hanna.


-


"KYYYAAA!!! Akhirnya Suketi bisa naik pesiar juga. Ayang, Aster. Suketi sangat merindukanmu!!" Seru hantu gaul itu ketika melihat sahabat lamanya.


"Omo!!" Aster terlonjak kaget karena kemunculan Suketi yang begitu tiba-tiba. Dan saking kagetnya, sampai-sampai wanita itu hampir terjengkang dari duduknya. "Yakk!! Makhluk aneh super menyebalkan!! Tidak bisa apa kau tidak muncul dan tiba-tiba mengejutkanku!!"


"Hehehe, Piss." Suketi mengangkat tangannya dan jarinya membentuk huruf V.


Aster mendengus berat. Bertahun-tahun tidak bertemu, sekalinya bertemu malah membuatnya nyaris jantungan. "Ayang Aster, bagaimana kalau kita saling melepas rindu? Suketi sangat merindukanmu, bukannya semakin tua kau malah semakin cantik saja. Huhuhu, Suketi iri."


Suketi mempoutkan bibirnya. "Kau sangat jatah, Ayang Aster. Padahal setiap hari Suketi sudah melakukan perawatan dengan abu gosok, bukannya kinclong muka Titi malah buluk." Ujarnya mengeluh.


Aster mendengus. "Dasar sinting!!" Aster beranjak dari hadapan Suketi dan pergi begitu saja. Dia harus segera bergabung bersama suami dan anak-anaknya.


.


Aster menuruni tangga, semua orang berkumpul di ruangan pesta. Malam ini mereka akan mengadakan sebuah pesta besar di pesiar untuk merayakan kembali kepulangan Laurent.


Rey dan Hanna datang tak selang lama setelah kedatangan Aster. Semua orang kebingungan melihat wajah sumringah pasangan muda tersebut. Wajah mereka begitu berseri-seri. Membuat semua orang penasaran kenapa mereka sebahagia itu.


Laurent yang penasaran langsung menghampiri mereka berdua. "Adakah yang bisa menjelaskannya pada Kakak?" Dia menatap keduanya bergantian.


Hanna menyerahkan sebuah benda kecil berbentuk panjang pada Laurent. Melihat dua garis merah di benda tersebut membuat matanya membelalak. "HANNA, KAU HAMIL?!' dan memekik dengan keras. Hanna mengangguk.


Aster dan Nathan yang mendengar hal itu tentu saja terkejut. Aster menghampiri Hanna dan Rey lalu memeluknya. "Sayang, selamat atas kehamilan mu, Mami sungguh bahagia mendengarnya." Ucap Aster sambil menangkup wajah Hanna.


Nathan juga memberikan pelukan hangat pada menantunya tersebut. Dia juga merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan. "Akhirnya kalian memberikan kelengkapan pada keluarga ini. Dengan hadirnya dia, akan semakin melengkapi kebahagiaan kita." Ujar Nathan.


"Semua berkat doa dari kalian." Rey tersenyum.

__ADS_1


"Yakk!!! Hantu edan, berhentilah mengejar ku. Aku ini masih perjaka, belum menikah apalagi melakukan malam pertama!!"


"Ayang Rio, jangan lari-lari lagi. Suketi siap kok mengambil perjaka mu itu!!"


"Tapi aku tidak Sudi!!" Jawab Rio dengan lantang.


Bukan rahasia lagi jika Suketi sangat tergila-gila pada Rio. Wajahnya yang cute membuat hantu gaul itu jatuh bangun saking sukanya pada Rio, tapi dia malah menganggap itu sebagai musibah.


"Ayang Rio, ayo kita menikah saja!!"


"AKU TIDAK SUDI!!"


Tawa semua orang di dalam ruangan itu pun pecah. Tidak ada kesedihan yang terpancar dari raut wajah mereka. Hanya kebahagiaan. Semua duka dan air mata yang pernah mewarnai perjalanan hidup mereka di gantikan oleh kebahagiaan yang berlipat ganda.


Rey dan Hanna saling bertukar pandang. Senyum lebar tercetak di bibir masing-masing. Kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini semakin sempurna dengan kehadiran calon buah cinta mereka. Dan inilah kebahagiaan sesungguhnya yang Hanna idamkan selama ini.


"Aku mencintaimu, Rey." Ucap Hanna sambil mengunci sepasang biner hitam milik Rey.


"Aku juga, Hanna." Yang terjadi selanjutnya adalah pertemuan bibir pasangan muda tersebut. Dan melalui ciuman itu, mereka ingin menyampaikan seberapa besar cinta yang mereka miliki.


-


Diego meletakkan sebuah barang yang berhubungan dengan Hanna pada sebuah kotak besar yang kemudian dia hanyut kan di lautan. Diego akan mengubur dalam-dalam kisah dan semua kenangan tentang Hanna.


Hanna adalah masa lalunya, yang selamanya hanya menjadi masa lalunya. Sudah saatnya Diego melupakan mantan kekasihnya itu dan menata kembali hidupnya dengan membuka lembaran baru bersama orang lain. Meskipun berat, namun Diego akan melupakan Hanna untuk selamanya.


"Diego, kita harus pergi sekarang. Pesawat mu berangkat satu jam lagi." Tegur seorang wanita yang kini berdiri disamping Diego.


Pria itu mengangguk samar. Dia melenggangkan kakinya dan meninggalkan si wanita yang kemudian berjalan mengekor di belakangnya. Sekali lagi Diego menghentikan langkahnya dan menatap kotak itu yang telah sampai ke tengah lautan. Sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk lengkungan indah di wajah tampannya.


"Hanna, selamat tinggal. Aku bahagia pernah mengenal dan memiliki wanita sepertimu!! Aku akan melupakanmu, mantan terbaikku!!"


-


The End...


Author ingin mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya pada semua pembaca setia yang mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Semoga puas dengan endingnya, ya meskipun ada yang kecewa kenapa tidak sampai Hanna melahirkan.


Author mau istirahat untuk beberapa waktu, dan masih di bulan ini, Author akan come back dengan novel baru yang berjudul "SINGLE MOM"(Mama Bukan Pelacur) setelah novelnya terbit semoga semakin banyak peminta dan pembacanya.


Cinta banyak-banyak untuk kalian ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ I Love You My Riders ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2