PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Suketi Comeback


__ADS_3

Gludukk...


Gludukk..


Braakkk...


Hanna yang baru saja hendak menutup matanya terlonjak kaget setelah mendengar suara aneh di atas genteng kamarnya. Suaranya sangat mirip seperti orang yang jatuh terguling-guling, kemudian jatuh di atas tumpukan kayu.


Penasaran suara apa itu. Hanna pun berlari menuju balkon kamarnya untuk melihatnya, memastikan jika itu bukan suara penyusup apalagi perampok.


Kedua mata Hanna membelalak, melihat sosok wanita berbaju putih bertubuh pendek dan gendut di bawah sana.


Sepertinya dia baru saja tersangkut di pohon yang ada di samping balkon kamarnya. Terlihat dari gaun putihnya yang sobek dan rambutnya penuh daun dan ranting.


"Astaga, itu manusia atau siluman? Kenapa bentuknya aneh sekali? Jika itu hantu, tapi mukanya tidak ada seram-seramnya. Dan jika dia manusia, bagaimana bisa masih baik-baik saja setelah terjatuh dari atas sana?" Gumam Hanna penuh keheranan.


Dari tempatnya berdiri, Hanna terus memastikan sosok itu yang tampak sangat kebingungan. Dia celingukan seperti sedang mencari sesuatu. Tapi Hanna tidak tau apa yang mahluk aneh itu cari.


"EO?! ASTER!!"


Tiba-tiba wanita berbaju putih itu berteriak dan menyebut nama Aster sambil melambaikan kedua tangan padanya. Hanna menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan apakah dia yang dipanggil atau bukan. Pasalnya hanya ada dirinya di sana.


Lalu ia menunjuk dirinya sendiri. Wanita berbaju putih itu pun mengangguk. "KAU SALAH ORANG, AKU BUKAN ASTER, TAPI NAMAKU HANNA. SEBENARNYA KAU ITU APA, MANUSIA ATAU HANTU?!"


"Namaku Suketi, aku adalah si Miss-K yang berasal dari Indo. Tapi, apakah ini negeri Ginseng?" Tanya Suketi memastikan. Hanna mengangguk membenarkan.


Tiba-tiba saja Suketi melompat kegirangan sambil berteriak kencang. "Kkkyyyaaa!!! Akhirnya Suketi tiba di sini lagi." Serunya histeris.


Penasaran siapa Miss-K. Hanna pun mencoba mencari dari Google dengan kata kunci Miss-K asal indo. "AAAHH!!" wanita itu langsung histeris, dengan refleks Hanna melemparkan ponselnya. Beruntung benda berbentuk tipis itu tidak terjun bebas ke bawah.


Dari hasil pencariannya. Miss-K adalah hantu asal Indo. Itu artinya yang dia lihat saat ini adalah hantu, tapi bedanya dia tidak seseram dari hasil pencariannya di internet.


"Aaahhh!!" Hanna menjerit histeris karena Suketi tiba-tiba sudah ada dihadapannya. "Pait pait pait, hus pergi sana. Jangan menggangguku!!"


"Eh, jangan takut cantik. Suketi bukan hantu jahat kok, Suketi sangat baik dan mudah bersahabat dengan manusia. Bagaimana kalau mulai sekarang kita berteman, kau mengingatkanku pada teman lamaku yang bernama 'Aster' wajah kalian sangat mirip. Jadi Suketi pikir kamu adalah dia." Tuturnya.


Ragu-ragu Hanna menyentuh Suketi, tapi tidak bisa. Tubuhnya tembus pandang. "Ka..kau sungguh-sungguh hantu?" Suketi mengangguk.

__ADS_1


"Tunggu dulu cantik. Suketi mau Ngevlog dulu ya. Biar bisa Suketi pamerin di sosial media, oke"


Doeng...


Hanna menatap Suketi tidak percaya. Bagaimana bisa ada hantu yang memiliki sosial media. Jikapun ada, mungkin Suketi satu-satunya.


"### Dasar hantu edan!!"


-


"Aaahh..."


"Nyonya, jangan terlalu memaksakan diri. Kau harus istirahat dan pikirkan kondisimu juga. Kau baru saja bangun dari tidur panjang mu, dan keadaanmu juga belum sepenuhnya stabil."


Wanita itu menggeleng. "Tidak, Dio. Aku harus segera berjalan kembali. Aku ingin bertemu dengan putraku dan segera memeluknya."


"Nyonya Aster, saya tau apa yang Anda rasakan saat ini, tapi saya mohon jangan terlalu memaksakan diri. Anda masih terlalu lemah."


Dio menuntun wanita itu yang ternyata adalah Aster untuk duduk kembali di kursi rodanya. Dokter menyatakan jika Aster mengalami kelumpuhan sementara pasca koma, dan dia bisa kembali berjalan dengan normal jika rutin melakukan terapi dan latihan.


"Saya akan membawa Nyonya untuk kembali beristirahat di dalam. Dokter menyarankan supaya Anda tidak terlalu lelah dulu." Dan Aster hanya mengangguk, dia menurut pada nasihat Dio.


-


"OMO!! TUAN NATHAN?!"


Suketi memekik sekencang-kencangnya ketika sosok Rey memasuki kamar Hanna. Lagi-lagi Suketi salah mengenali orang. Dia pikir Rey adalah Nathan, seperti dia salah mengenali Hanna tadi.


"Eh, aku rasa bukan. Kau terlalu muda untuk seusia Tuan Nathan. Tapi kalian sangat mirip, dan Hanna cantik ini juga sangat mirip dengan Aster. Apa kalian melakukan operasi plastik supaya mirip mereka?" Suketi menatap keduanya bergantian.


Reaksi yang ditunjukkan oleh Rey saat melihat Suketi sangat berbanding balik dengan reaksi Hanna. Dia tidak ada takut-takutnya sama sekali, justru hantu gaul itu yang tampak merinding melihat sorot mata Rey yang terlewat tajam.


"Aku Rey Xiao, putra dari Nathan Xiao. Jika urusanmu di sini sudah selesai, keluarlah, aku lelah dan ingin istirahat."


"Hahaha... Suketi sudah mau pergi kok, cantik sampai jumpa lagi, bye..." Sosoknya kemudian menghilang, menyisahkan Rey dan Hanna berdua di sana.


Hanna menghampiri Rey dan membantu pria itu melepas jas hitamnya. "Aku pikir kau tidak datang malam ini."

__ADS_1


Rey menari pinggang Hanna hingga tubuh mereka menyatu sempurna. "Bagaimana aku tidak datang, sementara aku sangat menginginkanmu. Temani aku bermain sampai pagi, aku ingin memasuki mu." Ucap Rey kemudian mengecup singkat bibir Hanna.


Hanna tersenyum dan mengangguk. "Tentu, dengan senang hati. Karena aku juga Menginginkanmu, Rey Xiao!!"


Rey mendorong tubuh Hanna lalu menindihnya. Bibirnya kembali memagut bibir wanita itu dengan keras, dan mencumbunya seperti tadi.


"Terus panggil namaku, Hanna Kim. Aku ingin mendengar kau memanggil namaku." Gumam Rey berbisik.


"Rey, Rey, Rey, aku menginginkanmu. Jangan menundanya terlalu lama, aku tidak ingin bermain, kita langsung saja ke inti permainan."


Rey tersenyum. "Kenapa kau tidak sabaran sekali, Sayang? Hm, baiklah kalau begitu. Aku akan segera memasuki mu, oke."


Rey melepas semua kain yang melekat di tubuh atasnya. Menyisahkan celana panjang hitam yang masih menggantung di pinggulnya. Sekali lagi Rey membenamkan bibirnya pada bibir Hanna, sedangkan tangan mereka saling meremas.


Beberapa tanda kepemilikan hasil karya Bibir Rey menghiasi tubuh Hanna. Menandakan jika wanita itu adalah miliknya, dan hanya dia yang berhak atas diri Hanna meskipun kenyataannya mereka bukanlah pasangan yang sah.


Hubungan mereka tidak lebih dari sebatas teman ranjang. Dan jika tumbuh perasaan, maka harus segera dihentikan, karena mereka telah berjanji untuk tidak saling jatuh cinta, meskipun pada kenyataannya mereka tidak pernah mengerti dengan rencana takdir.


.


.


.


Percintaan mereka telah selesai sejak 30 menit yang lalu. Tapi Rey masih terjaga meskipun waktu sudah menunjuk pukul 03.00 dini hari. Rey masih belum bisa menutup matanya padahal rasa kantuk sudah menyerangnya sejak beberapa menit yang lalu.


Ting...


Perhatian Rey sedikit terapihkan oleh denting pada ponselnya. Pemuda itu bangkit dari duduknya setelah mematikan rokoknya.


Sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenal.


Penasaran apa isi pesan tersebut, tak banyak membuang waktu, Rey segera membuka pesan itu. Kedua mata hitamnya membelalak melihat sosok wanita yang ada di pesan itu. Dengan lirih dia bergumam.


"Mami...?!"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2