PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"

PARTNER RANJANG TUAN MUDA "Sekuel Hot Daddy"
Pernikahan Hanna-Rey


__ADS_3

"Kau adalah orang yang membantuku sembuh dari keterpurukan dan luka akibat di tinggalkan. Darimu aku belajar caranya merelakan. Dan jika tidak ada dirimu, mungkin aku masih terkurung di dalam lembah keputusasaan."


"Bagiku, kau bukan hanya sekedar Partner ranjang, Rey. Tapi juga sebagai teman hidup yang sesungguhnya. Banyak kisah yang kita lalui bersama, dan aku akan bersamamu hingga akhir."


"Tidak ada alasan bagimu untuk marah, karena dia tak lebih dari sekedar masa laluku. Pakaian lama yang sudah lama aku buang dari hidup dan hatiku. Aku mohon percayalah padaku, Rey."


Rey membanting setirnya dengan kasar, dan mobil mewah itu berbelok arah menuju tempat tinggal Hanna. Kata-kata Hanna kembali berputar di kepalanya.


Seharusnya dia percaya pada wanita itu dan tidak meragukan perasaan Hanna. Bukan Hanna, tapi dia sendirilah yang membuat masalah diantara mereka menjadi sangat rumit. Dan malam ini juga Rey ingin menyelesaikannya.


Mobil mewah milik Rey berhenti di sebuah bangunan mewah yang memiliki dua lantai. Itu adalah kediaman keluarga Kim. Tempat dimana saat ini Hanna tinggal.


Rey keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki rumah tersebut. Dari jarak 5 meter, Rey mendengar pertengkaran 4 orang. 3 wanita dan seorang pria, Hanna yang sendiri dikeroyok oleh tiga orang sekaligus.


"Kalau begitu angkat kaki dari rumah ini, apa kau lupa jika kau sudah tidak diterima lagi di rumah ini?!"


"Kalian tidak berhak mengusirku, karena dibandingkan kalian berdua jelas akulah yang lebih berhak atas rumah ini. Ini milik orang tua kandungku, dan aku tidak akan membiarkan benalu seperti kalian terus-terusan menumpang hidup padaku!!"


"HANNA!!"


Plakk...


Gerakan tangan Kim Tan terhenti sebelum menyentuh pipi Hanna. Kedatangan Rey di sana tentu saja mengejutkan semua orang, Hanna terutama.


Hanna menatap Rey, begitupun sebaliknya. Membuat kedua mata berbeda warna milik mereka saling memandang dan bersirobok. Sudut bibir Rey tertarik ke atas, membuat Hanna ingin menangis detik itu juga.


"Tu..Tuan Xiao, se..sedang apa Anda di sini?" Ucap Kim Tan setengah panik.


"Hanna, untuk apa kau berdebat dengan mereka hanya untuk memperebutkan rumah ini. Karena bukan di sini seharusnya kau tinggal. Aku datang untuk menjemputmu pulang, Istriku!!"


"Rey,"

__ADS_1


"Maaf, karena sikap pencemburu ku yang terlalu besar. Kita malah berada dalam situasi yang sangat rumit. Selain untuk menjemputmu pulang, aku juga ingin meminta maaf padamu."


Hanna semakin ingin menangis setelah mendengar ucapan Rey. Wanita itu menyeka air matanya yang hampir saja menetes dan berhambur ke dalam pelukan Rey. Rey tersenyum tipis, pria itu mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Hanna.


"Dasar Tuan Muda menyebalkan, apa kau puas setelah membuatku tersiksa selama beberapa waktu. Rey, aku merindukanmu." Bisik Hanna dengan suara parau nya.


Rey memejamkan matanya. Rasa bersalah semakin membuncah di hatinya. Dia menyesali semua yang telah ia lakukan pada wanita dalam pelukannya ini. Bagaimana bisa dia melukai perasaan Hanna, ia akui jika dirinya memang sangat egois dan pencemburu besar.


Pria itu melepaskan pelukannya. Jari-jari besarnya menghapus jejak air mata di pipi Hanna. "Urusanmu di sini sudah selesai. Ayo, kita pulang. Jika kau tetap ingin rumah ini menjadi milikmu, biar pengacaraku yang mengurusnya." Hanna mengangguk. Dia membiarkan Rey membantunya.


Rey menghentikan langkahnya di depan pintu lalu berbalik badan. "Semua saham yang pernah aku tanam diperusahaanmu akan ku tarik kembali. Dan sebaiknya segera persiapkan diri kalian untuk angkat kaki dari rumah ini!!"


"Tuan Xiao, tunggu." Seru Kim Tan berusaha mengejar Rey. "Tuan Xiao, jangan seperti ini. Aku adalah Ayah Hanna, dan artinya aku adalah mertuamu. Kita adalah keluarga, sebaiknya kita bicarakan saja masalah ini secara baik-baik,"


"Sejak kapan Hanna menjadi putrimu?! Bukankah selama ini kau hanya menganggapnya sebagai pembawa sial dalam keluarga Kim?! Aku akan segera mengurus hak kepemilikan dari rumah ini. Siapkan pengacara untuk melawanku!! Hanna, ayo pergi." Hanna mengangguk. Keduanya berjalan beriringan meninggalkan kediaman keluarga Kim.


.


.


.


Mengejutkan dan terkesan terburu-buru memang. Tapi Rey tidak bisa menundanya lebih lama lagi. Dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dengan membiarkan Hanna lepas dari sisinya.


"Rey, untuk apa kita datang kemari?" Tanya Hanna kebingungan.


"Aku ingin kau memakai kembali gaun pengantin yang kau coba hari itu. Hanna, ayo kita menikah. Bukan besok atau lusa, tapi malam ini juga. Urusan pesta dan gedung mewah bisa kita pikirkan nanti. Yang terpenting kita menikah dulu, kau setuju bukan?"


"Apa kau sedang melamar ku atau membujukku?" Hanna menatap Rey dengan tatapan menjebak. "Dan bagaimana jika aku menolaknya?"


"Maka aku akan memaksamu!!"

__ADS_1


"Dasar Tuan Muda Pemaksa!!" Hanna mendecih dan menatap Rey sebal.


Namun detik berikutnya sudut bibir Hanna tertarik ke atas. Wanita itu berhambur ke dalam pelukan Rey dan memeluk pria itu dengan erat.


"Jangan bersikap kekanakan lagi, atau aku benar-benar akan pergi sejauh mungkin dari hidupmu!! Dia memang mantan kekasihku, dan hal itu tidak akan berubah. Dia hanya penggalan kecil masa laluku, dan selamanya akan begitu." Tutur Hanna.


Rey mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Hanna. Pria itu meletakkan dagunya di pundak perempuan tersebut, matanya tertutup rapat.


"Aku memang sangat egois dan kekanakan, Hanna. Memang tidak seharusnya aku bersikap konyol seperti itu, maaf sudah meragukan mu dan membuat hubungan kita menjadi rumit. Aku akan memperbaiki sikapku ini. Dan tidak akan aku biarkan kau pergi lagi."


Rey melonggarkan pelukannya lalu mengecup singkat bibir Hanna. "Ayo masuk, waktu yang kita miliki tidak banyak. Aku akan segera menghubungi Mami dan Daddy, supaya mereka menunggu kita di Gereja." Ucap Rey yang kemudian di balas anggukan oleh Hanna.


"### Baiklah."


-


Tidak ada yang istimewa pada acara pernikahan yang sedang berlangsung dengan sakral tersebut. Tidak ada pesta meriah dengan ribuan tamu undangan yang datang, hanya orang-orang terdekat mereka saja.


Acara berlangsung begitu hikmat. Suasana di sana begitu hening dan tenang. Terlihat seorang wanita yang sedang menyusut air matanya di pelukan sang suami. Bahagia, sedih dan terharu, semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu.


Sang pemimpin acara mengintrupsi kedua mempelai untuk saling berhadapan dan membungkukkan badan. Diikuti dengan intrupsi-intrupsi selanjutnya, sampai acara pertukaran cincin.


"Nah, sekarang kau bisa mencium pengantin mu." Ucap pendeta memberi intrupsi.


Jantung Hanna berdegup kencang melihat Rey yang mulai mendekatkan wajahnya. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka berciuman, tapi jantung Hanna seperti mau lepas dari tempatnya. Dia gugup setengah mati, apalagi ini adalah ciuman pertama mereka setelah sah menjadi suami-istri.


"Hanna, bumi memanggilmu!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2