Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 13: Kebingungan Sonia


__ADS_3

Zaki menatap Sonia tajam, pria itu tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh wanita itu. Zaki tau kalau saat ini Sonia sudah memiliki suami dan seorang anak, dan jika Kabir menceraikan Sonia, dia pun tidak bisa menjadikan wanita cantik yang dia cintai itu menjadi istri sahnya. Zoya tidak akan bisa menerima kehadiran Sonia, Zaki ingin tau dari mana Sonia mengetahui hal itu. 


“Sonia tenanglah, itu tidak akan terjadi sayang. Hubungan ini akan kita jaga bersama,” Ucap Zaki berusaha menenangkan wanita cantik yang menjadi kekasih gelapnya. Tangan Zaki meraup pundak Sonia dan membawanya dalam pelukannya, Sonia yang masih dalam kebingungan dan dengan nyaman mengikuti arahan tangan sang pria. 


“Eh … jangan begini Zaki, sudah lah kamu pulang saja. Ini sudah malam dan aku ingin istirahat,” Ucap Sonia yang tiba-tiba tersadar dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Zaki mengurai pelukannya, pria itu berusaha mengerti dengan apa yang terjadi. Dari pada dia mendapatkan pengusiran lagi, lebih baik Zaki mengikuti apa yang Sonia minta. 


Sonia melangkahkan kakinya gontai memasuki kamarnya setelah dia memastikan, Zaki sudah pergi meninggalkan tempat dirinya menginap saat ini. Sonia meletakkan tasnya di atas meja dan segera membersihkan diri, tidak butuh waktu yang lama wanita itu sudah naik ke tempat tidur. 


Betapa kagetnya Sonia melihat ada banyak panggilan dan pesan dari Kabir., dahinya berkerut dan membaca satu persatu pesan dari suaminya dan mengatakan kalau besok dia akan pulang. Sonia merasa lega karena dia akan segera bertemu dengan suaminya, tapi satu hal yang Sonia bingung dengan hatinya, entah kenapa ada rasa hampa saat dirinya mengingat pria yang sangat dia cintai dulu. 


“Apakah aku masih mencintai mas Kabir?” Tanya Sonia lirih, entah kenapa tidak ada rasa bahagia saat dia membaca pesan kalau sang suami akan segera pulang dan itu artinya lebih cepat dari jadwalnya


Sonia membalas pesan dari suaminya dan langsung mematikan lampu utama lalu menggantinya dengan lampu tidur. Wanita itu ingin mengistirahatkan pikiran dan hatinya yang saat ini tidak menentu. Bayangan dan potongan ingatan terus saja membuatnya bingung, harus bagaimana dia saat ini


*****


Hari berganti, Sonia beraktifitas seperti biasa, di kantornya sudah menumpuk pekerjaan yang diberikan oleh sekretarisnya. Walau ada rasa lelah namun wanita itu terus saja menyemangati diri untuk bekerja. Harapannya hari ini dia tidak akan bertemu dengan Zaki dan Sonia berharap penuh saat nanti Kabir pulang dia bisa menghabiskan waktu dengan suaminya itu. 

__ADS_1


Zaki hanya mengirim pesan seperti biasa, pria itu memberikan perhatian di sela-sela pekerjaannya yang sangat padat. Biasanya Sonia suka dengan apa yang dilakukan Zaki padanya, namun kali ini tidak . Ada kecemasan di hatinya mengingat potongan ingatan yang memperlihatkan Kabir menceraikannya. 


Kabir menelepon Sonia dan mengatakan kalau dirinya kini sudah berada di rumah, Sonia pun menjawab kalau sepulang kerja dia pun akan pulang kerumah. 


Saat Kabir sudah dirumah, Ajay sedang tidur siang dari pulang sekolah. Ema menemani sang putra yang makan masakannya dengan sangat lahap, ada senyum bahagia di wajah sang ibu melihat putra kesayangannya. Setelah selesai makan, dan Ema meminta asisten rumah tangganya untuk membereskan semua. Kini mereka berdua pindah ke ruang keluarga, Ema sudah tidak sabar untuk bicara pada sang putra tentang apa yang dia ketahui. 


“Ibu, aku ingin mendengar apa yang terjadi kemarin?” tanya kabir to the point. pria itu sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan langsung dang ibu. 


“Kabir, Ibu selama ini tidak suka dengan Sonia. Tapi saat kamu meminta ibu memberikan kepercayaan padanya bahwa dia sudah berubah, ibu pun berusaha melakukannya. tapi Kabir, semua itu tidak berlangsung lama karena mata ibu sendiri melihat hal yang tidak pantas dilakukan oleh wanita bersuami.” Jelas Ema. Wanita itu melanjutkan ceritanya dan apa yang dia lihat malam itu bukanlah kebohongan karena dirinya sendiri pun sangat kecewa.


“Bu, aku akan bicarakan hal ini. Aku akan mendengarkan penjelasan dari dirinya dulu Karena aku juga ingin Sonia mendapatkan haknya dalam berpendapat. Aku berharap ibu jangan sedih atau marah, aku akan memohon Allah memberikan petunjuknya, agar aku bisa mengambil keputusan yang benar. 


“Ibu, percayalah Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Jika memang jodohku sudah habis bersama Sonia maka Allah akan mudahkan caranya dan menggantikannya dengan yang terbaik. Aku harap ibu bisa mempercayaiku,” Ucap Kabir yang berusaha menjelaskan pendapatnya. Ema mengangguk, pikirannya juga membenarkan apa yang Kabir utarakan. 


Sonia sudah menyelesaikan tugasnya dan hari ini dia memang tidak lembur dan pulang tepat waktu. Walaupun ralisasinya tidak bisa tetap-rapat banget, karena dia akan mengecek beberapa divisi yang bertugas di jam ke dua. Dengan cepat wanita itu melajukan mobilnya yang menginap di supermarket karena kemarin dia diantar Zaki dan paginya dia menggunakan taxi online. 


Sesampai dirumah waktu sudah magrib, salam pun dia ucapkan sebelum masuk rumah dan disambut dengan pelukan hangat sang putra yang sangat dirindukannya. Ema yang melihat kedatangan sang menantu memilih masuk kamar demi menghindar. 

__ADS_1


Dengan cepat Sovia membersihkan diri di kamarnya dan sejenak bercengkrama dengan sang putra sambil menunggu suaminya pulang. Ema yang sudah selesai dengan sholat magribnya, sudah menunggu di meja makan. Makan malam di lalui dengan hening tidak satupun dari mereka membuka suara, termasuk Ajay. Sonia merasakan hawa yang kurang enak dan akan terjadi sesuatu yang besar dalam hidupnya. 


Ema membawa Ajay ke kamarnya demi memberikan waktu untuk Sonia dan Kabir bicara, karena Ema sudah tidak mau lagi melihat wanita itu berada di dalam rumahnya dan menjadi istri dari putranya. Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Ema berusaha dekat dan bersikap manja pada suaminya, mereka berdua duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamar itu. Sesaat ada rasa hangat yang menyeruak memenuhi hatinya. 


Kabir hanya diam dan tidak merespon apa yang dilakukan sang istri, sehingga membuat Sonia merasakan perubahan dingin sang suami, kini dia duduk dengan menghadap sang suami.  


“Mas, ada apa? Kenapa mas bersikap dingin?” Tanya Sonia memberanikan diri. jantung Sonia kini berdetak kencang dan membuat dirinya gugup sendiri. 


“Sonia, apakah ada pria lain yang  saat ini mengisi hatimu?” Tanya kabir to the point. Pria itu tidak ingin membuang waktu dengan kalimat kosong. Sonia gelisah dan bingung akan menjawab apa. 


“Mas Kabir … maafkan aku,” 


❤️❤️❤️


Heemm ngaku gak yaaa?


🤔🤔

__ADS_1


Yuuukk like, comen, vote dan hadiah juga subscribe ya pemirsaahh,tengkyuuuhh.


❤️❤️❤️🤔🤔🤔🌹🌹🌹


__ADS_2