
Waktu berlalu, sudah 3 hari Sonia berusaha mencari kontrakan rumah, selama 3 hari itu pula hidupnya tenang. Zaki sedang ada urusan bisnis ke luar negeri dan itu artinya Sonia bisa bekerja dengan nyaman.
Menempati rumah kontrakan tipe 45 dengan 2 kamar tidur dan lokasinya tidak terlalu jauh dari supermarket tempatnya bekerja. Rumah baru dengan harga murah bersebelahan dengan panti asuhan yang membuat Sonia merasa senang karena bisa menjadi obat rindunya pada Ajay sang putra.
Setelah membeli tempat tidur dan lemari serta peralatan masak seadanya Sonia berniat memulai hidup baru. Kemarin Kabir memberikannya kabar, bahwa dia sudah memulai proses perpisahan mereka.
Sonia hanya bisa menghembuskan nafas nya, inilah hukuman dari perbuatan dosa yang pernah dia lakukan. Tidak ada gunanya menyalahkan si A atau si B, yang jelas saat ini wanita itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua yang Allah berikan.
Siang ini, Sonia berniat untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Sore ini dia berencana untuk mencari lowongan pekerjaan di perusahaan lain dan hal itu tidak bisa dia lakukan disaat-saat bekerja seperti ini.
Tok!
Tok!
Tok!
"Masuk!" Jawab Sonia. Seseorang yang berada di balik pintu ruang kerjanya membuka pintu dengan pelan. Sonia mengangkat wajahnya dan untuk sesaat wanita itu terkejut melihat siapa yang datang.
"Ibu Zoya, silahkan masuk bu, mari duduk …." Sambut Sonia ramah dan sedikit gugup. Sebagai orang yang pernah melakukan kesalahan, pastinya akan merasa gemetar atau ada rasa takut. Seperti itulah yang saat ini dia rasakan, berbagai pertanyaan berseliweran di kepalanya.
"Terima kasih Sonia, apakah saya mengganggu pekerjaanmu?" Tanya Zoya dengan senyum ramahnya.
"Sama sekali tidak bu, maaf saya tidak tahu ibu akan datang kesini. Maaf saya tidak menyambut kedatangan ibu," jawab Sonia tergugup. Sampai tanpa sadar beberapa kali kata maaf pun terlontar dari bibirnya.
__ADS_1
"Baiklah, saya akan langsung saja ya, bisakah kamu membantu saya Sonia?" Tanya Zoya sebelum melanjutkan ucapannya.
Sonia merasakan jantungnya berdebar tidak karuan, jangan sampai Zoya memintanya untuk keluar dari perusahaan sementara dia belum siap. Ada juga terselip ketakutan Sonia, tentang hubungan terlarangnya dengan Zaki.
“A-apa yang bisa saya lakukan bu?” Tanya Sonia sedikit gugup. wanita itu berusaha menetralkan jantungnya yang semakin tidak karuan. Keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya, Zoya sedikit merubah posisi duduknya dan hal itu dia lakukan dengan sangat anggun.
“Saya ingin saat grand opening nanti diadakan acara yang arahnya hiburan tapi ada sentuhan religinya. Seperti mengundang ustad untuk memberikan tausiah, kamu bisa hubungi ustad Zaid melalui management nya. Bagaimana menurutmu Sonia?” Tanya Zoya dengan senyum terkembang.
Wuuuzzz!
Serasa di terpa angin segar rasanya, Sonia menarik nafasnya pelan pertanda kalau wanita itu sudah terbebas dari rasa khawatirnya. Satu hal lagi, Sonia pun lega karena yang diundang bukan calon mantan suaminya.
“Bagus tuh bu, saya sangat setuju. Semoga supermarket kita juga semakin maju dan di berkahi Allah,” Jawab Sonia dengan wajah berseri. Untuk beberapa lama kedua wanita yang berbeda kasta itu, tampak akrab dalam perbincangan mereka.
“Zoya merasa cocok dengan Sonia yang selalu nyambung dan sangat cerdas dalam melihat peluang bisnis. Mereka pun akhirnya bertukar nomor telepon, Sonia sedikit pusing dengan kenyamanan Zoya terhadap dirinya. Sebuah tekad kembali muncul di benak Sonia bahwa dia harus segera keluar dari Prameswara Group, Sesaat dia teringat akan sesuatu.
Acara akan dilaksanakan dalam kurun waktu dua minggu lagi dan hal ini akan membuat Sonia kembali disibukkan dengan pekerjaan tambahan. Zoya memberikan kepercayaan penuh kepada Sonia untuk penyelenggaraan acara ini, Sonia menyanggupi dan dalam hatinya, dia tidak ingin mengecewakan wanita yang baik hati itu.
Setelah puas membahas apa yang mereka akan selenggarakan, Zoya pun pamit dan kini Sonia ikut mengantarkan Zoya sampai ke parkiran sambil bicara ringan bahkan sesekali mereka berdua tertawa. Pemandangan yang sungguh indah, seperti dua sahabat yang sudah menjalin hubungan sangat lama.
Setelah kepulangan Zoya, Sonia langsung meminta para manajer berkumpul di ruang meeting. Wanita itu harus segera membentuk tim agar tidak ada terlambat pelaksanaan acaranya, sesuai perintah sang direktur, kini semua manajer sudah hadir dan Sonia segera membuka rapat.
Diskusi berlangsung lancar, hingga dua jam mereka berkutat dengan berbagai ide akhirnya selesai juga. Sonia akan menghubungi management ustad Zaid setelah makan siang, itulah waktu yang disepakati mereka lewat chat.
__ADS_1
Sonia hari ini sengaja makan siang di ruangannya setelah memesan makanan melalui online. Wanita itu teringat kembali akan rencananya untuk menghubungi ZA Group, Dengan cepat wanita itu menyelesaikan makan siangnya yang sendirian dan membuang bungkus makannya ke dalam tong sampah. Wanita itu tidak ingin kehabisan waktu, dengan cepat dia mencari dompet tempat dia meletakkan kartu nama dari pria aneh itu.
Saat itu Sonia belum sempat membaca siapa nama yang tertera, tapi dia melihat logo perusahaan yang tercetak besar di kartu mungil tersebut. Begitu mendapatkannya, wanita itu tersenyum dan tidak lupa melangitkan doa agar dimudahkan urusannya.
“Ameer Ahmad, semoga dia orang yang tepat untuk aku bertanya, tidak ada jabatan yang tertera di kartu ini, aneh ….” Gumam Sonia lirih, sambil terus saja tangannya menekan nomor yang tertera di kartu tersebut. Tidak lama nada panggil pun terdengar, Sonia terus merapal doa dan terus meminta kepada sang maha kuasa untuk pertolongannya.
Panggilan Sonia pun tersambung, setelah sama-sama mengucap salam, kini Sonia bingung sendiri harus bicara apa.
“Hallo, maaf ini dengan siapa?” Tanya Ameer.
“Maaf tuan, saya Sonia Syailendra, kita pernah bertemu di rumah makan padang beberapa waktu kemarin dan anda memberikan kartu nama kepada saya. Apakah anda masih mengingatnya?” Tanya Sonia setelah menjawab pertanyaan dari Ameer.
“Astaghfirullah, ya saya ingat. Jadi nama anda nona Sonia? oke akan saya simpan nomor anda. Jadi apakah ada yang bisa saya bantu nona?” Tanya Ameer sopan.
“Maaf tuan, apakah saat ini saya mengganggu waktu anda?” Tanya Sonia sungkan.
“Tentu tidak, ini masih jam istirahat kerja kan … jadi apa yang membuat nona menghubungi saya?” Tanya Ameer tidak sabaran. Sonia terdiam sejenak untuk menata hati dan nafasnya, sebelum dia mengatakan maksud dan tujuannya.
“Tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan. Apakah di perusahaan anda sedang membutuhkan karyawan?”
❤️❤️❤️
Emang kalo jodoh gak akan kemana ya... eeiitss tapi ini masih istri orang loohh, kok othor dan ngomongin jodoh aja sih 🤣🤣.
__ADS_1
Yuukk like, vote, komen, subscribe dan hadiiaaahh yg banyak ya pemirsaaahh, tengkyuuuhh.
❤️❤️❤️🤣🤣🤣🌹🌹🌹