
Waktu berlalu, Sonia yang kini sudah lebih tenang. Wanita itu sudah lebih banyak belajar tentang agama, yang dibimbing langsung oleh Ameer. Rima dan Sonia pun menjadi murid Ameer walau mereka lebih sering belajar secara online.
Semakin hari, Sonia pun mulai kuat menghadapi apapun. Tapi saat ini memang dia tidak berinteraksi dengan banyak orang, hal itu dilakukan Sonia demi menguatkan hatinya. Beberapa hari ini Sonia banyak menghabiskan waktu di rumah, sambil menunggu besok untuk mulai bekerja di perusahaan ZA Group. Sejak pertemuannya dengan Ameer membuat wanita itu bisa terlepas dari rasa putus asanya.
Ameer banyak memberikan pencerahan dan menjawab apapun pertanyaan yang Sonia dan Rima tanyakan. Hal ini membuat keduanya merasa bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Sonia yang yatim piatu, merasa bahagia karena saat ini dia memiliki saudara yang sudah seperti adik kandungnya sendiri.
Ameer memberikan dukungan agar Sonia kembali bangkit, karena sekuat apapun wanita tetap dia hanyalah makhluk yang tercipta dari tulang rusuk pria. Itu juga yang dirasakan oleh Sonia, tekad nya untuk bangkit membuat dirinya ingin melangkah dengan kekuatan hati demi masa depan yang lebih baik.
Tok!
Tok!
Tok!
“Rima, bisa tolong liat siapa yang datang? Mbak masih masak Rim!” Teriak Sonia yang sedang berada di dapur, Rima yang sedang berada di kamar segera melangkah menuju pintu.
“Iya Mbak!” Sahut gadis itu sembari berjalan dan siap mengintip lewat lubang kecil yang ada di pintu.
“Eh … siapa itu? Ganteng bganet,” Ucap Rima lirih. Gadis itu melihat penampilan seorang pria dengan setelan jas mahal serta kacamata hitam, yang semakin membuat wajahnya tampan menyejukkan pandangan Rima. Mobil mewah yang di parkir pun tak kalah kinclong seperti orangnya, setelah dia yakin bahwa orang yang datang berniat buruk Rima pun membukakan pintu.
__ADS_1
Ceklek!
“Maaf anda cari siapa pak?” Tanya Rima ramah. Pria yang di sapa pun menoleh dan mengulas senyum manis lalu membuka kaca mata hitamnya.
“Maaf saya mau tanya, benarkah disini rumah Sonia?” Tanya pria itu ramah. Sesaat Rima menatap pria itu dari atas sampai bawah, tapi belum sempat gadis itu menjawab, Sonia terlanjur muncul.
“Pak Zaki?” Tanya Sonia terkejut mendapati pria yang sudah dua minggu ini dia hindari. Zaki tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
“Sonia, bisakah saya masuk? Ada yang ingin saya bicarakan.”Tanya Zaki yang tidak nyaman berdiri di luar terlalu lama, karena beberapa tetangga sudah mulai memandangnya dengan berbagai macam arti dari sorot mata mereka.
Menyadari hal itu pun Sonia mengangguk, dia tidak ingin membuat keributan dengan mengusir Zaki. Tapi wanita itu langsung membuka pintu lebar-lebar juga jendela, hal ini agar tidak terjadi fitnah. Rima juga ikut menemani, padahal Zaki sudah meminta Sonia untuk bicara berdua.
“Nia, aku sudah lama mencari keberadaanmu dan kali ini aku datang untuk memberikan kabar baik kepadamu,” Ucap Zaki dengan senyum yang terus terkembang di biir seksinya. Pria itu benar-benar merasa percaya diri saat mengungkapkan isi hatinya.
Sonia menatap wajah Zaki sesaat lalu berpindah pada Rima, seolah-olah dia ingin mengatakan kepada gadis itu untuk menyimak dengan baik dan jangan ada yang terlewat.
“Apa yang ingin anda sampaikan pak?” Tanya Sonia masih kaku. Dia tidak ingin mengikis batasan yang di rasa Zaki sangat tebal itu. Bisa dirasakan oleh Zaki kalau saat ini Sonia sedang sangat marah kepadanya.
“Nia, maafkan aku. Tapi bisakah kita bicara seperti biasanya, jangan formal seperti ini. Kamu bukan karyawan ku lagi Sonia, tapi akan segera menjadi istriku.” Ucap Zaki dengan wajah sumringah. Entah apa yang saat ini dirasakan oleh pria itu, tapi tampak jelas kalau di wajahnya sangat bahagia.
__ADS_1
“Maaf pak, saya harus menjaga batasan saya. Apa maksud dari ucapan anda?” Tanya Sonia dingin. Rima yang memang sudah mengetahui kisah Sonia dengan Zaki hanya menjadi pengamat saja saat ini. Gadis itu tidak ingin bereaksi apapun, walau dia ingin sekali menendang Zaki keluar dari rumah mereka.
“Sonia, sayang … aku sudah berhasil meyakinkan Zoya untuk menerima kamu, menjadi bagian dari hidupku.” Ucap Zaki hati-hati. Pria itu sebenarnya ingin sekali melompat dan memeluk tubuh yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
“Ya Allah ….” Pekik Rima. Gadis itu langsung membekap mulutnya sendiri, mendadak otaknya blank. Entah apa yang ada di pikiran pria tampan di hadapannya, meminta kakak angkatnya untuk menjadi istri kedua? Whaat!!!
“Maaf pak, saya tidak bersedia. Apakah urusan anda sudah selesai?” Tanya Sonia dingin dan datar. Tidak ada keterkejutan di wajahnya, hatinya pun tidak. Entah mulai kapan hati wanita itu tidak lagi menyimpan nama Zaki di hatinya, sehingga tidak sedikitpun ada rasa terkejut atau bahagia yang bisa dia rasakan.
“Sonia … aku tidak akan pulang sebelum kamu mau ikut dengan ku.”
❤️ ❤️ ❤️
O my God! Ini Zaki bener-bener eduuun ya 🤦
Dear Reader, maaf ya beberapa hari ini othor bener-bener rempong. jadi up nya agak telat, semoga pemirsah semuanya tetap setia dengan cerita-cerita dari othor ya. Tengkyuuuhh.
Like, komen, vote, hadiah dan subscribe ya pemirsah, tengkyuuuhh.
❤️ ❤️ ❤️ 🤦 🤦 🤦 ❤️ ❤️ ❤️
__ADS_1