
“Tapi apa kak?” Tanya Sonia cemas. Wanita itu sudah berprasangka macam-macam. Walaupun dia belum menerima Ameer, tapi setidaknya impian memiliki sebuah keluarga bahagia adalah impiannya. Selama ini hidup sendiri dan saat berumah tangga kemarin pun dia kembali merasa kesepian, perjalanan kali ini dia berjanji akan menjadi wanita yang lebih baik lagi.
Pashmina yang saat ini dia kenakan adalah sebagai langkah awalnya untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bersih kedepannya. Masa lalu bukan untuk dilupakan, tapi dijadikan pelajaran. Jangan membuka kesempatan kepada iblis untuk mempengaruhi hati dan pikiran.
“Kedua orang tua ku tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa aku akan menikah, tapi mereka hanya meminta satu hal, yaitu SETIA.”
Sonia tertegun dengan ucapan Ameer, permintaan yang sederhana namun sangat sulit untuk memenuhinya. Wanita itu tertunduk, ada rasa nyeri di hatinya. kalimat Ameer membuat dirinya kembali menjadi tidak percaya diri, bukan masalah dirinya tidak setia, namun wanita itu sungguh menjadi malu dengan dirinya sendiri.
“Kak, apakah aku pantas untuk menjadi pendampingmu?” Tanya Sonia irih. Wajahnya masih saja tertunduk dengan kedua tangan yang saling meremas, wanita itu sebenarnya tidak ingin membahas hal ini. Tapi dia juga tidak ingin tenggelam dengan masa lalunya.
"Nia, semua manusia di hadapan Allah itu sama, yang membedakannya hanyalah iman dan taqwa. Mulia dimata manusia belum tentu mulia dimata Allah, aku pun bukanlah orang yang sempurna Nia. Tapi karena Allah menutup aibku, maka aku masih bisa mengangkat wajah ini. Begitu juga dengan dirimu nia," jawaban panjang Ameer membuat Sonia tertegun. Wanita itu serasa mendapatkan oase di gurun pasir, ada rasa lega di hati wanita itu.
Sonia tidak bisa memungkiri kehadiran Ameer membuat dirinya tenang dan kuat. Tidak ada rasa trauma, Sonia pun sekuat tenaga melawan rasa trauma itu. Hanya ingin bahagia dengan sebuah keluarga yang menyayanginya dan menerima dirinya. Hanya itu keinginan Sonia
*****
Di kediaman Zoya dan Zaki. Wanita itu nampak sedang kesal dengan suaminya, Zaki yang sedang kesal dengan penolakan Sonia pun ikut tersulut emosi.
__ADS_1
"Kenapa dia tidak mau ikuti perintahku?!" Tanya Zoya marah.
"Zoya! Apakah kamu menganggapnya karyawan mu? Pembantumu? Atau bahkan budakmu? Tidak ada keharusan dia mematuhi keinginanmu. Dan kamu tau dia sudah jelas-jelas tidak menginginkan ku," sahut Zaki dengan nada yang tinggi.
Walau bagaimanapun pria itu tidak suka istrinya berbuat semaunya dengan wanita yang dia cintai, walaupun Sonia menolaknya, tapi bukan berarti Zaki harus membencinya. Apalagi sekarang Sonia berada dalam perlindungan Ameer Ahmad, siapa yang berani mengusik kesenangan pria berkharisma itu.
"Aku jadi semakin tidak suka dengan wanita munafik itu, kemarin dia bermain di belakangku, tapi sekarang dia menolak keinginanku. Aku tidak akan membuat hidupnya tenang Zaki!" Teriak Sonia membalas kalimat panjang Zaki.
"Stop Zoya! Stop! Apa kau ingin berhadapan dengan tuan Ameer Ahmad?" Tanya Zaki yang sudah menurunkan emosinya. Zoya memicingkan matanya, wanita itu nampak bingung apa yang dimaksud oleh sang suami. Apa hubungan wanita perusak rumah tangga orang itu dengan pengusaha karismatik yang tentu saja membuat Zoya berpikir ribuan kali jika ingin berhadapan dengannya.
"Apa hubungannya?" Tanya Zoya datar.
Zoya sontak membulatkan kedua matanya, apa yang membuat pria itu mau memungut sampah yang hina. Itulah yang ada dalam pikiran Sonia, wanita itu sepertinya menyimpan kebencian kepada Sonia.
"Hohoho, dasar perempuan licik. Dia menangkap mangsa yang lebih besar ternyata, setelah lepas darimu, dia segera mencari penggantimu Zaki. Aku tidak sabar melihat dia kembali ke jalanan," ucap Zoya ketus.
Zaki yang melihat sisi lain dari istrinya pun tercengang, sebelumnya pria itu menganggap Zoya mau menerima Sonia dengan ikhlas. Tapi melihat kenyataan hari ini, Zaki pun menyesali kebodohannya.
__ADS_1
"Apakah kemarin dia hanya pura-pura?" Guman Zaki lirih. Pria itu berpikir lagi untuk membawa Sonia kembali padanya, Zaki sangat menyayangi Sonia oleh karena itulah dia tidak mau wanita itu terluka.
"Sudahlah sayang, kita lupakan saja tentang Sonia. Mari kita mulai rumah tangga kita Zoya, aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi."
Zoya menatap suaminya sejenak, bukan tidak ingin memperpanjang masalah tapi Zoya memilih mundur daripada dia harus berhadapan dengan kekuasaan Ameer. Pria yang sejauh ini belum pernah dia lihat wajahnya, namun nama besarnya mampu menggulung perusahaan milik mereka.
"Zaki apakah yang kamu katakan tadi benar?" Tanya Zoya melunak. Wanita itu masih butuh sesuatu yang membuatnya yakin. Zaki mendekati istrinya yang mulai tenang, pria itu meraup wajah cantik sang istri.
" Untuk apa aku berbohong? Aku tidak ingin amarah ini berimbas pada perusahaan kita sayang. Tadi saat aku mendatangi Sonia, tuan Ameer datang dan mengatakan semuanya dengan kesungguhan. Apakah menurutmu pria selevel dia akan mempertaruhkan harga dirinya demi seseorang yang tidak berharga?" Tanya Zaki pada Zoya.
Wanita tertegun sejenak, betul juga kata suaminya. Terlalu berlebihan jika seorang Ameer melakukan hal konyol seperti itu.
"Buat kita diundang saat mereka menikah!"
❤️❤️❤️
Naahh kan kan kan...
__ADS_1
Hayuukk like, vote, komen, hadiah, follow dan subscribe ya pemirsaahh..tengkyuuhh
❤️❤️❤️🌹🌹🌹