Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 35: Kehilangan Dan Kebahagiaan


__ADS_3

"Aku tidak ingin datang, kamu saja yang kesana. Aku malas," sahut Zaki kesal. Pria itu tidak menyangka sama sekali, ternyata istrinya memiliki niat yang tidak baik kepada Sonia. 


Sonia tersenyum miring, wanita itu tidak bisa menerima sikap Zaki yang acuh kepadanya. Wanita itu selalu berhasil meminta Zaki untuk selalu mengikuti apapun keinginannya. 


"Kau akan ikut dengan ku, kenapa? Apa kau tidak siap melihat wanita simpananmu menjadi ratu dari pengusaha hebat itu?" Tanya Zoya beruntun. Zaki yang mendengarkan ucapan istrinya sontak emosi. Pria itu tidak suka mendengar istilah buruk yang disematkan Zoya pada Sanaya. 


"Jaga ucapanmu Zoya, jangan membuat aku lupa akan batasanku sebagai suami. Aku pikir kamu orang yang baik dan tulus selama ini, tapi aku sungguh tidak menyangka kalau ternyata kau kucing berbulu domba. Aku tidak suka dengan kalimatmu itu," sahut Zaki sengit. 


Pria itu kini sudah berdiri di hadapan Zoya dengan tatapan yang sulit untuk dicerna. Zoya pun berdiri menantang Zaki, wanita itu benar-benar sudah melupakan topeng manisnya selama ini. 


"Aku akan mengembalikanmu ke jalan Zaki, atau kau turuti semua ingin ku."


Deg! 


Inilah yang selama ini Zaki pertahankan, pria itu selalu menurut dengan Zoya karena dia tidak ingin kembali pada asal muasal dia berada. Tapi berbeda kali ini, entah apa yang membuat Zaki berani menerima tantangan Zoya. 


"Lakukanlah, aku sudah siap. Aku berharap kau tidak akan menarik ucapanmu," ucap Zaki datar. Pria itu pergi meninggalkan Zoya. Wanita itu mengepalkan tangannya, pikirannya mendadak kalut. 


"Siaal! Kenapa kali ini dia tidak meratap kepada ku untuk membujukku? Padahal wanita jal*ng itu sudah menolaknya. Apa yang ada dipikiran pria bodoh itu!" Teriak Zoya tertahan. Wanita itu pergi ke salah satu ruangan dalam rumah besarnya, disanalah dia biasa menghabiskan waktu disaat sedang tertekan. 


Di atap yang sama di ruangan yang berbeda, Zaki membuka sebuah brankas kecil yang berisikan beberapa dokumen penting dan kantong beludru berwarna biru dongker.


Kotak besi berukuran kecil itu memang diletakkan pada tempat yang sangat tersembunyi, Zaki memahami sifat Zoya yang tidak pernah mau meneliti tiap sudut kamar mereka. Pikiran wanita itu hanya bagaimana membuat usaha mereka semakin maju dan terus menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya. 


"Aku rasa ini semua sudah cukup untuk menjauh dari wanita berkuasa itu," gumam Zaki lirih. Pria itu tersenyum kecut, biasanya dia takut jika Zoya akan membuangnya, tapi entahlah kali ini. 


Zaki mengemas pakaiannya, hanya secukupnya saja, dan itupun sengaja dia memilih pakaian yang harganya menengah ke bawah. Dia tidak ingin membuat dirinya semakin hina dan dihinakan. 


"Semua sudah berakhir Zoya, dulu kau mengendalikan ku. Sekarang aku akan dengan senang hati jika kau melepasku," gumam Zaki lirih. Pria itu meninggalkan sepucuk surat dengan. Tulisah yang berisikan ucapan terima kasih pada Zoya dan dia yang berpamitan, semua kartu kredit dan ATM juga sejumlah buku bank serta buku cek dia tinggalkan di nakas. 

__ADS_1


Apakah Zaki tidak membawa uang sama sekali? Tentu saja tidak. Pria itu sudah menyiapkan tabungan sendiri yang biasa dia gunakan untuk kebutuhannya bersama Sonia di waktu yang lalu. 


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, sesaat Zaki mengedarkan pandangannya. Pria itu sudah mematikan CCTV dan mengatur secara otomatis akan kembali hidup. Rumah dalam keadaan sepi, para ART sudah memasuki kamar mereka masing-masing. 


Zaki sangat tau dimana Zoya berada saat ini, tapi pria itu seakan tidak peduli lagi. Sampai di depan gerbang, Zaki sudah mengatur satpam yang bertugas untuk kebelakang mengambilkan tasnya yang ketinggalan. 


Dengan mudah Zaki lolos dari rumah megah yang selama ini dia tempati berikut dengan kehormatan serta uang yang tidak pernah berkurang.


"Huuff lega, akhirnya aku bisa juga bebas. Zaki menaiki taxi online yang tadi sempat dia pesan, pria itu dengan cepat meminta sang driver untuk menuju bandara. 


"Ke Bandara ya pak," ucap sang Driver. Dengan semangat yang tinggi, Zaki akan memulai hidupnya di daerah yang sangat jauh. Tidak lupa dia mengganti nomor ponselnya dengan nomor yang baru, semua sudah dia siapkan ternyata. 


Zaki kini sudah sampai di bandara, pria itu melenggang santai dengan hati yang ringan. Apakah selama ini dia tertekan? Ya bisa jadi seperti itu. Sementara Zoya, wanita itu baru saja selesai dengan ritualnya agar lebih tenang, dengan santainya naik ke lantai 2. Dimana Zaki biasa disana. 


"Apakah dia benar-benar pergi? Apakah dia punya uang? Semuanya dia tinggalkan. ZAKIIIIIIII!" Teriakan Zoya membahana di ruangan mewah itu, tapi sangat disayangkan tidak ada satupun orang yang bisa mendengarkan suara teriakannya. 


"Kenapa kau bodoh sekali Zaki! Kau pergi tanpa membawa apa-apa, apa kau tau … diluar sana kau bisa kelaparan!" Racau Zoya yang kini sudah terduduk di pinggiran tempat tidurnya. 


Wanita itu tidak bisa menerima kenyataan dengan kepergian Zaki, dia tadi hanya mengancam saja. Tapi ternyata Zaki menanggapinya dengan serius, apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangganya?


Air mata sudah membasahi pipi wanita cantik berkarakter keras itu, ingin dia mengulang waktu agar semua tidak terjadi, tapi semua sudah terlanjur. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, untuk mencari keberadaan pria itu Zoya tidak punya keberanian. 


Hancur, itulah kondisi Zoya saat ini. Tadinya dia ingin membalaskan rasa sakit hati pada Sonia, tapi kini semua malah berbalik arah. Belum lagi niat dijalankan tapi karma sudah diterimanya, Zoya pelan-pelan merebahkan tubuh lelahnya. Entah sudah berapa lama dia menangis dan akhirnya kini mata itu pun tertutup rapat menuju alam mimpi. 


*****


Hari berganti, waktu berlalu. Tanpa terasa waktu yang ditunggu oleh kedua insan pun tiba, Ameer berhasil meyakinkan wanita yang berhasil mengisi hatinya. Sonia bersedia menjadi istri bagi pria single yang mempesona itu, tidak ada lagi raut kesedihan di wajah Sonia. 

__ADS_1


Saat akad diucapkan, tangis bahagia pun pecah. Wanita yatim piatu itu bertekad untuk menjaga keluarganya dari ujian dan godaan apapun. 


"Terimakasih Nia, kamu sudah mau menerimaku," ucap Ameer dengan tatapan bahagia. Kini keduanya duduk di pelaminan, acara sederhana tapi tetap terkesan mewah itu membuat siapapun terkesan. 


"Nia yang berterima kasih kak, kakak yang mau menerima Nia dengan banyak noda ini." 


Nia menundukkan kepalanya, wanita itu merasakan nyeri di dada. Wanita yang kini berhijab dengan model pashmina itu pun terisak kecil, tidak menyangka dia akan kembali diberi kesempatan oleh Allah. 


"Sudahlah sayang, mari kita lupakan semuanya. Aku pun banyak kekurangan, karena kasih sayang Allah lah aib kita tertutupi. Jangan pernah membahas masa lalu dan kini mari kita tempuh masa depan, berjanjilah pada dirimu sendiri Nia." Ucap Ameer memberikan semangat pada sang istri. 


Mereka berdua pun tersenyum, kedua orang tua Ameer pun ikut bahagia melihat sang putra kini sudah menemukan kebahagiaannya.


Semua yang ada di muka bumi ini memiliki kesempatan yang sama, untuk berubah dari yang buruk menjadi baik. Jangan berhenti untuk mengejar hidayah, selama nyawa masih melekat pada raga. 


"Kak, apakah Nia boleh mengucapkan terimakasih kepada pemirsaaah, karena sudah setia mengikuti kisah Nia?" Tanya Nia sendu. 


"Mari kita ucapkan bersama sayang, seklaian kita pamit undur diri," ucap Ameer dengan senyum yang membuat wajahnya semakin tampan. Sonia pun mengangguk dengan senyum bahagia, wanita itu mengusap sisa air mata yang ada di pipinya. 


"TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PEMIRSAAH TERCINTAAH, KAMI AMEER DAN SONIA MOHON MAAF ATAS SEGALA SALAH DAN KHOLAF. KAMI UNDUR DIRI DULU, DAN SEMOGA SEMUA PEMIRSAH MASIH BERSEDIA MENGIKUTI KISAH-KISAH DARI TULISAN TANGAN AUTHOR YA … SEKALI LAGI TERIMA KASIH PEMIRSAAAH." 


Begitulah akhir kisah dari PASHMINA UNTUK KUPU-KUPU, author mohon pamit undur diri, semoga teman-teman readers masih setia dengan karya-karya author yang lainnya ya.


TAMAT 


Salam sayang dari author anna dharta. 


Jangan lupa like, komen,vote dan hadiah juga subscribe ya. Othor berharap pemirsah bersedia memberikan bintang 5 ya. Terima kasih pemirsah tercintaah, love you all pemirsaah. 


❤️❤️❤️🙏🙏🙏🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2